STAI Sufyan Tsauri Gelar Open Turnamen Catur, Ini Juaranya

NU CILACAP ONLINE – Sekolah Tinggi Agama Islam Sufyan Tsauri (STAI) Majenang menggelar Open Turnamen Catur (Non Master). Kegiatan dihelat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Cilacap yang ke 165 tahun ini memiliki tujuan guna menguatkan relasi seni, budaya dan kerukunan umat beragama.

Disampaikan Ketua Plt. STAI Sufyan Tsauri Majenang, H. Masngudi, di sela-sela kegiatan yang berlangsung di gedung Integrasi kampus STAI Sufyan Tsauri Majenang, Cilacap. Ahad (28/3, Kegiatan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Diikuti oleh pecatur dari wilayah se-Banyumas Raya, dengan jumlah 106 peserta. Terdiri dari Kategori Yunior atau Anak-anak diikuti 8 peserta. Kategori Lokal dan Umum (usia dewasa ) sejumlah 98 peserta

Kepada NUCOM, NU Cilacap Official Media, Ketua panitia penyelenggara Frendi Fernando, MA menjelaskan, kegiatan turnamen catur bekerjasama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Majenang Cilacap.

“Ini even pertama di Majenang, dibuka untuk masyarakat umum non master. Kegiatan ini memperebutkan piala STAI Sufyan Tsauri Open dengan total hadiah sebesar 2 juta rupiah. Untuk Kategori Umum, Lokal dan Anak-anak.” terangnya.

Baca juga Syekh Sufyan Tsauri Cigaru Majenang, Biografi Singkat

Artikel Terkait

Dia menambahkan, even catur memiliki maksud tujuan sebagai upaya membentuk mentalitas pribadi seseorang memiliki karakter, dan pemikiran cemerlang.

“Mentalitas nilai nasionalisme dapat mengenang jasa para pejuang masa lalu, para pejuang Majenang maupun pahlawan Cilacap yang gugur dalam berperang melawan belanda, dengan menggunakan siasat-siasat jitu yang sulit dipahami oleh Belanda.” paparnya

Juara Turnamen Catur

Sementara itu Perwakilan Percasi Kabupaten Cilacap, sekaligus wasit turnamen, Tarsidi, mengatakan turnamen catur menggunakan Sistem Swiss, masing-masing peserta memainkan 7 babak dengan 7 lawan berbeda. Dari sistem ini akan diketahui peserta mendapati point tertinggi. Dan point tertinggi menjadi juaranya.

Baca juga 5 Nilai Dan Seni Berkehidupan Dalam Permainan Catur

“Juara Umum, Robby Katana (UNSOED), Armenia Zendy (BANTARSARI), dan Rahtulani (AJIBARANG)
Juara umum lokal diraih oleh Cahidin, Sarno dan wan Yuliarto. Sementara kategori Junior atau Anak-anak diraih oleh Hikam Athoillah (Bantarsari), Hyang Ayu (Karangpucung) dan Syifa Nur Safitri (Banyumas)” terangnya.

Diapun menyatakan penyelenggaraan turnamen catur terbesar setelah pandemi di Banyumas Raya dan terakbar sejauh ini di STAIS Majenang. Diapun berharap STAI Sufyan Tsauri bisa terus melanjutkan event serupa untuk menyokong dan mencari generasi-generasi penerus atlit catur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button