Antologi NU

Muktamar Ke-33 NU Tahun 2015 Di Jombang

Tahun 2015 NU melaksanakan Muktamar ke-33, Muktamar NU adalah forum permusyawaratan tertinggi di organisasi sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (NU).

Dikatakan tertinggi karena Muktamar diselenggarakan oleh PBNU dan diikuti oleh Pengurus Cabang NU seluruh Nusantara. Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabiuts Tsani 1345 H/21 Oktober 1926. Organisasi Sosial Keagamaan Muhammadiyah juga menggunakan istilah Muktamar untuk permusyawaratannya.

Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama pasal 72 menyatakan bahwa Muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi di dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Muktamar membicarakan dan menetapkan:

  1. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang disampaikan secara tertulis
  2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
  3. Garis-garis Besar Program Kerja Nahdlatul Ulama 5 (lima) tahun
  4. Masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan
  5. Rekomendasi Organisasi
  6. Memilih Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Muktamar dipimpin dan diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekali dalam 5 (lima) tahun dan dihadiri oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang/Cabang Istimewa dan Muktamar dinyatakan sah apabila dihadiri oleh dua pertiga jumlah Wilayah dan Cabang/Cabang Istimewa yang sah.

Seperti diketahui, Muktamar NU ke 33 Tahun 2015 akan dilaksanakan di Jombang Jawa Timur. Jombang dipilih karena diketahui bersama bahwa Pendiri Nahdlatul Ulama Syekh Hasyim Asy’ari lahir di Tebuireng Jombang Jawa Timur. Muktamar NU 2015 ini akan dilaksanakan di empat pesantren, yaitu Tebuireng, Tambakberas, Denanyar dan Rejoso.

Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, juga kita ketahui tempat lahirnya KH Abdul Wahab Hasbullah, Ulama Pendiri dan Penggerak Organisasi NU. Di Pesantren Denanyar juga demikian, ada KH Bisri Syansuri yang juga pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

Selain Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, ada juga partai politik yang menggunakan kata Muktamar seperti Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mungkin, penggunaan istilah Muktamar pada kedua parti PKB dan PPP tidak terlepas dari ruh ke-NU-an para pengurusnya yang sebagian besar adalah warga NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 × 2 =

Back to top button