Antologi NU

Makna Kiasan Di Balik Kata FATAYAT, Apa Saja? Yuk Ketahui

Ada makna kiasan di balik rangkaian huruf yang membentuk kata FATAYAT yaitu, Future, Apologize, Trust, Agreement, Young, Actualization dan Treatment. Bagaimana penjabarannya?

Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Adipala Muhamad Hajri Sidiq menjelaskan satu per satu. FATAYAT yang terdiri dari 7 huruf mengandung makna kiasan per hurufnya.

Future (F), yang berarti masa depan. Selain berpandangan luas ke depan, kader Fatayat NU menjadi andalan Muslimat NU di masa depan. Jika Fatayat hari ini berjalan dengan baik maka sepuluh tahun yang akan datang Muslimat NU pun akan lebih baik.

Apologize (A), kader Fatayat NU adalah kader pemaaf. Saling memaafkan menjadi bagian dari ruh dalam berorganisasi. Sahabat Fatayat NU hendaknya mencontoh perilaku dan ajaran Rasulullah SAW yang selalu memaafkan setiap kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.

Trust (T), ini berhubungan dengan kepercayaan. Ketika Fatayat NU sudah disumpah diambil janjinya untuk berkhidmat berjuang di Nahdlatul Ulama dan untuk NKRI; di situ kepercayaan masyarakat sepenuhnya ada pada Fatayat. Untuk itu bagaimana menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat agar tetap ada dan lestari supaya masyarakat selalu percaya kepada Fatayat NU.

Agreement (A), yang berarti kesepakatan. Fatayat NU menjunjung tinggi pronsip musyawarah untuk mufakat yang dikenal dengan kesepakatan. Setiap melaksanakan kegiatan antara pengurus yang satu dengan yang lainnya harus ada kesepakatan dan musyawarah mufakat agar hasil yang dicapai lebih maksimal.

Young (Y), muda, sesuai dengan jatidiri dan keadaan sebenarnya; Fatayat yang berarti pemudi, tidak hanya secara umur masih muda melainkan juga dalam semangat berorganisasi; jiwa muda Fatayat NU menjadi bekal semangat dalam menjalankanroda organisasi.

Actualization (A); huruf A ke tiga pada kata FATAYAT memiliki makna kiasan Aktualisasi; ini berarti setelah berkelanjutan dari semua kegiatan maka hendaknya diaktualisasikan ilmu yang sudah didapat di Fatayat NU agar orang lain pun ikut merasakan manfaatnya.

Treatment (T), perlu adanya sentuhan-sentuhan yang lembut agar Fatayat NU ke depan lebih baik dan lebih dinamis lagi dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat.

Hajri Sidiq

Cinta Tanah Air, Hindari Ujub

Muhamad Hajri Sidiq menyampaikan makna kiasan di balik rangkaian huruf yang membentuk kata FATAYAT tersebut dalam momen santunan yatim piatu PAC Fatayat NU Adipala dan Pimpinan ranting Fatayat NU Welahan beberapa waktu yang lalu.

Dalam tausiyahnya Muhamad Hajri Sidiq menjelaskan pentingnya cinta tanah air. Ini juga sudah sesuai sesuai dengan jargon yang sering diteriakkan warga NU “Hubbul Wathon Minal Iman”.

“Bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman. Apalagi di dalam Nahdlatul Ulama bahwa mencintai tanah air adalah harga mati tidak bisa ditawar-tawar lagi,” katanya.

Islam menurut Muhammad Hajri Sidiq, mengajarkan bahwa cinta kepada tanah air adalah bagian dari iman. Tanah air kita adalah Indonesia, mencintai Indonesia adalah bagian dari iman, kalau mengkhianati Tanah Air Indonesia berarti telah kehilangan sebagian imannya.

Hajri juga menambahkan jangan sampai sebagai pengurus Fatayat memiliki sikap ujung atau berbangga diri. Ujub artinya sombong dan menjadi salah satu penyakit hati yang yang dapat menghancurkan amal seseorang.

Selanjutnya, mengutip hadits riwayat At-Thabrani, Hajri menyebutkan,  bahwa ujub termasuk satu dari tiga perkara yang membinasakan. “Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujubnya seseorang terhadap diri sendiri.” (HR. At-Thabrani).

Hajri juga menambahkan beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan dari sifat ujub yaitu antara lain :
1. Sifat ujub akan membentuk kepribadian negatif dan mendekatkan pada perilaku tercela; 2. Ujub dapat menghapus amal perbuatan saleh yang telah dilakukan; 3. Mendatangkan kebencian dan murka dari Allah SWT; 4. Orang yang berbuat ujub tidak akan dipercaya oleh orang lain; 5. Ujub dapat menutupi kebaikan seseorang dan mendatangkan celaan bagi orang tersebut.

Baca juga: Penulisan Singkatan Tingkatan Organisasi NU Yang Benar

Kontributor : Fathin Amamah
Editor : Khayaturrohman

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button