Ranting NU

Ranting NU Binangun Bantarsari Gelar Musyawarah Ranting

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Binangun Bantarsari menggelar Musyawarah Ranting (Musran) pada hari Ahad (24/07) di Masjid Al-Huda Dusun Tambakreja Desa Binangun Kecamatan Bantarsari.

Hadir dalam Musran tersebut Wakil Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bantarsari, K A. Safari, Sekretaris MWCNU Bantarsari Ngadino, Kepala Dusun Tambakreja beserta unsur Staff Pemerintah Desa Binangun, Pengurus Ranting NU Binangun dan seluruh peserta Musyawarah Ranting.

Ngadino mewakili MWCNU Bantarsari dalam sambutannya menegaskan agar Nahdliyin dalam ber-NU paling tidak memegang Pesan KH Ali Maksum Krapyak, yang pesan tersebut juga berkali-kali disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Cilacap, antara lain :

العلم والتعلم بنهضة العلماء

Pertama, yakni al-‘alimu wat ta’alum bi nahdlatil ulama.Warga Nahdliyyin mesti mempelajari apa dan bagaimana NU.

. العمل بنهضة العلماء

Kedua, yaitu setelah mempelajari juga dianjurkan untuk diamalkan dan diajarkan (al-amalu bi nahdlatil ulama).

. الجهاد بنهضة العلماء

Ketiga, berjihad sesuai dengan ruh Nahdlatul Ulama yang tercermin dalam Rahmatal lil alamin (Al-Jihadu bi nahdlatil ulama)

. الصبر بنهضة العلماء

Keempat, ketika kita berjuang harus sabar dengan kemasan Nahdlatul Ulama (Ash-Shabru bi nahdlatil ulama)

. الثقة بنهضة العلماء

Kelima, setelah semuanya dilakukan kita harus memiliki keyakinan terhadap perjuangan NU (Ats-Tsaqoh bi nahdlatil ulama)

Kepala Dusun Tambakreja Desa Binangun dalam Sambutannya mewakili Kepala Desa Binangun yang berhalangan hadir menyampaikan terimakasih kepada Ranting NU Binangun yang telah membuktikan kiprahnya dalam ikut membangun masyarakat terutama dalam bidang keagamaan maupun bidang sosial.

“ Tidak jarang Ranting NU ikut terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk hari ini yaitu pentasyaraufan sembako dan bantuan biaya hidup untuk masyarakat kurang mampu. Semua itu dari Hasil pengumpulan Koin NU, kami atas nama pemerintah desa sangat mendukung semua kegiatan-kegiatan yg dilaksanakan oleh Ranting NU Binangun, jadi ternyata NU itu tidak melulu hanya soal ibadah ” pungkasnya.

Baca Juga : Musran NU

Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah terpilih 

Musran NU Binangun setelah terbentuk majelis Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang beranggotakan lima Kyai mewakili Unsur PAR yang ada di Desa Biangun dipimpin oleh KH Muhtar Wasito berhasil memutuskan dan Menetapkan Kiai Abdur Rohman sebagai Rois Syuriyah.

Sementara itu dalam pencalonan Ketua Tanfidziyah muncul beberapa nama. Antara lain Khotim Habib, S.Pd.I yang sebelumnya pernah menjabat Ketua Ranting Ansor Binangun dan Kiai Mausul yang sebelumnya sudah menjadi pengurus Ranting.

Pimpinan Sidang mengacu kepada Tata tertib yang dibacakan sebelumnya apakah akan menggunakan Mufakat atau Voting, ternyata peserta Musran memilih mufakat, dan akhirnya secara aklamasi disepakati dan ditetapkan Khotim Habib, S.Pd.I sebagai Ketua Tanfidziyah.

Saat itu juga Rois dan Ketua Terpilih membentuk Tim Formatur untuk melengkapi kepengurusan serta mementukan tanggal dan tempat Rapat Formatur, dipilih Binangun Gocea salah satu wilayah Biangun yang letaknya wilayahnya berada ditengah-tengah wilayah Kawunganten.

Kontributor : Ngadino
Editor : Achmad Nur Wahidin

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button