Berita

Malam Tirakatan 17 Agustus Desa Banjarsari Nusawungu

Pemerintah Desa Banjarsari, Nusawungu mengadakan doa bersama, atau masyarakat Jawa familiar dengan Malam Tirakatan 17 Agustus, bertempat di Balai Desa Banjarsari pada Senin malam (16/08).

Tradisi malam tirakatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI adalah tradisi rutin masyarakat Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap dan sekitarnya yang dilaksanakan pada malam tujuh belas Agustus

Pada malam-malam sebelumnya peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) berlangsung meriah. Dengan pertunjukan dan penampilan bakat dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari balita hingga dewasa, siswa taman kanak-kanak hingga siswa menengah atas, ibu-ibu maupun bapak-bapak.

Tahun 2021 ini, Malam Tirakatan hanya terlaksana dengan doa bersama oleh perwakilan masyarakat yang hadir secara terbatas. Namun, hal ini tak mengurangi rasa cinta masyarakat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Desa Banjarsari Suratman dalam sambutannya berpesan untuk tetap semangat menjalani kehidupan meski di masa pandemi. Ia menjelaskan bahwa, Indonesia merdeka juga karena semangat juang nasionalisme yang tinggi.

Karena jika dibandingkan dengan penjajah, persenjataan kita kalah jauh. Namun dengan semangat para pejuang yang tinggi disertai doa maka terciptalah Indonesia yang merdeka.

“Perjuangan pada saat ini berbeda dengan jaman dahulu. Sekarang kita berjuang dengan lawan yang tidak terlihat tapi nyata yaitu virus Covid-19“, ucapnya.

Dalam hal ini memang benar tentang apa yang ia katakan. Kita tidak tahu apakah yang berhadapan dengan kita orang yang sehat atau tidak. Maka dari itu kita wajib ikhtiar menjaga kesehatan.

Jika merasa tidak sehat di rumah saja. Jika mempunyai urusan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan, maka harus memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Setelah sambutan dari kepala desa, dilanjutkan tahlil dan doa. Ketua Pengurus Ranting NU Banjarsari, Kiai Muayaddudin Tusiran memimpin doa bersama.

“Semoga masyarakat Indonesia khususnya warga Desa Banjarsari segera terbebas dari pandemi Covid-19”, ucapnya.

Malam Tirakatan 17 Agustus diakhiri dengan potong tumpeng oleh Kepala Desa Banjarsari. Sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa dalam memperingati atau merayakan hari istimewa dengan potong tumpeng.

Penulis: Aida Robiyah
Penyunting: Shevilla Dewi Pramudita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × 1 =

Back to top button