KH Su’ada Adzkiya: Jangan Hanya Nitip Nama di NU

Peningkatan Kapasitas Lembaga PCNU Cilacap Di Binangun

NU Cilacap Online – “Jangan nitip nama di NU,” kata Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap KH Su’ada Adzkiya di hadapan puluhan jajaran pengurus MWCNU dan Ranting¬† NU se Kecamatan Binangun.

“Jangan nitip nama di NU. Maksudnya hanya namanya yang tercantum dalam kepengurusan NU akan tetapi tidak mau mengurusi,” ujar KH Su’ada Adzkiya.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan peningkatan Kapasitas Kelembagaan PCNU Cilacap di Gedung Sekretariat Bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Binangun, Selasa (05/09).

Mbah Su’ada demikan biasa disapa menceritakan pengalamannya saat menghadiri konferensi di satu MWCNU.¬† Di sana mendapatkan cerita bahwa ada satu pengurus yang belum pernah hadir sejak dilantik pertama kali hingga habis periode dan dilakukan

Mbah Su’ada mengajak para peserta Peningkatan Kapasitas Lembaga, untuk membuka catatan kegiatan Lakpesdam Tahun 1989. “Keinginan untuk menjadikan Nahdlatul Ulama semakin baik, nyata adanya,” ungkapnya.

Menyelaraskan tema kegiatan ini, “Penguatan Nilai Aswaja Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Mbah Su’ada menjelaskan contohnya pentingnya menjaga prinsip untuk mengembangkan organisasi.

Adanya kegiatan Lailatul Ijtima‘ yang ingin saya hidupkan kembali. Tetapi yang diinginkan dirutinkan,” jelasnya.

Menurut penuturan Mbah Yai, ada budaya penting yang harus dijaga dalam kegiatan NU, yaitu tawasul.

“Dulu cerita orang tua, setiap kumpulan dimulai dengan tawasul. Baru kemudian dimulai kegiatan, tidak harus pengajian,” terangnya.

Kegiatan hari itu menghadirkan narasumber Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah Hj Siti Rosidah dan Wakil Sekretarsi PCNU Cilacap H Banu Tolib.

Baca juga KH Su’ada Adzkiya; Dukung Koin NU Wujud Syukur Pada Allah

Turba PCNU Cilacap Momen yang Ditunggu

Kegiatan peningkatan kapasitas lembaga PCNU Cilacap di Binangun adalah rangkaian Turba PCNU Cilacap. Kali ini adalah titik ke 9 dari 12 titik. Diikuti oleh pengurus MWCNU dan Ranting se Kecamatan Binangun meliputi unsur Tanfidziyah, Syuriah, Bendahara, Operator SISNU, UPZIS dan Koordinator Desa (Kordes) Koin NU.

Hj Siti Rosidah di acara peningkatan kapsitas lembaga PCNU Cilacap

Widara Payung Desi Nur Azizah salah satu peserta mengaku kegiatan turba semacam ini adalah momen yang ditunggu-tunggu kader di tingkatan bawah. Apalagi dirinya yang menjadi operator SISNU di Ranting NU Widara Payung.

“Kami yang di bawah butuh pembinaan yang berkelanjutan. Apalagi di ranting kami kan seringkali ditanya terkait Kartanu yang sampai saat ini masih banyak yang belum dicetak,” ujar Desi.

Tak hanya operator SISNU, Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (UPZIS) MWCNU Binangun pun demikian. Ketua UPZIS Binangun Ahyani Aziz mengatakan bahwa saat ini digitalisasi Koin NU di Binangun belum seratus persen berjalan.

“Untuk Koin NU Alhamdulillah sudah berjalan semua di 17 ranting yang ada di Binangun. Namun untuk digitalisasi Koin NU baru 80 persen di Kordes,” ungkap Ahyani Aziz.

Peningkatan kapasitas lembaga PCNU Cilacap

Kendati demikian untuk pelaporan ke pusat sudah sepenuhnya dilakukan dengan aplikasi. Dalam hal ini ranting yang belum mampu dibantu oleh jajaran UPZIS Binangun. Karena alasan inilah Ahyani Aziz mengungkap pentingnya pembinaaan PCNU secara langsung kepada ranting.

Hal senada diungkap Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Binangun Ika Restiani. Dirinya mengatakan kegiatan semacam ini penting dilakukan karena kader di bawah butuh dibimbing agar program yang telah dicanang oleh PCNU bisa berjalan.

“Dengan kunjungan dari atas ke bawah akan ada chemistri antara PCNU dengan ranting. Menjadi semacam mood boster untuk merecharg kembali semangat teman-teman di bawah dalam berkhidmah,” tegasnya. (Zidni/Naeli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button