Dokumentasi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap | NUCOM

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap disingkat PCNU Cilacap atau NU Cilacap adalah struktur organisasi keagamaan dan kemasyarakatan Islam Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya, antara keagamaan dan kemasyarakatan menjadi ciri organisasi yang didirikan oleh Ulama Pondok Pesantren ini.

Dengan ciri keagamaan, mengandung arti dan maksud, bahwa organisasi Nahdlatul Ulama pada awalnya adalah merupakan organisasi keagamaan Islam. Dan dengan ciri kemasyarakatan, dikandung maksud bahwa pada saat didirikan, organisasi NU sudah ditetapkan tujuannya, yaitu tujuan organisasi NU, untuk mengurus hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Mayoritas penduduk Muslim di Kabupaten Cilacap melaksanakan Amaliyah Keagamaan Islam Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah) ala Nahdlatul Ulama. Tentu saja, memasyarakatnya paham keagamaan NU ala Islam Aswaja ini, di bawah bimbingan Pengurus NU dan/atau para Ulama baik langsung maupun tidak langsung melalui lembaga pendidikan; pondok pesantren dan Masjid/Musholla serta Majelis Ta’lim lainnya.

Sejauh ini Islam Ahlussunnah Wal Jamaahala Thariqati Nahdlatil Ulama  yang diikuti dan dipedomani oleh masyarakat/warga Nahdliyyin Kabupaten Cilacap, masih tetap bertahan kuat di tengah gencarnya serangan dari “Kelompok Islam Baru”; dengan modus “takfir/pengkafiran”, “sesat-menyesatkan” dan sejenisnya; hingga kelompok yang “merebut” Asset NU.

Dari beberapa sudut pandang, Kabupaten Cilacap merupakan miniatur Indonesia. Di mana jika pengelolaan keragaman latar belakang masyarakatnya berjalan dengan baik dan bijak, bisa menjadi modal sosial bagi keberlangsungan kehidupan. Warga NU yang merupakan mayoritas dari warga Indonesia, juga merupakan bagian tak terpisahkan dari  warga masyarakat Kabupaten Cilacap,  dengan tata-nilai keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Artikel Terkait

Dukungan Struktur dan Kultur

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap memiliki struktur organisasi di bawahnya yaitu sebanyak 24 (dua puluh empat) kepengurusan di tingkat Kecamatan, yang disebut Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU); dan sejumlah 284 (dua ratus delapan puluh empat) kepengurusan di tingkat Desa, yang disebut Pengurus Ranting NU.

Baca Juga:

Dan –seharusnya bisa—memiliki ratusan bahkan ribuan Pengurus Anak Ranting (PAR) NU berbasis Masjid/Musholla. Organisasi NU Kabupaten Cilacap ada bersama Lembaga dan Badan Otonom NU dengan tugas, fungsi dan wewenang yang terintegrasi. Juga dengan visi, misi dan cita-cita serta keputusan dan kebijakan Nahdlatul Ulama.

Dengan dukungan struktur yang ada sampai dengan kelompok terkecil masyarakat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap semakin kokoh berdiri. Fungsi struktur sebagai penguat program dan kegiatan mendapat dukungan dari struktur Badan Otonom NU sebagai penyemai kader NU. 

Sekali lagi perlu penegasan, bahwa warga NU adalah rakyat kebanyakan di Kabupaten Cilacap. Tidak sulit, untuk mengenali karakteristik Aswaja dari warga NU. Cukup dengan melihat aktifitas amaliyah keagamaannya yang tersebar dari perkotaan hingga pelosok desa. Inilah bentuk dukungan kultur bagi organisasi NU Cilacap.

Baca Juga : NU, Organisasi Keagamaan & Kemasyarakatan Islam Aswaja

Dari kelompok Yasin, Tahlil, Manaqib, Majelis Ta’lim, Majelis Dzikir-Shalawat, Pesantren, Masjid, Musholla dan Langgar dan aktifitas keagamaan lain berbasis tarekat/thariqah. Itulah amaliyah keagamaan ala Ahlussunnah wal Jamaah yang sedemikian membumi di Kabupaten Cilacap.

Amaliyah Aswaja yang menumbuhkan sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang sejuk, aman, damai, dan jauh dari konflik sosial. Dengan latar belakang Amaliyah Keagamaan Islam Aswaja dan semangat yang sama, yaitu komitmen yang tinggi dan konsistensi yang teguh dalam “mempertahankan” Islam Aswaja dan Kebangsaan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap senantiasa berusaha dan berharap; dengan cara cara yang baik dan benar mengupayakan agar Kabupaten Cilacap, menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang berlandaskan sikap keberagamaan seperti itu. Itulah yang menjadi bagian dari konsistensi dan komitmen NU dalam membangun masyarakat yang belandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Baca Juga : 

Tantangan Ke Depan

Organisasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap dan cita-cita para penggerak dan pendirinya, telah melewati sejarah yang bukan tanpa tantangan, hambatan dan rintangan. Hingga sekarang ini dan sampai dengan membumi dan memasyarakat,

Sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap telah ada dan turut mewarnai Kabupaten Cilacap sekurang-kurangnya 6 dasawarsa yang lalu, bahkan lebih secara embrional dari persebaran Ulama di seluruh penjuru Cilacap.

Dalam kurun waktu tersebut, NU berperan serta dalam proses-proses sosial, politik, idiologi, budaya, ekonomi, pendidikan. Juga persoalan kebangsaan lainnya di level regional Kabupaten Cilacap.

Baca : Sejarah Organisasi Nahdlatul Ulama (NU)

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap sebagaimana Pengurus Cabang NU di Kabupaten lain di seluruh Indonesia,  juga memandang sangat penting mempersiapkan diri menuju usia 100 tahun atau Satu Abad NU ditahun 2026. Ada waktu selama 9 (sembilan) tahun sejak tahun 2018 sampai dengan 2026 nanti.

Kiranya, “angka 9” bisa menjadi motivasi bagaimana seluruh komponen NU bisa bersinergis menyatukan gerakanuntuk menggerakkan semua potensi yang dimiliki untuk meraih kejayaan bersama menuju Satu Abad NU ditahun 2026.

Demikian selayang pandang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap. Semoga bisa menambah wawasan untuk semuanya. | NUCOM

Baca Juga >> Khittah NU, Khittah Nahdlatul Ulama, Khittah Nahdliyyah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

14 + 7 =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button