Foto

Roan MWCNU Kawunganten Selesaikan Aula Gedung Sekretariat

Roan digelar oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kawunganten guna selesaikan proses pendirian Aula Gedung Sekretariat Bersama.

Roan adalah kegiatan khas santri di Pondok Pesantren untuk melaksanakan kegiatan sosial secara bersama-sama. Roan berawal dari kata tabarukan yang disingkat menjadi rukan, kemudian menjadi roan.

Kegiatan Roan adalah hal yang meng-adat dan melekat pada jati diri santri dan pesantren. Setiap santri kadang dibebani untuk roan, paling tidak membersihkan kamarnya sendiri.

Disamping kebersihan ajaran Islam, juga kebersihan adalah anjuran dokter dan tentunya manfaat dari kebersihan untuk diri masing-masing. Di pesantren, roan dilaksanakan setiap hari, khususnya di hari Jum’at, biasa disebut dengan roan akbar.

Para santri membersihkan taman-taman, sungai, kamar mandi, dan seluruh lokasi di Pondok Pesantren. Ada hal unik roan di Pesantren, umumnya diseluruh Pesantren Nusantara, para santri berbondong-bondong dan saling royokan ketika diutus roan di Pondok Pesantren

الطهور شطر الايمان

Kesucian adalah sebagian dari iman begitu sabda Nabi SAW. Karena yang bersih belum tentu suci dan yang suci biasanya bersih.

Di atas beberapa cuplikan gambar pelaksanaan Roan MWCNU Kawunganten dalam rangka selesaikan Aula Gedung Sekretariat

Roan MWCNU Kawunganten

Karena kebiasaan para kader NU yang notabenenya adalah santri jelas otomatis kalau ada kegiatan yang melibatkan kegiatan umum dalam organisasi mereka akan berbondong-bondong bekerja sama bahu membahu untuk kemaslahatan umat khususnya pada organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Kader Ansor dan Banser Kawunganten bahu membahu bekerja sama kerigan (bahasa Jawa) mendirikan Gedung Aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kawunganten pada Senin (23/08/2021) lalu.

“Bangunan baru ini di bangun tepat di belakang Gedung Sekretariat MWCNU Kawunganten. Setelah selesai dibangun nantinya diharapkan dapat lebih leluasa dan nyaman untuk kegiatan roda organisasi,” ujar Ketua MWCNU Kawunganten, KH Mastur Shodik.

Ada sesuatu yang unik bagi kalangan Santri kalau yang dawuh (suruh) Kiai pasti tidak akan pikir panjang, dalam diri santri tertanam sami’na waato’na pokoke nderek mawon (ikut saja). Itulah ciri khas santri yang tertanam hingga sekarang pada diri Ansor Banser Kawunganten khususnya dan Jam’iyah Nahdlatul Ulama pada umumnya

“Ansor Banser Maju Satu Barisan Satu Komando” Sahut Sururudin Selaku Kasatkoryon Banser Kawunganten.

Penulis : Sochibul Faih
Penyunting : Shevilla Dewi Pramudita

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button