Antologi NU
Trending

Pengurus Syuriyah NU, Kedudukan, Tugas dan Wewenang

Pengurus Syuriyah memiliki kedudukan, tugas dan sekaligus wewenang dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), lalu bagaimana kedudukan, apa saja tugas dan wewenang Pengurus Syuriyah NU (Nahdlatul Ulama)?

Wewenang adalah kekuasaan yang boleh dilakukan dan melekat pada seseorang karena jabatannya. Tugas adalah kewajiban untuk menjalankan fungsi yang diberikan pada seseorang sesuai dengan jabatannya. Sedangkan Fungsi adalah kegunaan atau manfaat seseorang dalam organisasi sesuai dengan jabatannya. Berikut ini penjabaran selengkapnya tentang Pengurus Syuriyah NU, Kedudukan, Tugas dan Wewenang nya.

Syuriyah NU

Syuriyah adalah pengarah, pembina dan pengawas pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Pengurus Syuriyah NU terdiri dari Rais Syuriyah, Wakil Rais Syuriyah, Katib Syuriyah, Wakil Katib Syuriyah dan A’wan; juga dikenal dengan A’wan Syuriyah.

Di tingkat struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rais Syuriyah disebut dengan Rais Aam; dan Katib Syuriyah disebut dengan Katib Aam. Di luar Struktur PBNU, seperti PWNU, PCNU, MWCNU dan Ranting NU, disebut dengan Rais Syuriyah dan Katib Syuriyah

Gabungan antara Rais-WakilRais dengan Katib dan Wakil Katib disebut Pengurus Harian Syuriyah. Jika keduanya digabungkan dengan A’wan Syuriyah dan Mystasyar, maka disebut Pengurus Lengkap Syuriyah

Kedudukan Syuriyah

Pengurus Syuriyah memiliki kedudukan sebagai pemegang kebijakan tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Alasan bahwa Syuriyah memiliki kedudukan sebagai pemegang kebijakan tertinggi organisasi  NU; juga karena NU adalah organisasi para Ulama, di mana mereka biasanya –dan sebagai mana mestinya — juga menduduki jabatan Syuriyah.

Mustasyar, Wewenang dan Tugas

Mustasyar adalah penasihat bagi pengurus Organisasi Nahdlatul Ulama; mempunyai wewenang untuk menyelenggarakan rapat internal yang dipandang perlu. Mekanisme rapat Mustasyar tertuang dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama tentang Tata Cara Rapat.

Mustasyar bertugas memberikan nasihat baik diminta atau tidak diminta secara perseorangan maupun kolektif kepada pengurus menurut tingkatannya.

Baca Juga : Nama Rais Aam, Ketua Tanfidziyah & Muktamar NU Dalam Sejarah

Wewenang Rais Aam

Kewenangan Rais ‘Aam adalah:

  1. Menentukan kebijakan umum organisasi.
  2. Menjaga, memelihara, mengembangkan paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
  3. Menjaga ideologi negara Pancasila dan mempertahankan NKRI
  4. Mewakili Pengurus Besar Nahdlatul Ulama baik ke luar maupun ke dalam yang menyangkut urusan keagamaan.
  5. Bersama Ketua Umum mewakili Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam hal melakukan tindakan penerimaan, pengalihan, tukar-menukar, penjaminan, penyerahan wewenang, penguasaan atau pengelolaan dan penyertaan usaha atas harta benda bergerak dan tidak bergerak milik atau yang dikuasai Nahdlatul Ulama dengan tidak mengurangi pembatasan yang diputuskan oleh Muktamar baik di dalam maupun di luar pengadilan.
  6. Bersama Ketua Umum menandatangani Keputusankeputusan penting Nahdlatul Ulama.
  7. Bersama Ketua Umum membatalkan keputusan perangkat organisasi yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama.
  8. Bersama Ketua Umum, Katib Aam dan Sekretaris Jenderal menandatangani keputusan keputusan Pengurus Besar yang bukan domain dari Tanfidziyah NU.
  9. Memiliki kewenangan tertinggi dalam Mahkamah Ishlah Nahdlatul Ulama untuk menyelesaikan sengketa internal organisasi.

Baca Artikel Terkait

Tugas Rais Aam

  1. Mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar; juga kebijakan umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
  2. Mengukuhkan NU sebagai penjaga, pemelihara dan pengembang paham Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah
  3. Mendayagunakan NU sebagai pilar penyangga ideologi negara Pancasila dan NKRI
  4. Memimpin, mengkoordinasikan dan mengawasi tugas tugas di jajaran Syuriyah.
  5. Bersama Ketua Umum memimpin pelaksanaan Muktamar, Musyawarah Nasional Alim Ulama, Konferensi Besar, Rapat Kerja Nasional, Rapat Pleno, Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah NU.
  6. Memimpin Rapat Harian Syuriyah dan Rapat Pengurus Lengkap Syuriyah.

