Purna PMI Bojongsari Didorong Bangun Usaha Mandiri

NU CILACAP ONLINE – Kepulangan para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke tanah kelahiran bukan sekadar akhir dari perjalanan merantau, melainkan awal dari harapan baru yang ingin ditata bersama. Inilah poin utama dari pelatihan Usaha Mikro bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK) yang berlangsung di Balaidesa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap.
Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat terus digencarkan melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan Usaha Mikro bagi PMI. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Senin–Selasa (20–21 April 2026), bertempat di Balai Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja.
Pelatihan diikuti oleh purna PMI, keluarga PMI, Satgas Demimas Glempangpasir, perangkat desa, PKK, pemuda, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini merupakan inisiasi Lakpesdam PBNU yang dilaksanakan oleh PC Lakpesdam NU Cilacap sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Kepala Desa Bojongsari, Sururudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia mendorong peserta untuk benar-benar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pelatihan ini harus menghasilkan perubahan. Ilmu yang didapat harus dipraktikkan, dan kelompok usaha di desa harus kembali diaktifkan agar ekonomi warga terus bergerak,” tegasnya.
Dia juga mempersilakan masyarakat memanfaatkan fasilitas desa, seperti mesin jahit, dengan mekanisme peminjaman resmi serta menekankan pentingnya tanggung jawab dalam merawat aset bersama.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Saiful Musta’in, menyatakan komitmennya untuk mengawal kelompok usaha ekonomi produktif agar mampu berkembang dan mandiri. Saeful menekankan pentingnya sinergi antara dukungan pemerintah dan kesungguhan pelaku usaha. Baca juga Lakpesdam Cilacap Perkuat Perlindungan PMI Berbasis Desa
“Kami siap membantu akses permodalan, pelatihan lanjutan, hingga membuka peluang pasar. Namun keberhasilan tetap bergantung pada komitmen dan kerja keras peserta,” ujarnya. Baca juga Pelatihan Kemasan Produk UMKM Fatayat NU Kesugihan
Bangun jejaring usaha dan ekosisten ekonomi
Sementara itu, Tim Lokal Lakpesdam NU Cilacap, Ahmad Fajri Nida, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis, mulai dari manajemen usaha, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan sederhana.
“Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mendorong peserta untuk membangun jejaring usaha dan menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung,” jelas Fani sapaan akrabnya
Ketua PC Lakpesdam NU Cilacap, Ismah, menambahkan bahwa sesi perkenalan peserta menjadi bagian penting untuk menggali potensi usaha yang telah berjalan sekaligus memahami harapan mereka dalam mengikuti pelatihan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang fondasi bisnis dan manajemen konflik yang disampaikan oleh narasumber Ulil Albab. Dalam sesi ini ditegaskan bahwa konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan produktivitas, merusak kepercayaan pelanggan, bahkan berujung pada bubarnya usaha.
Selain itu, peserta juga diajak menggali potensi sumber daya alam lokal sebagai basis inovasi produk. Materi ini menekankan pentingnya peran manusia sebagai penggerak utama dalam mengolah potensi menjadi peluang ekonomi yang bernilai.
Materi manajemen keuangan turut menjadi perhatian utama. Peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga serta pencatatan transaksi secara disiplin agar usaha dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada praktik pemasaran digital dan pengembangan produk. Peserta diperkenalkan pada strategi branding, pemilihan platform penjualan, hingga teknik pemasaran berbasis digital seperti SEO dan media sosial.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan pengambilan gambar produk serta dasar-dasar desain produk. Materi ini bertujuan meningkatkan daya tarik visual produk agar lebih kompetitif di pasar.





