MWCNUNU News

MWCNU Adipala Gelar Buka Bersama Lintas Agama

Merajut Ukhuwah Kebangsaan dalam Bingkai Kebhinekaan

Kamis Pahing tanggal 6 Mei 2021 bertempat di Gedung Sekretariat Bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Adipala, Kader NU Adipala mengadakan silaturrahim dan buka bersama lintas agama bersama dengan Jaringan Gusdurian Adipala dan Gereja Katholik Tyas Dalem Kroya.

Acara buka bersama ini dihadiri oleh perwakilan Banom dan Lembaga se-Kecamatan Adipala, Forkompincam Adipala, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB ) Adipala, Jaringan Gusdurian Adipala, Paroki Gereja Katholik Tyas Dalem Kroya, pengurus Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PHDI) Cilacap, pengurus Paguyuban Resik Kubur Jero Tengah (PRKJ) Adiraja, Pengurus Paguyuban Cahya Buwana 1610 Srandil, Bhante Cisarub Padepokan Agung Sang Hyang Jati Gunung Selok, Pengurus kelenteng Lam Tjeng Kion G Cilacap dan pengurus Adat tradisis Anak Putu (ATAP) Kalikudi.

“Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud untuk mempererat tali silaturrahim lintas agama sehingga terjalin kerukunan dan rasa saling menghormati antar sesama pemeluk agama. Dalam Islam ada dua hubungan yang harus selaras dan seimbang. Selain hubungan dengan sang pencipta juga hubungan dengan sesama manusia, Hablumminalloh wa hablumminannas,” Ungkap ketua MWCNU Kecamatan Adipala H Yakup Karmawan dalam sambutan selamat datang.

buka bersama lintas agama MWCNU Adipala
Pengurus MWCNU Adipala bersama dengan warga lintas agama di Kecamatan Adipala

Romo Tri Kusumo perwakilan dari pengurus paroki Gereja Katholik Tyas Dalem Kroya dalam sambutannya menyampaikan rasa suka dan bahagia atas sambutan hangat warga NU selama ini,yang menjunjung tinggi kebersamaan, keberagaman dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pentingnya Sikap Toleran

Selanjutnya ketua FKUB Adipala KH Abdul Ghofir menyampaikan pentingnya sikap At-Tasamuh warga NU dengan penganut agama lain.

“At-Tasamuh berarti toleran. Maksudnya NU toleran terhadap perbedaan pandangan dalam masalah agama, terutama dalam khilafiyah atau furu’iyah. NU juga bersikap toleran terhadap perbedaan agama dan keyakinan, keanekaragaman budaya dan adat istiadat”, terang KH Abdul Ghofir.

“Sikap Tasamuh ini didasarkan pada ajaran Nabi Muhammad SAW dan cara Wali Songo dalam berdakwah. Dengan sikap toleran ini, NU dapat menyesuaikan dengan kondisi dan budaya manapun, serta dapat diterima disemua kalangan masyarakat tanpa kekerasan”, lanjut KH Abdul Ghofir.

Acara ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh katib syuriyah MWCNU Adipala Kyai Achmad Nur Afandi. Dalam uraian tausiyahnya menjelaskan tentang kebahagiaan orang yang berpuasa yaitu ketika berbuka serta kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.

Selanjutnya, Romo KH Sahal Adzkiya selaku Rais MWCNU Adipala memimpin doa penutup. Acara buka bersama lintas agama ini diakhiri dengan sholat maghrib berjama’ah.

Kotributor: Fathin Amamah, Adipala

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button