Ngopi Bareng MWCNU Adipala: Bahas Nasab dan Nasib, Saling Hargai Perbedaan

NU Cilacap Online – Dalam suasana santai namun penuh makna, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Adipala menggelar acara ngopi bareng dengan tema menarik, “Tentang Nasab dan Nasib”, pada Senin (6/10/2025). Bertempat di Gedung Sekretaris bersama (Sekber) MWCNU Adipala.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini mempertemukan berbagai elemen penting, di antaranya perwakilan dari Pejuangan Walisongo Indonesia (PWI), Muhibbin Habaib, pengurus MWCNU Adipala, serta perwakilan Lembaga dan Banom.
Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua MWCNU Adipala, Kiai Yusuf Munawar, S.H.I., menjadi forum dialog terbuka untuk membahas isu yang sempat menimbulkan perbedaan pandangan, yakni keberatan dari PWI terhadap kebijakan mengundang habaib sebagai penceramah di wilayah Adipala.
Pembuka diskusi dengan perkenalan antar peserta, lanjut dengan sesi tukar pandangan secara terbuka dan konstruktif.
Pihak PWI menyampaikan pandangan dan alasan keberatannya, sementara Muhibbin Habaib memberikan penjelasan dan tanggapan dari sudut pandang keulamaan. Kedua pihak menunjukkan sikap terbuka dan saling menghormati dalam menyampaikan argumentasi.
Titik Temu dan Solusi
Setelah melalui proses dialog yang mendalam, titik temu pun akhirnya tercapai. Yusuf Munawar selaku penengah menyampaikan solusi yang diterima semua pihak. Ia menegaskan bahwa mengundang habaib dalam kegiatan keagamaan diperbolehkan, selama dilakukan secara proporsional dan melalui koordinasi bersama.
“Kita harus menjaga keseimbangan dalam dakwah. Semua pihak berhak tampil dan berkontribusi. Karena itu, jadwal pengajian akan disusun secara bergiliran antara habaib dan para ulama lainnya,” ujar Kiai Yusuf.
Kesepakatan ini menjadi simbol komitmen MWCNU Adipala dalam menjaga harmoni dan persatuan umat, sekaligus menegaskan bahwa perbedaan pandangan bukan alasan untuk berpecah, melainkan peluang untuk memperkaya khazanah keislaman melalui musyawarah.
Acara ditutup dengan suasana penuh kehangatan. Seluruh peserta saling berjabat tangan (musyafahah) sebagai tanda tercapainya mufakat dan perdamaian. Lantunan shalawat yang menggema pada sesi akhir pertemuan menambah kekhidmatan, menegaskan bahwa perbedaan telah terselesaikan dengan semangat ukhuwah dan cinta Rasulullah SAW.
Dengan semangat ngopi bareng ini, MWCNU Adipala kembali meneguhkan peranannya sebagai wadah musyawarah, persaudaraan, dan keseimbangan dalam dakwah demi kemaslahatan umat.
Penulis: Khayaturrohman





