Dorong Kemandirian Ekonomi, Purna PMI di Cilacap Dibekali Pelatihan UMKM

NU Cilacap Online – Kemandirian ekonomi bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus mendapat perhatian serius. Di tengah semangat membangun ekonomi kerakyatan, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkolaborasi dengan GIZ menggelar Pelatihan Keterampilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khusus bagi purna PMI beserta keluarganya di Kabupaten Cilacap.

Kegiatan yang merupakan bagian dari skema Program Penguatan Pelindungan PMI Berbasis Komunitas ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 14–15 April 2026, bertempat di Balai Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun, Cilacap.

Sebanyak 25 peserta lintas elemen turut serta dalam pelatihan ini. Mereka tidak hanya berasal dari purna PMI dan keluarga PMI, tetapi juga melibatkan perangkat desa, tokoh pemuda, hingga Satuan Tugas Desa Migran Emas Sidaurip.

Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas dan daya saing ekonomi para purna PMI agar mampu merintis usaha mandiri dengan mengoptimalkan potensi lokal desanya masing-masing.

Sinergi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Warga

Pembukaan acara berlangsung khidmat dan dihadiri sederet pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto; Wakil Ketua PCNU Cilacap, Fachrurrozi; Ketua Lakpesdam PCNU Cilacap, Ismah; serta Kepala Desa Sidaurip, Rasem.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakerin Cilacap, Farid Rijanto, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, kolaborasi antara Lakpesdam PBNU dan GIZ merupakan wujud nyata keberpihakan kepada masyarakat desa.

“Program seperti ini sangat penting untuk memastikan para purna PMI memiliki keterampilan dan peluang usaha yang berkelanjutan setelah kembali ke daerah asal. Ini sejalan dengan visi kami menciptakan ekosistem usaha yang mandiri dan tangguh,” tegas Farid, disambut antusias para peserta.

Wakil Ketua PCNU Cilacap, Fahrurrozi, juga menambahkan bahwa NU terus berkomitmen memberdayakan masyarakat, terutama mereka yang rentan secara ekonomi. “Kemandirian adalah kunci utama. Kami ingin para purna PMI tidak hanya pulang dengan modal fisik, tapi juga punya bekal ilmu dan mental wirausaha,” ujarnya.

Dari Ide Hingga Business Plan: Pendampingan Intensif ala Lakpesdam

Memasuki sesi inti, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari fasilitator profesional, M. Ulil Albab. Materi yang diberikan tidak hanya teori, melainkan sangat aplikatif dan membumi.

Mulai dari strategi menggali ide bisnis, inovasi produk berbasis potensi lokal (seperti olahan kelapa, perikanan, hingga kerajinan desa), hingga teknik menyusun rencana usaha atau business plan yang sederhana namun komprehensif.

Hasil dari pendampingan ini pun melampaui ekspektasi. Para peserta tidak hanya berhasil merumuskan berbagai purwarupa inovasi produk khas daerah, tetapi juga mampu menyusun dokumen perencanaan bisnis yang realistis dan berorientasi pasar.

Dokumen ini disiapkan sebagai pijakan awal mereka dalam membangun bisnis yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, saya jadi punya gambaran jelas. Dulu setelah pulang jadi bingung mau buka usaha apa. Sekarang saya sudah punya rencana bisnis dan tahu cara menghitung modal serta keuntungan,” ujar salah satu peserta purna PMI asal Desa Sidaurip.

Melalui pembekalan yang komprehensif ini, para purna PMI diharapkan tidak sekadar menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan perencanaan yang matang. Dengan begitu, roda ekonomi keluarga dapat terus berputar, sekaligus memberikan efek berantai bagi pengangkatan kesejahteraan komunitas di tingkat desa.

Agenda Berikutnya: Menyasar Desa Bojongsari dan Glempangpasir

Sebagai bentuk tindak lanjut dan pemerataan manfaat, program pelatihan serupa juga diagendakan untuk menyasar desa-desa lain di wilayah Cilacap. Rencananya, estafet kegiatan akan dilanjutkan di Desa Bojongsari pada 20–21 April 2026, serta Desa Glempangpasir pada 22–23 April 2026 mendatang.

Lakpesdam PCNU Cilacap mengimbau kepada seluruh purna PMI dan calon peserta di kedua desa tersebut untuk mempersiapkan diri dan bergabung. “Jangan sampai momen ini terlewatkan. Mari kita bangun ekonomi desa dengan semangat kemandirian dan gotong royong ala Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkas Ketua Lakpesdam PCNU Cilacap, Ismah.

Dengan adanya program ini, diharapkan akan lahir wirausaha-wirausaha baru dari kalangan purna PMI yang tangguh, inovatif, dan berakar pada potensi lokal. Wallahu a’lam bis showab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button