KH Rokhmat:Tiga Fase Keutamaan Bulan Ramadhan

NU Cilacap Online – Hadirin, hadirat, pemirsa NU Cilacap Online rahimakumullah, bulan ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani, bulan tarbiyah, bulan penyucian jiwa. Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana hati, lisan, dan perbuatan kita ikut berpuasa.
Dalam sebuah hadits yang masyhur, Rasulullah ﷺ bersabda:
شَهْرُ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Artinya: “Bulan Ramadhan, awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”
Para ulama menjelaskan, bahwa Ramadhan memiliki tiga fase keutamaan, dan setiap fase menuntut respon amal yang berbeda dari kita.
Sepuluh Hari Awal Fase Rahmat
Hadirin, hadirat, pembaca yang dimuliakan Allah. Sepuluh hari pertama Ramadhan adalah fase rahmat Allah. Rahmat berarti kasih sayang Allah yang luas, yang diberikan bahkan sebelum kita layak menerimanya.
Rahmat Allah Adalah anugerah yang besar, hadiah terbesar dibandingkan dengan nikmat-nikmat Allah lainnya yang telah dberikan kepada hambanya yang beriman.
Karena Rahmat Allah ini adalah salah satu kunci kita masuk ke Surga Allah. Untuk itu bagi hamba yang beriman masuk ke dalam surga Allah tidak semata-mata karena ibadahnya melainkan Rahmat dari Allah SWT.
Di fase ini, Allah membuka pintu kebaikan seluas-luasnya. Orang yang baru belajar puasa, yang imannya masih naik turun, tetap dirangkul oleh rahmat Allah.
Maka amalan utama di fase ini adalah Meluruskan niat, membiasakan ibadah, Melembutkan hati Jangan merasa kecil karena ibadah kita sedikit, sebab rahmat Allah lebih besar dari amal kita.
Sepuluh Hari ke dua Fase Maghfirah
Memasuki sepuluh hari kedua, kita masuk pada fase maghfirah, fase ampunan. Maghfirah bukan sekadar diampuni, tetapi ditutupi aib dan dosa kita oleh Allah. Maka fase ini adalah momentum taubat yang sungguh-sungguh.
Di fase ini, kita diajak untuk memperbanyak istighfar, menangisi dosa, bukan membanggakannya dan memaafkan sesama, sebelum meminta ampun kepada Allah SWT. Sebab bagaimana mungkin kita berharap ampunan Allah, sementara hati kita masih penuh dendam kepada manusia
Sepuluh Hari Terakhir Fase Pembebasan dari Api Neraka
Hadirin, pembaca NU Ciilacap Online yang berbahagia, Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah fase paling agung, yaitu ‘itqun minan nar pembebasan dari api neraka.
Di fase inilah Rasulullah ﷺ mengencangkan ikat pinggang, memperbanyak ibadah, menghidupkan malam, dan membangunkan keluarganya.
Puncaknya adalah Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka amalan utama di fase ini adalah Qiyamullail, I’tikaf, Doa dan munajat, memohon husnul khatimah.
Doa yang sering dibaca Rasulullah ﷺ pada fase yang ke-tiga ini
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami.”
Hadirin, hadirat pembaca rahimakumullah. Ramadhan akan pergi, tetapi nilai Ramadhan harus tinggal. Jangan sampai Ramadhan berlalu, sementara kita tetap sama hati keras, ibadah malas, dan dosa terus diulang.
Semoga kita semua termasuk orang yang diterima puasanya, diampuni dosanya, dan dibebaskan dari api neraka. Amin Ya rabbal ‘alamin.
Penulis: Khayaturrohman





