Longsor Cibeunying H+9 Dua Korban Belum Ditemukan, Berikut Kendala yang Dihadapi Tim SAR

MAJENANG, NU Cilacap Online – Operasi pencarian korban longsor Cibeunying hingga hari kesembilan (H+9), Jumat malam  (21/11/2025), masih terus berlangsung hingga mendapat dua korban yang belum ditemukan, Berikut kendala yang Dihadapi Tim SAR.

Kepala Kantor Basarnas Cilacap Muhamad Abdullah menyampaikan pada Jumat sore (21/11), bahwa dalam operasi SAR menemukan korban di perbatasan antara Worksite B-1 dan Worksite B-2 atas nama Fatin Ayu Rengganis (3), pada pukul 15.52 WIB.

“Alhamdulillah, pada hari ini tim SAR Gabungan menemukan korban yang ke 21 dalam keadaan meninggal dunia, seorang anak perempuan berumur 3 tahun bernama Fatin Ayu Rengganis,” terangnya

“Secara ilmu kebencanaan jenazah tersebut terbawa arus longsor hingga 70 meter dari kediaman semula, dan korban ditemukan dikedalaman belasan meter tertimbun tanah. Dengan diketemukan Fatin, maka tinggal 2 dalam pencarian,” tambahnya.

Kedua korban yang belum ditemukan atas nama Maysarah Salsabila (14) dari Dusun Cibuyut, dan Vani Hayati (12) warga Dusun Tarukahan.

Selaku Koordinator Misi SAR (SMC) Muhammad Abdullah menegaskan akan terus melakukan operasi SAR hingga akhir misi SAR yakni hari kesepuluh.

“Pencarian korban difokuskan pada dua lokasi, yaitu worksite A1 di Dusun Cibuyut dan B1 di Dusun Tarukahan,”

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar sisa korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan dievakuasi,” ujar Abdullah.

Tim SAR Gabungan berkomitmen semaksimal mungkin melakukan operasi SAR bahkan hingga malam hari dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Priyo Prayudha Utama, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, menjelaskan bahwa pencarian di worksite A1 dan B1 memiliki tantangan yang berbeda.

“Di worksite A1, kami terus melakukan upaya menggunakan alat konvensional karena sampai saat ini alat berat tidak bisa merambah masuk ke lokasi,” ungkap Priyo.

Sementara lima alat berat ekskavator yang diturunkan di lokasi B1 harus diberi landasan dari batang pohon berukuran besar.

“Material tanah di B1 sifatnya sangat jenuh air, sehingga kestabilan alat berat sangat sulit. Namun demikian, kami berupaya dengan menggunakan batang pohon kelapa sepanjang 6-7 meter dengan jumlah 20 batang,” ungkap Priyo.

Pencarian korban longsor ini terus dilakukan hingga malam hari dengan harapan dapat segera terevakuasi para korban yang masih hilang. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button