Daerah

Tanah Longsor Di Cimanggu, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Bagana NU Cilacap Peduli Sigap Lakukan Normalisasi

Hujan Lebat pada Selasa (16/11) ore mengakibatkan tanah longsor di Dusun Panyusupan Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap, pohon tumbang akibat tanah longsor menimpa rumah warga Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu, Selasa malam

Diketahui, hujan lebat sejak pukul 14-19 sehingga terjadi longsor dan merobohkan pohon kelapa serta mahoni. NU Cilacap Peduli Cilacap melalui Banser Siaga Bencana (Bagana) Sigap melakukan normalisasi di lokasi kejadian.

Naas pohon yang tumbang mengenai rumah warga hingga menimbulkan kerusakan yang cukup fatal; pohon tumbang itu mengenai rumah milik Astuti Ningsih warga RT 03 RW 08 Dusun Panyusupan Desa Cimanggu.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, namun dapur dan kamar mandi milik Astuti rusak parah akibat timpahan pohon kelapa dan mahoni. Menurut keterangan relawan NU Cilacap Peduli M Thamrin, keluarga korban saat ini tetap bertahan di kediaman.

Peristiwa longsornya tanah dengan cepat tersiar oleh laporan seorang relawan Tim NU Cilacap Peduli. Malam itu juga, sejumlah anggota Banser diturunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi.

Koordinasi dengan Pemerintah desa setempat pun segera dilakukan agar dilaksanakan kerja bakti bersama warga membuat saluran air dan mengeruk tanah yang menimbun dapur.

Malam itu juga NU Cilacap Peduli melalui kesatuan Bagana Majenang turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi dilanjutkan keesokan harinya, Rabu (17/11).

Mereka bahu membahu bersama warga setempat melakukan evakuasi pohon yang tumbang. Recovery rumah juga dilakukan mengingat kerusakan yang lumayan parah sehingga mengganggu aktivitas keluarga korban.

M Thamrin juga menuturkan bahwa berdasarkan pantauan lapangan, lokasi kejadian memang rawan terjadi longsor. Rumah yang dekat dengan tebing tinggi dan curam ditambah konstur tanah yang labil sehingga sangat mudah longsor bila terjadi hujan deras.

“Menurut keterangan warga setempat di sini memang sering terjadi longsor. Namun kali ini yang paling parah,” tuturnya.

Berdasarkan assesment lapangan, hujan lebat pada Selasa sore itu tak hanya menyebabkan tanah longsor tetapi juga banjir di beberapa lokasi di Kecamatan Majenang yaitu Desa Padangsari, Mulyasari, Mulyadadi, dan Pahonjean.

Hujan Lebat Picu Tanah Longsor

Banjir terhitung parah di Dusun Rejadadi Desa Mulyasari. Sebanyak 80 rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Selain banjir, hujan lebat juga memicu pergerakan tanah di Kecamatan Dayeuhluhur. Gerakan tanah menyebabkan materil tanah longsor ke area pesawahan warga.

Terpisah, Direktur NU Care LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi mengungkap pentingnya sinergitas dalam penanganan bencana alam ini.

“Kita perlu mengupayakan penanganan bencana yang tepat waktu agar hak-hak masyarakat terpenuhi. Bahwa ketepatan waktu penuntasan penanganan bencana perlu sinergitas manajemen,” kata Fauzi.

Ahmad Fauzi mengungkap, di sinilah peran penting NU Cilacap Peduli. dalam berkoordinasi antar lembaga dan Banom dalam penanganan bencana.

“Maka dari itu kami Tim NU Cilacap Peduli terus berkoordinasi lintas lembaga dan Banom. Tujuannya agar recovery bencana ini cepat selesai dan tepat waktu,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button