RMI PCNU Cilacap Gelar Turba di Kampunglaut, Siapkan Pesantren dan Madin Hadapi Era Digital

NU Cilacap Online – Guna memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan di wilayah pesisir, Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Cilacap menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) di Desa Panikel, Kecamatan Kampunglaut, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus MWCNU Kecamatan Kampunglaut, tokoh masyarakat, pengurus perwakilan RMI MWCNU, pengasuh pondok pesantren, serta kepala dan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Kampunglaut.

Ketua Pengurus Perwakilan RMINU Kecamatan Kampunglaut, Ustadz Fahrurozi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pengurus cabang.

Menurutnya, kegiatan Turba menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh para pegiat pendidikan keagamaan di wilayah Kampunglaut untuk meningkatkan mutu dan kapasitas kelembagaan.

Wakil Ketua RMI PCNU Cilacap, KH Rohmatulloh, menegaskan pentingnya standardisasi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren, TPQ, dan Madin.

“Ponpes, TPQ, dan Madin di wilayah pesisir, khususnya Kampunglaut, harus memiliki tata kelola dan perlindungan santri seperti di wilayah lain. Lembaga pendidikan juga harus mampu menghadapi tantangan zaman,” kata KH Rohmatulloh

Hadirkan Lima Narasumber

Dalam kegiatan tersebut, PC RMINU Cilacap menghadirkan lima narasumber yang memberikan pembekalan strategis guna meningkatkan mutu, legalitas, dan daya saing lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama.

Sesi pertama disampaikan oleh Sekretaris RMI PCNU Cilacap, KH Muhammad Salman Alfarisi, yang memaparkan pentingnya tata kelola dan manajemen administrasi lembaga.

Selanjutnya, Ibu Nyai Mutmainah menyampaikan materi mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, pemenuhan hak-hak santri, serta implementasi pola pengasuhan positif.

Menjawab tantangan perkembangan teknologi, Gus Rofik Hiarulloh memberikan materi tentang pengembangan keterampilan digital, literasi media, dan strategi syiar lembaga melalui platform digital.

Adapun penguatan internal madrasah disampaikan oleh Kiai Mohamad Tohar yang mengulas materi kemadinan serta peningkatan kapasitas guru TPQ dan Madin. Sementara itu, Ibu Nyai Sitti Sururiyah menutup rangkaian materi dengan pembahasan mengenai regulasi, meliputi sistem pendataan terpadu, mekanisme perizinan lembaga, hingga akses terhadap berbagai program bantuan.

Sekretaris RMI PCNU Cilacap, KH Muhammad Salman Alfarisi, berharap seluruh pesantren, TPQ, dan Madrasah Diniyah di Kecamatan Kampunglaut tidak hanya kokoh dalam ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi juga tertib administrasi, ramah dan aman bagi anak, serta adaptif terhadap transformasi digital.

“Kami berharap pesantren, TPQ, dan Madin di Kampunglaut mampu menjadi lembaga pendidikan yang kuat secara ideologi, tertib administrasi, aman bagi anak, dan siap menghadapi perkembangan era digital,” pungkasnya.

Penulis: KH Mohammad Salman Alfarizi

Editor: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button