“Jangan Anak Tirikan Kami!” Orasi Ketua PGMM Cilacap Menggema Senayan

NUCOM — Panas terik Senayan tak menyurutkan semangat ribuan guru madrasah swasta. Di tengah Aksi SIAGA 2026, Rabu 20 Mei 2026, suara lantang, orasi Ketua PGMM Cilacap Fatkhuddin memecah keramaian di depan Gedung MPR/DPR RI, “Jangan Anak Tirikan Kami!”
Dari Atas Mobil Komando
Dari atas mobil komando, dia bicara bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk 630 ribu guru madrasah dan sekolah swasta yang selama ini merasa terpinggirkan.
“Jangan sampai kita guru-guru yang mendesain masa depan kemudian dianak tirikan, didiskriminasi. Ini sesuatu yang sangat keji bagi kita,” tegasnya, disambut riuh dukungan massa.
Peran Besar, Perhatian Minim
Fatkhuddin menegaskan, guru madrasah swasta punya peran vital dalam mencerdaskan anak bangsa. Tapi kenyataannya, kesejahteraan dan kebijakan afirmatif pemerintah belum berpihak.
Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk ketidakadilan sistemik. Kontribusi nyata sudah diberikan, tapi perlakuan yang diterima jauh dari kata setara.
“Kita membayar pajak, kita mencerdaskan anak bangsa, tapi praktiknya kita didiskriminasi. Ini hal yang menyakitkan bagi kita semua,” ujarnya.
Persatuan Harga Mati
Di tengah tekanan kebijakan, Fatkhuddin mengingatkan pentingnya solidaritas. Ia mengajak seluruh guru madrasah swasta untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan kepentingan maupun tekanan dari luar.
“Kita harus bersatu padu, saling membantu, saling menguatkan agar guru-guru madrasah tetap kompak, jangan sampai terpecah belah,” serunya.
Menurutnya, hanya dengan kekompakan gerakan guru madrasah swasta bisa punya daya tawar di hadapan pembuat kebijakan.
Mendesak Revisi Regulasi
Selain menyoroti diskriminasi, Fatkhuddin juga mendesak evaluasi terhadap regulasi yang dinilai tidak adil. Aturan yang ada saat ini, katanya, perlu disesuaikan agar memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi guru madrasah swasta.
Tuntutan ini menjadi salah satu poin utama yang dibawa PGMM Cilacap ke Senayan, sejalan dengan agenda besar SIAGA 2026: menagih keadilan dan kesetaraan bagi guru madrasah dan sekolah swasta.
Orasi Fatkhuddin mendapat sambutan meriah. Massa aksi mengangkat spanduk dan meneriakkan yel-yel dukungan, seolah menegaskan bahwa suara guru madrasah swasta tak bisa lagi diabaikan.
SIAGA 2026 membuktikan satu hal: guru madrasah swasta siap bersuara, siap bersatu, dan siap menagih janji negara.
Penulis: Khazim Mahrur, Anggota Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Cilacap.
Aksi SIAGA Guru Madrasah Swasta Tuntut Hak Keadilan dan Kesejahteraan
Ribuan Guru Swasta dan Madrasah Gelar Aksi Besar di Jakarta 20 Mei 2026





