Dokumentasi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap | NUCOM

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap disingkat PCNU Cilacap atau NU Cilacap adalah struktur organisasi keagamaan dan kemasyarakatan Islam Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya, antara keagamaan dan kemasyarakatan menjadi ciri organisasi yang didirikan oleh Ulama Pondok Pesantren ini.

Dengan ciri keagamaan, dikandung maksud, bahwa organisasi Nahdlatul Ulama pada awalnya adalah merupakan organisasi keagamaan Islam. Dan dengan ciri kemasyarakatan, dikandung maksud bahwa pada saat didirikan, organisasi NU sudah ditetapkan tujuannya, yaitu tujuan organisasi NU, untuk mengurus hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Baca Juga : Susunan Pengurus NU Cilacap Masa Khidmah 2018-2023

Mayoritas penduduk Muslim di Kabupaten Cilacap melaksanakan Amaliyah Keagamaan Islam Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah) ala Nahdlatul Ulama. Tentu saja, memasyarakatnya paham keagamaan NU ala Islam Aswaja ini, di bawah bimbingan Pengurus NU dan/atau para Ulama baik langsung maupun tidak langsung melalui lembaga pendidikan; pondok pesantren dan Masjid/Musholla serta Majelis Ta’lim lainnya.

Sejauh ini Islam Ahlussunnah Wal Jamaahala Thariqati Nahdlatil Ulama  yang diikuti dan dipedomani oleh masyarakat/warga Nahdliyyin Kabupaten Cilacap, masih tetap bertahan kuat di tengah gencarnya serangan dari “Kelompok Islam Baru”; dengan modus “takfir/pengkafiran”, “sesat-menyesatkan” dan sejenisnya; hingga kelompok yang “merebut” Asset NU.

Dari beberapa sudut pandang, Kabupaten Cilacap merupakan miniatur Indonesia di mana jika keragaman latar belakang masyarakatnya dikelola dengan baik dan bijak, bisa menjadi modal sosial bagi keberlangsungan kehidupan. Warga NU yang merupakan mayoritas dari warga Indonesia, juga merupakan bagian tak terpisahkan dari  warga masyarakat Kabupaten Cilacap,  dengan tata-nilai keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap memiliki struktur organisasi di bawahnya yaitu sebanyak 24 (dua puluh empat) kepengurusan di tingkat Kecamatan, yang disebut Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU); dan sejumlah 284 (dua ratus delapan puluh empat) kepengurusan di tingkat Desa, yang disebut Pengurus Ranting NU.

Dan –seharusnya bisa—memiliki ratusan bahkan ribuan Pengurus Anak Ranting (PAR) NU berbasis Masjid/Musholla. Organisasi NU Kabupaten Cilacap didukung oleh Lembaga dan Badan Otonom NU dengan tugas, fungsi dan wewenang yang terintegrasi dengan visi, misi dan cita-cita serta keputusan dan kebijakan Nahdlatul Ulama.

Sekali lagi ditegaskan, bahwa warga NU adalah rakyat kebanyakan di Kabupaten Cilacap. Tidak sulit, untuk mengenali karakteristik Aswaja dari warga NU. Cukup dengan melihat aktifitas amaliyah keagamaannya yang tersebar dari perkotaan hingga pelosok desa.

Dari kelompok Yasin, Tahlil, Manaqib, Majelis Ta’lim, Majelis Dzikir-Sholawat, Pesantren, Masjid, Musholla dan Langgar dan aktifitas keagamaan lain berbasis tarekat/thariqah. Itulah amaliyah keagamaan ala Ahlussunnah wal Jamaah yang sedemikian membumi di Kabupaten Cilacap dan menumbuhkan sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang sejuk, aman, damai, dan jauh dari konflik sosial.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap senantiasa berusaha dan berharap dengan cara cara yang baik dan benar mengupayakan agar Kabupaten Cilacap, sampai kapanpun, membutuhkan sikap kemasyarakatan yang dilandasi sikap keberagamaan seperti itu. Itulah yang menjadi bagian dari konsistensi dan komitmen NU dalam membangun masyarakat yang belandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan, NU Cilacap telah ada dan turut mewarnai Kabupaten Cilacap sekurang-kurangnya 6 dasawarsa yang lalu, bahkan lebih jika dilihat secara embrional dari persebaran Ulama di seluruh penjuru Cilacap.

Baca Juga : Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap 2012-2017

Sampai dengan membumi dan memasyarakat, Organisasi NU Cilacap dan cita-cita para penggerak dan pendirinya, dijalankan bukan tanpa tantangan, hambatan dan rintangan. Dalam kurun waktu tersebut, NU berperan serta dalam proses-proses sosial, politik, idiologi, budaya, ekonomi, pendidikan dan persoalan kebangsaan lainnya di level regional Kabupaten Cilacap. Dengan latar belakang Amaliyah Keagamaan Islam Aswaja dan semangat yang sama, yaitu komitmen yang tinggi dan konsistensi yang teguh dalam “mempertahankan” Islam Aswaja dan Kebangsaan

Sebagaimana di Kabupaten lain di seluruh Indonesia, Nahdlatul Ulama di Kabupaten Cilacap juga memandang sangat penting bagaimana mempersiapkan diri menuju usia 100 tahun atau Satu Abad NU ditahun 2026. Ada waktu selama 9 (sembilan) tahun sejak tahun 2018 sampai dengan 2026 nanti. Kiranya, “angka 9” bisa menjadi motivasi bagaimana seluruh komponen NU bisa bersinergis menyatukan gerakanuntuk menggerakkan semua potensi yang dimiliki untuk meraih kejayaan bersama menuju Satu Abad NU ditahun 2026.

Demikian selayang pandang PCNU Cilacap, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap. Semoga bisa menambah wawasan untuk semuanya. | NUCOM

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × four =

Back to top button