Jadwal Imsakiyah Jumat Kliwon 27 Februari 2026 Kabupaten Cilacap 

NU Cilacap Online — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap melalui Lembaga Falakiyah resmi merilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M. Berikut ini Jadwal Imsakiyah pada hari ke 09 Ramadhan 1447 H / Jumat Kliwon, 27 Februari 2026 Kabupaten Cilacap

Jadwal ini diharapkan menjadi pedoman bagi warga Nahdliyin dan umat Islam dalam menunaikan ibadah puasa secara lebih tertib dan tepat waktu.

Ketua PCNU Cilacap, H Paiman Sahlan, S.Ag, M.Pd, menegaskan bahwa Penerbitan Jadwal Imsakiyah dilaksanakan secara rutin oleh Pengurus cabang Nahdlatul Ulama Cilacap melalui Lembaga Falakiyah NU untuk Kota Kabupaten Cilacap, yang memiliki tugas dan tanggungjawab mengelola masalah rukyat, hisab dan pengembangan ilmu Falak.

Lembaga Falakiyah NU Cilacap juga menjadi bagian tak terpisahkan dari Badan Hisab Dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Cilacap di bawah koordinasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.

Melalui rilis ini, PCNU Cilacap berharap masyarakat, khususnya para takmir masjid dan mushala, dapat memanfaatkan jadwal imsakiyah sebagai pedoman resmi selama bulan suci Ramadhan.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan pada hari Jumat Kliwon tanggal 27 Februari 2026/09 Ramadhan 1447 H untuk wilayah Kabupaten Cilacap:

Imsak: 04.23 

Subuh: 04.33

Terbit: 05.45

Dhuha: 06.14

Dhuhur: 12.01 

Ashar: 15.04 

Maghrib: 18.10 

Isya: 19.18

Nisfu Lail: 23.22

Untuk wilayah kecamatan yang berada jauh dari markas PCNU Cilacap yang di pegunungan Dawanaancung (Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu hingga Karangpucung) maupun di wilayah timur (Binangun-Nusawungu), melakukan penyesuaian waktu dapat dilakukan dengan menambah atau mengurangi menit sesuai ketentuan yang tercantum dalam kolom keterangan dalam jadwal Imsakiyah Ramadhan tahun 1447 H/2026, Klik di sini.

Berikut ini Lafal buka puasa riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah

  اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu

Artinya: “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.”   

Redaksi niat puasa Ramadhan dari 2 kitab Hasyiyatul Jamal dan Kitab Irsyadul Anam sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā 

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”   

“Ramadhani” dianggap sebagai mudhaf ilaihi yang juga menjadi mudhaf sehingga diakhiri dengan kasrah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarrnya. Sementara kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr atas musyar ilaih kata “hādzihi” yang menjadi mudhaf ilaihi dari “Ramadhani”. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button