Pelatihan Manajemen Posko Bencana LPBINU Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Ratusan relawan Nahdlatul Ulama (NU) memadati Gedung Pertemuan Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari. Hari itu, Sabtu (5/07/2025) berlangsung Pelatihan Manajemen Posko bencana, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) PCNU Cilacap.
Tak kurang 115 peserta hadir. Mereka adalah perwakilan dari 24 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Cilacap. Kegiatan berlangsung dua hari dan bertempat di Gedung Pertemuan Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari,
Apel pembukaan mengawali rangkaian pelatihan dan dipimpin Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Cilacap Basit Wahib.
Dalam amanatnya, Basit menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya preventif dalam menghadapi bencana. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas relawan akan menambah kesiapsiagaan ketika bencana datang sewaktu-waktu.
“Pelatihan ini adalah bagian dari ikhtiar kita membangun kesiapsiagaan. Relawan harus meningkatkan kapasitasnya agar lebih sigap saat dibutuhkan,” ujar Basit dalam sambutannya.
Hadirkan Pemateri dari BPBD dan LAZISNU
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, yang menyampaikan materi tentang pengelolaan posko darurat secara efektif.
Manajemen posko disebut sebagai elemen vital dalam penanganan bencana, yang mencakup fungsi koordinasi, distribusi bantuan, dan komunikasi antarinstansi. Baca juga LPBINU PCNU Cilacap Siap Gelar Simulasi Bencana Banjir

Selain itu, sesi kelembagaan juga diisi oleh perwakilan dari LAZISNU PCNU Cilacap, yang diwakili oleh Sekretaris LAZISNU, Ahmad Fauzi. Ia membawakan materi tentang peran NU dalam gerakan filantropi.
Dalam paparannya, Fauzi menjelaskan bahwa filantropi adalah istilah baru dalam dunia akademik yang sejatinya telah lama dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia.
“Gerakan filantropi pada dasarnya telah dipraktekkan oleh masyarakat Indonesia. Dan Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu bangsa paling dermawan di dunia, dengan warga Nahdliyyin memainkan peran penting dalam praktik kedermawanan tersebut,” ujar Fauzi. Baca juga Rapat Kosolidasi LPBINU Cilacap Untuk Efisiensi Program Kerja
Simulasi dan Diskusi Pengalaman Lapangan
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis berupa simulasi situasi darurat, alur komunikasi posko, serta penanganan logistik dan kebutuhan korban bencana secara cepat dan tepat.
Pelatihan ini juga menjadi ruang diskusi antarrelawan untuk saling berbagi pengalaman dalam menangani bencana di wilayah masing-masing.
Melalui pelatihan ini, LPBINU Cilacap berharap kapasitas relawan dan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat. Kesadaran kolektif tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana diharapkan tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
“Dengan pelatihan ini, semoga relawan NU bisa menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing,” pungkas Fauzi.
Kontributor: Umi Fadilah
Editor: Naeli Rokhmah






Selamat dan sukses selalu
Semoga ilmu yang diberikan berkah manfaat untuk semua aamiin x3 🤲