Badan Otonom NU

Jalan Sehat Meriahkan Harlah IPNU ke 59 IPPNU ke 58

Jalan Sehat Meriahkan Harlah IPNU IPPNU. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kesugihan akan menyelenggara- kan serangkaian kegiatan guna menyambut harlah IPNU ke 59 dan IPPNU ke 58, di antaranya adalah Jalan Sehat.

Ahmad Fauzi, Sekretaris PAC IPNU Kesugihan mengatakan bahwa Jalan sehat ini dilaksanakan pada hari Ahad 19 Mei 2013 jam 07.00 start dan finish di Halaman Gedung PCNU Jl. Raya Kalisabuk Kesugihan Cilacap.

“Kegiatan ini bekerja sama dengan PC Fatayat NU Cilacap, sebagai bentuk sinergisitas antar Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Pada hari dan tempat yang sama, PC Fatayat NU akan menggelar Festival Hadroh/Rebana,” kata Fauzi

Fauzi menambahkan, selain Jalan Sehat, juga akan digelar Lomba Khithobah / Pidato Islami untuk kalangan pelajar. Lomba ini sebagai wadah ekspresi IPNU IPPNU dan Pelajar lain peserta lomba dalam minat dan bakat berpidato. Materi Lomba Pidato seputar Tantangan Generasi Muda Islam Menghadapi Era Globalisasi.

“Dari sudut pandang masing-masing peserta lomba, diharapkan bisa digali ide-ide dalam upaya memberikan solusi dan pencerahan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan itu. Kegiatan Lomba ini sekaligus merupakan wujud kepedulian IPNU IPPNU dalam upaya menggali potensi kader,” katanya.

Sejarah Singkat IPPNU

IPPNU Badan Otonom (Banom) NU yang membidangi remaja, santri, pelajar putri dan mahasiswi. Didirikan pada 8 Rajab 1473 H, bertepatan dengan 2 Maret 1995 di Solo, Jawa Tengah. Salah satu pendirinya adalah Ny. Umroh Mahfudzah. Sejak berdirinya IPPNU bernaung dibawah LP Ma’arif, namun sejak tahun 1966 melalui konggresnya di Surabaya, IPPNU berdiri sendiri sebagai salah satu Badan Otonom NU.

Sejak tahun 1988, melalui konggresnya yang ke-9 di Jombang (29-31 Januari 1988), kepanjangan IPPNU berganti menjadi  Ikatan Puteri-Puteri Nahdlatul Ulama, karena harus menyesuaikan diri dengan Undang-undang nomor 8 tahun 1985 tentang keormasan, yang melarang adanya organisasi pelajar di sekolah selain OSIS.
Namun setelah Orde baru tumbang, di saat kebebasan berpendapat dan berekspresi bisa diperoleh dengan mudah, singkatan itu dikembalikan lagi seperti saat kelahirannya. Melalui konggresnya yag ke-13 di Surabaya (18-22 Juni 2003), kepanjangan IPPNU kembali seperti semula: Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama.

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) adalah salah satu Badan Otonom (Banom) yang menangani pelajar, remaja, santri dan mahasiswa. Sebelum IPNU terbentuk, para pelajar NU sudah mendirikan organisasi di daerah masing-masing, yang antara satu dengan yang lainnya tidak saling berkaitan. Ada persatuan siswa NO (Persano) di Surabaya tahun 1939, Ikatan Murid NO di Malang tahun 1945, Subbanu Wathan di Madura tahun 1945, dan lain Sebagainya.

Sejarah Singkat IPNU

IPNU didirikan pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1337 H/24 Pebruari 1954, ketika diselenggarakan Konggres Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif) Semarang. Sejak berdirinya IPNU menjadi bagian dari LP Ma’arif, dan baru pada tahun 1966, ketika diselenggarakan Konggres IPNU di Surabaya, IPNU resmi melepaskan diri dari LP Ma’arif dan menjadi Badan Otonom NU.

Salah seorang pendiri IPNU adalah Prof. Dr. KH. M. Tolchah Mansur. Sejak berdirinya, IPNU merupakan kependekan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Namun sejak tahun 1988, melalui konggresnya yang ke-10 di Jomnbang (dikenal dengan Deklarasi Jombang), kepanjangan diganti menjadi Ikatran Putera Nahdlatul Ulama, karena harus menyesuaikan diri dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 1985 tentang keormasan, yang melarang adanya organisasi pelajar di sekolah selain OSIS.

Namun setelah Orde Baru tumbang disaat kebebasan berpendapat dan berekspresi bisa diperoleh dengan mudah, singkatan itu dikembalikan lagi seperti saat kelahiran. Melalui konggresnya yang ke-14 di Surabaya (18-22 Juni 2003), kepanjangan IPNU kembali seperti semula: Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

17 − sixteen =

Back to top button