Esai Opini Wawasan

Palestina Mungkin Penting Dan Perlu Untuk Dibantu, Tapi……….

Palestina mungkin penting dan perlu untuk dibantu, Tapi……….bukan semata-mata karena di sana ada agama Islam dan pemeluknya, karena nyatanya yang non muslim juga banyak. Artinya kalau mau bantu, tentu Palestina sebagai Nation, sebagai sebuah bangsa.

Itu pun, mandat telah kita berikan kepada pemerintah. Ini mengandung arti, negara face to face negara. Bantuan diberikan oleh negara kita kepada negara palestina. Baik dukungan diplomatik, moral, doa maupun dana.

Palestina mungkin penting dan perlu untuk dibantu, Tapi……….Kita, rakyat, hidup bertetangga, bermasyarakat. Tentu tidak semuanya hidup beruntung. Masih banyak saudara/tetangga kita yang butuh bantuan untuk hidup dari hari ke hari, bulan ke bulan. Ada juga yg membutuhkan biaya pendidikan, modal usaha, dan sebagainya.

Jika diperhatikan dengan seksama, isu ini tidak menarik bagi halayak muslim. Karena tidak diframing dengan sentimen dan bahasa agama. Padahal banyak perintah agama untuk mengurus keluarga, saudara dekat, tetangga, fakir-miskin, dan lain lain. Namun, semua ini tidak membangkitkan nafsu primordial.

Mari kita tengok kembali, dahulu, ketika ada TKW mau dipancung, ramai orang menghimpun donasi untuk membayar diyat 25 milyar. Pemerintah pun atas desakan masyarakat melobi Pemerintah Arab agar membatalkan hukuman pancung. Saya menulis di sebuah harian lokal untuk menanggapi kasus itu, dengan judul, Solidaritas Semu. Mengapa demikian?

Dana 25 milyar, tentu bukan dana kecil. Mengapa untuk fokus mengurusi satu orang saja, sementara banyak rakyat kita yang hidupnya susah, anak-anak masa depannya terpancung, usaha mikro yang kembang kempis, dan keluarga yang hidupnya menggelandang?

Andai 25 milyar itu untuk bikin rumah sederhana, berapa keluarga bisa punya rumah? Andai 25 milyar itu untuk mendidik anak-anak kita sekolah, berapa anak dapat sekolah? Andai 25 milyar itu untuk bantuan modal usaha, berapa orang dapat mengembangkan usahanya?

25 milyar hanya untuk mengurusi satu TKW yang hendak dipancung, ramai-ramai mereka mendukung, dengan menghimpun donasi, sementara kasus hukumnya kita tidak tahu yang sebenarnya. Ya, karena isu populer, menjanjikan populisme, diliput media.

Tentu kita tak menginginkan ada warga negara RI yang dihukum atau terlibat kasus hukum. Wajar pula kita ingin membelanya. Syukur membebaskannya.

Sama dengan Palestina. Palestina Mungkin Penting Dan Perlu Untuk Dibantu, tapi, jangan biarkan penderitaan terus berlangsung dan menggelinding tanpa jeda di sekitar kita, hanya karena peristiwa yang jauh dari jarak dan pandangan kita. Kita harus menguji dengan skala prioritas dan proporsional. Biarlah pemerintah yang mengurus masalah bilateral Indonesia Palestina.

Kita, mari donasikan dana kita untuk menghidupkan nafas unit-unit sosial dan ekonomi di sekitar kita, sesuai dengan kedudukan dan kemampuan kita di masyarakat. Ini lebih penting. Termasuk empowerment ekonomi umat NU yang banyak tertinggal dari yang lain.

~ Artikel Palestina Mungkin Penting Dan Perlu Untuk Dibantu, Tapi………. ditulis oleh Taufik Imtikhani, Pojok Cilacap, 160421.

Editor: Naely Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

13 − 13 =

Back to top button