Hukum & Syariat

Apa itu Akad Syariah? Ada Berapa Jenis Akad Syariah?

Apa itu Akad Syariah? Ada berapa jenis akad syariah dalam transaksi ekonomi?  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Cilacap menerbitkan Buku Panduan Akad Syariah.

Ketua LBMNU Cilacap KH. Achmad Daelami LC mengatakan, Buku Panduan Akad Syariah diterbitkan khususnya bagi warga NU yang melaksanakan akad “Muamalah Maliyah” atau kegiatan ekonomi yang lebih mendekati ketentuan-ketentuan syariah.

“Kegiatan ekonomi yang dimaksud antara lain transaksi yang dilaksanakan oleh warga NU dan nasabah lain yang berkegiatan ekonomi bersama BMTNU Cilacap,” katanya.

Dia meambahkan, kriteria akad yang Syar’I atau sesuai dengan ketentuan syariah tidak lain adalah yang sesuai dengan dan menggunakan dalil-dalil yang dirujukan kepada Al Qur’an, Hadits dan pendapat Alim Ulama dalam Kitab yang Mu’tabar.

Jenis Akad Syariah

Ada berapa jenis akad syariah dalam transaksi ekonomi? Kyai Ahmad Fatoni, anggota LBM PCNU Cilacap mengungkapkan, di dalam Buku Panduan Akad Syari’ah tersebut dijelaskan beberapa jenis akad syariah.

“Secara umum, jenis akad syariah itu ada dua. Pertama, akad yang oreintasinya bersifat profit (tamwil), yang berorientasi pada keuntungan. Kedua, akad yang orientasinya bersifat kebaikan secara sosial (ihsan) yang berorientasi mendatangkan kebaikan,” ungkapnya.

Di dalam Buku Panduan Akad Syariah tersebut, dijelaskan secara rinci beberapa jenis akad syariah, seperti Akad Mudharabah, Akad Wadi’ah Yadud Dloman, Akad Bai’ Al Wafa’, Wakalaah dan Kafalah Bil Ujrah, Akad Murabahah, dan akad syariah lainnya.

Penerbitan Buku Panduan Akad Syariah diharapkan bisa menjadi pedoman dalam transaksi ekonomi syariah sebagaimana yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ini juga bentuk pertanggungjawaban secara sosial keagamaan NU dalam menjelaskan ihwal transaksi ekonomi yang berbasis syariah,” kata Kyai Fatoni.

Akad Syariah Dalam Transaksi Ekonomi

Berawal dari keprihatinan beberapa Kyai NU Cilacap yang menyadari betapa sangat terbatasnya pengetahuan yang dimililki oleh umat islam untuk dapat bermuamalah sesuai syariat khususnya dalam kegiatan ekonomi. Hal ini langsung direspon oleh KH. Su’ada Adzkiya selaku Rois Syuriah PCNU Cilacap, kemudian sekitar tahun 2013 M  beliau mengumpulkan Pengurus LBM (Lembaga Bahtsul Masail) PCNU Cilacap untuk mencarikan jalan keluar bagi umat Islam khususnya warga NU Cilacap supaya bisa melaksanakan mu’amalat sesuai Syariah.

Dalam pertemuan itu mbah Su’ada (panggilan akrab KH. Su’ada) berkata “Jangan sampai orang-orang NU digiring ke BMT atau sejenisnya jika lembaga tersebut menjalankan praktik ribawi, karena itu sama saja kita menggiring mereka ke neraka”.

Berdasarkan hal tersebut, maka kami (LBM) PCNU Cilacap, menyusun buku ini sebagai panduan bagi  warga Nahdliyin untuk melaksanakan akad muamalah maliyah (kegiatan ekonomi) yang lebih syar’i dengan menggunakan dalil Al-Qur’an, Al-Hadist dan pendapat ulama yang mu’tabar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

thirteen − ten =

Back to top button