Baca Juga : Struktur Organisasi NU (Nahdlatul Ulama)

Wakil Rais Aam, Wewenang dan Tugas

Kewenangan Wakil Rais ‘Aam (dalam struktur Syuriyah) adalah:

  1. Menjalankan kewenangan Rais ‘Aam apabila Rais ‘Aam berhalangan.
  2. Menjalankan kewenangan Rais ‘Aam sesuai pendelegasian oleh Rais ‘Aam.
  3. Bersama Rais ‘Aam memimpin, mengatur, mengawasi pelaksanaan kebijakan umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Baca Juga : Pengurus Organisasi NU Dan Pimpinan Badan Otonom NU

Tugas Wakil Rais ‘Aam (dalam struktur Syuriyah) adalah:

  1. Membantu tugas-tugas Rais ‘Aam.
  2. Mewakili Rais ‘Aam apabila Rais ‘Aam berhalangan.
  3. Mewakili Rais ‘Aam atas seizin dan perintah Rais ‘Aam.
  4. Melaksanakan bidang tertentu yang penetapannya oleh dan atau bersama Rais ‘Aam.
  5. Merumuskan arah dan kebijakan kaderisasi ulama.
  6. Merumuskan arah dan kebijakan pemeliharaan dan
  7. pengembangan pendidikan pondok pesantren.
  8. Merumuskan arah dan kebijakan pendidikan agama di PTNU.

Wewenang dan Tugas Rais. Kewenangan Rais (dalam struktur Syuriyah) adalah menjalankan wewenang Rais ‘Aam dan atau Wakil Rais ‘Aam apabila berhalangan; juga kewenangan merumuskan pelaksanaan bidang khusus sesuai pembagian tugas masing-masing.

Tugas Rais (dalam struktur Syuriyah NU) adalah membantu tugas-tugas Rais ‘Aam dan atau Wakil Rais ‘Aam; mewakili Rais ‘Aam dan atau Wakil Rais ‘Aam apabila berhalangan; juga melaksanakan bidang khusus sesuai pembagian tugas masing-masing.

Wewenang dan Tugas Katib A’am. Kewenangan Katib ‘Aam (dalam struktur Syuriyah NU) adalah merumuskan dan mengatur pengelolaan kekatiban Syuriyah; bersama Rais ‘Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal menandatangani keputusan keputusan Pengurus Besar yang bukan domain dari Tanfidziyah NU.

Baca Artikel Terkait

Tugas Katib Aam

Tugas Katib Aam dalam struktur Pengurus Syuriyah NU adalah :

  1. Membantu Rais ‘Aam, Wakil Rais ‘Aam dan Rais-Rais dalam menjalankan wewenang dan tugasnya.
  2. Menyiapkan bahan-bahan materi dan forum terkait pengembangan paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
  3. Menyiapkan bahan-bahan dan informasi serta forum untuk menjaga ideologi negara Pancasila dan mempertahankan NKRI.
  4. Merumuskan dan mengatur manajemen administrasi Syuriyah.
  5. Mengatur dan mengkoordinasi pembagian tugas di antara para Katib yang tertuang dalam ketetapan.
  6. Menyusun prosedur administrasi Syuriyah yang tertuang dalam ketetapan.
  7. Memfasilitasi pertemuan-pertemuan, rapat-rapat pengurus Syuriyah.
  8. Menyiapkan kerjasama-kerjasama keulamaan baik regional maupun internasional.
  9. Melakukan koordinasi dengan Pengurus Tanfidziyah.

Baca juga: Pengurus Tanfidziyah NU, Kedudukan, Tugas dan Wewenang

Wewenang dan Tugas Katib. Kewenangan Katib (dalam struktur Syuriyah NU) adalah; melaksanakan kewenangan-kewenangan Katib ‘Aam apabila berhalangan; melaksanakan kewenangan sesuai dengan bidang masingmasing; Bersama Rais ‘Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal juga berwenang menandatangani keputusan-keputusan Pengurus Besar yang bukan domain dari Tanfidziyah, apabila Katib Aam berhalangan.

Tugas Katib

Tugas Katib (dalam struktur Pengurus Syuriyah NU) adalah:

  1. Membantu tugas-tugas Katib ‘Aam.
  2. Mewakili Katib ‘Aam apabila berhalangan.
  3. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh Katib ‘Aam.
  4. Melaksanakan tugas kekatiban sesuai dengan ketetapan yang ada.
  5. Mendampingi Rais-Rais sesuai dengan bidangnya masingmasing.

A’wan Syuriyah

Wewenang dan Tugas A’wan. Kewenangan A’wan adalah memberi masukan kepada Syuriyah NU; masukan A’wan bisa secara lisan maupun tertulis; Tugas A’wan adalah membantu pelaksanaan tugas-tugas Syuriyah. A’wan Syuriyah baik di tingkat PWNU, PCNU, MWCNU maupun ranting NU; juga memiliki tugas serta kewenangan masing-masing.

Baca Juga >> Susunan Pengurus Lengkap PBNU Masa Khidmat 2022-2027

Demikian penjelasan tentang Pengurus Syuriyah NU, kedudukan, tugas juga sekaligus Wewenang dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Bagaimana kedudukan, apa saja tugas dan wewenang Syuriyah NU (Nahdlatul Ulama) di tingkat PCNU, PCNU, MWCNU, Pengurus Ranting NU dan Pengurus Anak Ranting NU? Semuanya kembali ke Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama, juga kepada Peraturan Organisasi Nahdlatul Ulama yang mengatur hal tersebut. Akan halnya wewenang, tugas dan kedudukan serta fungsinya di daerah, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.

Baca Juga >> Rangkap Jabatan di Organisasi NU, Bagaimana Peraturannya?

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button