ISNU Cilacap-UNAIC Jalin Kolaborasi Berbasis Inklusivitas

CILACAP – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cilacap dan Universitas Al-Irsyad (UNAIC) resmi mempererat hubungan kelembagaan melalui rencana kolaborasi strategis. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam memajukan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengabdian masyarakat.

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan nota Kesepahaman (MoU) antara PC ISNU Cilacap dengan UNAIC yang berlangsung di kampus UNAIC pada Kamis (8/04/2026).

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Al-Irsyad Sarwa, AMK, memaparkan potret institusi yang kini tengah berkembang pesat dengan mengelola 3 Fakultas dan 12 Program Studi. Dia menegaskan bahwa Universitas Al-Irsyad adalah institusi yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas. Hal ini dibuktikan dengan latar belakang mahasiswa yang heterogen, mencakup kalangan Muslim maupun Non-Muslim.

Selain aspek akademis, universitas menunjukkan komitmen sosial yang kuat melalui berbagai skema bantuan pendidikan.

“Kami membuka akses seluas-luasnya melalui skema beasiswa, mulai dari KIP Kemendikbud, beasiswa yatim piatu, difabel, hingga beasiswa penuh 100% bagi Hafiz Quran,” ujar Rektor.

Rektor juga menekankan bahwa kerjasama yang akan dijalin tidak boleh berhenti di atas kertas. Institusi mengharapkan adanya agenda kerja sama yang implementatif dan berkelanjutan, khususnya dalam lingkup penelitian (research) dan program taktis yang berdampak langsung bagi masyarakat. Baca juga Resmi Dilantik, PC ISNU Cilacap Tekankan Pengabdian Intelektual

ISNU; Bergerak untuk Kemaslahatan Umum

Senada dengan visi tersebut, Ketua ISNU Cilacap Dr. Umi Zulfa menyambut baik peluang kolaborasi ini. Dalam pandangannya, sinergi antarlembaga merupakan bentuk syukur dan pengelolaan potensi organisasi yang harus dioptimalkan. ISNU memposisikan diri sebagai wadah sarjana yang inklusif dan progresif, dengan fokus utama pada kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

ISNU Cilacap - UNAIC

“Landasan pergerakan ISNU bukan sekadar penguatan ideologi, melainkan bagaimana organisasi mampu memberikan manfaat nyata bagi publik melalui kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran,” tegas Ketua ISNU.

Terdapat beberapa poin krusial yang menjadi fokus ISNU dalam Nota Kesepahaman (MoU) ini, di antaranya;

  • Kesehatan mental; menanggapi isu sosial yang tengah berkembang.
  • Pemberdayaan ekonomi; penguatan sektor UMKM dan perluasan jejaring bisnis.
  • Kesiapan aksi; menggerakkan perangkat departemen internal ISNU untuk mengeksekusi rencana aksi secara cepat.

Pertemuan ini diakhiri dengan penekanan pada nilai Ghiroh (semangat perjuangan) Nahdlatul Ulama. Bagi ISNU, kerjasama ini bukan sekadar simbol identitas, melainkan pengejawantahan dari nilai manfaat. (Naeli Rokhmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button