Penghargaan Labbaitom 2026 Diumumkan: Malaysia, Irak, Ethiopia Raih Diamond, Indonesia Tidak Masuk Daftar

NUCOM, MEKKAH – Baru-baru ini Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi mengumumkan daftar penerima penghargaan “Labbaitom” atas keunggulan pelayanan jamaah haji 2026/1447 H, dalam acara Khatama Musk di Mekkah, Sabtu (30/5/2026). Malaysia, Irak, Ethiopia Raih Diamond, Indonesia Tidak Masuk Daftar.

Apa itu Labbaitom?

Labbaitom adalah penghargaan bergengsi dari Pemerintah Arab Saudi untuk negara dan lembaga pengelola haji dengan tata kelola terbaik dunia.

Penilaian mencakup inovasi pelayanan, efisiensi teknologi dan integrasi digital, manajemen transportasi-akomodasi, serta tingkat kepuasan jamaah.

Penghargaan terbagi 4 kategori yaitu Diamond/Intan tertinggi, Gold/Emas, Silver/Perak, dan Bronze/Perunggu. Penghargaan Labbaitom ini menjadi tolok ukur keberhasilan global penyelenggara haji.

Indonesia Absen, Malaysia Borong Diamond 5 Kali Beruntun

Sebagai negara dengan kuota jamaah haji terbesar dunia, Indonesia justru absen dari seluruh kategori. Sementara Malaysia kembali meraih Diamond Award untuk kelima kalinya berturut-turut.

Berikut daftar pemenang Labbaitom 2026 yaitu;

  1. Diamond Award: Malaysia, Republik Irak, Republik Demokratik Federal Ethiopia
  2. Gold Award: Republik Djibouti, Uni Komoro, Republik Turki
  3. Silver Award: Kerajaan Maroko, Kesultanan Oman, Republik Arab Mesir.
  4. Bronze Award: Aljazair, Tunisia, Singapura

Kategori Maskapai Outstanding Carriers yaitu;

1. Lebih dari >150 Penerbangan: Flynas, Saudi Airlines
2. 150 Penerbangan: Daallo Airlines, Malaysia Airlines
3. 50 Penerbangan: Royal Brunei Airlines, Middle East Airlines – Air Liban

Kategori Komunikasi & Agensi, antara lain;

  1. Excellence in Communication Award: Turki, Kosovo, India, Ethiopia, Pakistan, Tajikistan.
  2. Agensi Haji Luar Negeri Terbaik: Al-Miraj, Ibrahim, Al-Fattah, Holy Journeys, AJEX Tours, Firdous Hajj Company.

Kunci Sukses Malaysia: Integrasi AI & Green Hajj

Menteri pada Jabatan Perdana Menteri Malaysia Dr. Zulkifli Hasan menyebut Diamond Award bukti tata kelola baik Lembaga Tabung Haji (TH) dan kolaborasi lintas sektor.

“Kekuatan utama kami adalah memadukan pendekatan konvensional dengan teknologi modern. Tabung Haji menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dan aplikasi e-TAIB untuk jawab pertanyaan jamaah real-time,” ujarnya.

Ia juga menyoroti program Green Hajj, kampanye kebersihan, dan evaluasi post-mortem pasca-musim sebagai kunci konsistensi layanan.

Persiapan Haji 1448 H Dimulai

Pada acara yang sama, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah menyerahkan dokumen pengaturan awal ke Kantor Urusan Haji berbagai negara. Ini menandai dimulainya persiapan musim haji 1448 H agar kontrak dan layanan bisa diselesaikan lebih awal.

“Keberhasilan operasional haji tahun ini berkat dukungan kepemimpinan Arab Saudi dan integrasi seluruh entitas di bawah Komite Tinggi Haji, demikian selaras Visi 2030,” tegasnya.

Hasil Labbaitom 2026 ini jadi catatan penting bagi Indonesia untuk membenahi sistem dan teknologi layanan haji ke depan. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button