Lakpesdam PBNU Tinjau Pelindungan PMI di Bojongsari

NUCOM – Tim Lakpesdam PBNU melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK) di Desa Bojongsari, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap.

Kepala Desa Bojongsari, Sururudin, menyambut hangat Pengurus Satuan Tugas Desa Migran Aman (SATGAS DEMIMAS). Monev ini menjadi bagian dari upaya meninjau perkembangan program sekaligus memperkuat komitmen pelindungan pekerja migran di tingkat desa.

Kunjungan monitoring ini bertepatan dengan rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam yang berpusat di Balai Desa Bojongsari. Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai badan otonom dan organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pemandangan menarik terlihat dari atribut dan bendera NU yang terpasang di Balai Desa, yang turut menyita perhatian rombongan Lakpesdam PBNU.

Direktur Lakpesdam PBNU, Asrul Rahman, menyampaikan kesan positifnya terhadap Desa Bojongsari. Menurutnya, kehidupan sosial masyarakat setempat tampak aktif dan dinamis, tercermin dari keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

Ia menilai kolaborasi antara Pemerintah Desa Bojongsari dengan Nahdlatul Ulama terjalin dengan sangat baik. Hal itu terbukti dari penyelenggaraan kegiatan Muharam yang melibatkan organisasi NU serta penggunaan Balai Desa sebagai ruang bersama bagi aktivitas kemasyarakatan.

Dalam sesi monitoring dan evaluasi, Sururudin menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk terus memperkuat sistem pendataan pekerja migran Indonesia. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendataan secara menyeluruh melalui ketua RT di setiap wilayah.

Baca Juga
Lakpesdam Cilacap Luncurkan P2MI-BK Menuju Desa Migran Aman
PC Lakpesdam NU Cilacap Perkuat Pelindungan PMI Berbasis Desa

“Ketua RT merupakan pihak yang paling memahami kondisi warganya, baik yang akan berangkat, sedang bekerja, ataupun telah kembali,” ujar Sururudin.

Dengan demikian, pendataan ini diharapkan menghasilkan basis data yang lebih akurat sehingga dapat mendukung upaya pemberdayaan dan pelindungan pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.

Sementara itu, Pengurus SATGAS DEMIMAS Bojongsari turut memaparkan perkembangan pelaksanaan Program P2MI-BK di desa. Seperti halnya kegiatan edukasi, pendampingan masyarakat, dan penguatan koordinasi dengan pemerintah desa.

Sinergi yang telah terbangun antara SATGAS DEMIMAS, pemerintah desa, dan berbagai unsur masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam membangun sistem pelindungan pekerja migran berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Lakpesdam PBNU berharap Desa Bojongsari dapat terus menjadi contoh praktik baik dalam membangun kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan tata kelola pelindungan pekerja migran Indonesia yang semakin kuat, partisipatif, dan berkelanjutan. (Ismah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button