Lomba MQK Meriahkan Hari Santri MWCNU Kroya

NU CILACAP ONLINE –¬† Memeriahkan Peringatan Hari Santri, Panitia Hari Santri MWCNU Kroya Tahun 2022 meng¬≠gelar lomba Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) di Gedung MWCNU Kroya , Sabtu (15 /10/2022).

Acara Lomba MQK dimulai dengan seremonial pembukaan yang menghadirkan seluruh peserta, para pendamping, panitia dan juga dihadiri pengurus harian MWCNU Kroya.

Dalam sambutannya Rais Syuriyah MWCNU Kroya KH Hotim Abdillah S.Pd.I menyampaikan harapan dan semangat kepada seluruh peserta lomba.

Penguasaan Kitab Kuning

“Bahwa pemahaman dan penguasan terhadap literatur kitab kuning merupakan hal mutlak yang harus dikuasai oleh para santri, namun demikian tidak menutup kemungkinan santri juga harus menguasai pengetahuan dan keahlian dibidang lain,” ujar KH Hotim Abdillah.

Lebih lanjut KH Hotim Abdillah juga menambahkan bahwa menjadi santri tidak menjadi halangan seseorang untuk meraih cita-cita.

“Saat sekarang sudah banyak santri yang berposisi sebagai pegawai pemerintah, guru di sekolah – sekolah negeri, ada juga yang menjadi pengusaha atau wiraswasta, ada yang jadi bupati, gubernur bahkan sampai menjai presiden atau wakil presiden,” katanya.

Sambung beliau, “Ketika kesalehan yang bersumber dari penguasaan literatur kitab – kitab kuning, ditambah dan dikombinasikan dengan keahlian dan kemampuan dibidang lain, Inysa Alloh akan menjadi sesuatu kekuatan yang mempunyai nilai tambah. Sehingga para santri mampu tampil aktif di era yang penuh dengan kompetesi atau persaingan.”

Baca juga Harlah ke-77, Muslimat NU Nusawungu Gelar Lomba Paduan Suara

Sementara itu penanggungjawab teknis lomba MQK Kroya Gus Fadhlil Mu’id menjelaskan bahwa kegiatan Lomba MQK dalam rangka Peringatan Hari Santri MWCNU Kroya merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun. Tahun 2022 ini adalah tahun ketiga. Dari lomba MQK ini diharapkan sepuluh atau lima belas tahun kedepan akan muncul calon bibit-bibit rais atau katib syuriyah yang akan menduduki dan mengawal Perkumpulan NU.

“Minimal di tingkat ranting ada harapan kelak siapa nanti yang mempunyai potongan atau bakat menjadi syuriyah. Karena NU adalah perkumpulan yang harus ada ulamanya. Ulama itu ya, idealnya atau salah satu indikatornya mampu membaca menguasai dan memahami dan melaksanakan isi kandungan yang ada di Kitab kuning”, tutur pria yang akrab disapa Gus Mu’id yang kebetulan juga merupakan alumni PP. Modern Darunnajat Bumiayu Brebes .

Baca Juga

Peserta dan Kategori Lomba MQK

Peserta Lomba MQK Hari Santri MWCNU KroyaTahun 2022, terbagi menjadi dua kategori. Pertama kategori perwakilan dari masing-masing ranting. Kedua peserta perwakilan dari pondok pesantren atau madrasah diniyah di Kecamatan Kroya.

Kitab yang dilombakan ada tiga yaitu Matan Safinah, Matan Taqrib dan Kitab Fathul Qorib, (Syarah Taqrib). Usia peserta mulai dari SD/MI, SLTP/MTs dan SLTA/MA. Kriteria penilaian menitik beratkan pada kemampuan menerjemah ala pesatren / makna gandul, penguasaan i’rab dan kemampuan memberikan penjelasan /murod teks-teks yag dibacakan. Setelahnya dilanjutkan tanya jawab oleh dewan juri untuk pendalam dan menguji kemampuan dari masing-masing kriteria penilaian.

“Khusus untuk dewan juri kami mengundang dari luar Kecamatan Kroya, agar penilaian lebih objektif dan independen. Juri kita ambilkan dari Tenaga Pengajar PP. Ataujieh Al Isamy Leler Banyumas, ada juga dari LBM MWCNU Adipala ditambah satu lagi dari Kesugihan,” pungkas Gus Muid.

Sampai berita ini diturunkan, pelaksanaan lomba masih berlangsung, pengumuman pemenang akan di sampaikan dewan juri begitu pelaksanaan MQK Kroya Selesai. Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa tropi, piagam. uang pembinaan dan hadiah hiburan lainnya yang akan diberikan pada puncak acara hari santri yakni s\ Upacara Hari Santri Tanggal 22 Oktober 2022 di Alun Alun Lapangan Tugu Kroya.

Baca juga MWCNU Majenang Gelar Lomba Baca Kitab Kuning untuk Santri

Kontributor : Danang Sutawijaya
Editor: Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button