Badan Otonom NU

Gelar Harlah ke-37, Pagar Nusa Karangjengkol Benahi Organisasi

Pimpinan Ranting Pencak Silat Pagar Nusa Karangjengkol Kecamatan Kesugihan menggelar acara peringatan Harlah yang pertama pada Rabu malam (4/1/2023). Kegiatan ini sekaligus memperingati Harlah Pagar Nusa ke 37. Acara dilaksanakan di Mushala Roudlotun Nasikhin Parakan Desa Karangjengkol.

Hadir membuka acara, Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Karangjengkol Mustangin  mengimbau mereka agar tidak cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Ikuti tahapan-tahapan sebagaimana mestinya. Disamping itu mereka juga diminta untuk tidak segan meminta bimbingan kepada para ulama dan sesepuh NU dalam setiap kegiatan.

“Karena ciri khas NU adalah sowan kepada para ulama. Kemudian meskipun kalian adalah organisasi yang mandiri akan tetapi dalam naungan tanggung jawab pengurus Ranting, maka apapun kegiatan kalian harus diketahui dan disetujui oleh pengurus Ranting NU,” katanya.

“Jalankan roda organisasi sebagaimana mestinya tanpa lepas dari pantauan kepengurusan Ranting NU sebagai penanggungjawab di tingkatan Ranting,” tegasnya.

Benahi Sktruktural Organisasi

Hal senada disampaikan ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kesugihan Aziz Nurrohman. Ia pun mengucap terimakasih kepada sohibul wilayah karena telah menginisiasi Harlah Pagar Nusa di Ranting Karangjengkol. Ia mengaku optimis meskipun Pagar Nusa merupakan Banom termuda tapi akan mampu bersinergi dengan Banom banom yang lain.

Baca artikel terkait:

“Adanya Pagar Nusa di tiap-tiap ranting insyaallah akan menambah keberkahan bagi anak2 muda yang suka seni beladiri yang bernafaskan NU,” kata Aziz.

Aziz juga mengimbau agar kepengurusan Pagar Nusa di Ranting Karangjengkol dibenahi agar bisa di SK-kan. Hal ini mengingat saat ini tengah masif dilaksanakan pergantian kepengurusan di Ranting-Ranting menyusul akan dilaksanakannya Konferensi di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesugihan pada tanggal 8 Januari 2023 mendatang.

“Adanya Harlah Pagar Nusa semoga menambah kedewasaan. Semoga Pagar Nusa Karangjengkol semakin baik dan semakin semangat khidmah di NU. Semakin berbenah kesetruktural agar bisa di SK kan. Karena di ranah NU sekarang sedang masif pergantian kepengurusan sehingga sekalian diurus SK,” tegasnya.

Jaga Kehormatan Diri dan Organisasi

Sementara, Rais Syuriah Karangjengkol K Sulam Munajat berpesan agar kader Pagar Nusa senantiasa menjaga kehormatan diri dan juga marwah organisasi.

“Baik buruk guru/orang tua tidak lepas dari perilaku kalian. Maka kehormatan orangtua dan guru harus dijaga sebaik mungkin dengan menjaga perilaku dan langkah,” kata beliau.

Dalam kesempatan tersebut beliau juga mengungkap bahwa setiap apa yang ada di dalam diri adalah titipan atau amanah dari Allah SWT. Termasuk di sana adalah kemampuan atas ilmu yang telah diperoleh dari pendidikan di Pagar Nusa. Oleh Karena itu hendaknya dijaga sebaik mungkin dan jangan mudah terpengaruh oleh segala macam godaan

Beliaupun memberikan contoh dengan kisah Wali Barsesa yang hidup pada zaman Nabi Musa AS. Ia karomah yang dimilikinya, ia mempunyai pengikut sebanyak 6000 orang. Atas karomahnya juga muridnya bisa terbang. Konon wali tersebut setiap kali berdoa maka langit dan syurga akan terlihat isinya sehingga apapun doa yang diucapkan akan terkabul.

Suatu saat datang seseorang memintanya untuk mendoakan keburukan kepada Nabi Musa AS. Awalnya menolak tetapi karena terus-menerus digoda akhirnya sang wali pun terpengaruh dan mendoakan jelek kepada Nabi AS. Ternyata doa jelek yang diucapkan oleh Barsesa kembali kepada dirinya sendiri. Akibatnya Barsesa meninggal dalam keadaan suul khotimah. Konon wajahnya berubah serupa anjing.

Dari cerita tersebut diambil kesimpulan agar janganlah bersikap sombong atas apa yang kita miliki.

“Apapun yang kita miliki semoga dijauhkan dari sikap sombong. Bahwa apapun yang anda miliki itu semua adalah titipan Allah yang bisa digunakan untuk kemanfaatan baik bagi diri, keluarga dan masyarakat. Maka jangan mudah terpengaruh dengan godaan yang datang,” tandasnya.

Acara Harlah Pagar Nusa Ranting Karangjengkol dihadiri oleh jajaran PRNU Karangjengkol, Banom serta tokoh masyarakat. Acara digelar dengan beberapa agenda yakni khotmil qur’an, doa bersama dan potong tumpeng. (Naeli Rokhmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button