Ustadz Imam Subekti: Al Qur’an sebagai Obat dan Penyembuh

NU Cilacap Online — Al Qur’an sebagai pedoman hidup, ayat-ayatnya memberikan ketenangan, energi positif, dan rahmat. Inilah Tausiyah Ustadz Imam Subekti: Al Qur’an sebagai Obat dan Penyembuh.
Al-Qur’an adalah syifa, obat penyembuh yang sempurna bagi penyakit hati (syirik, keraguan, iri) dan jiwa (stres, kesedihan), serta membantu penyembuhan penyakit fisik melalui ruqyah. Kesembuhan dengan Al-Qur’an memerlukan keimanan, kejujuran, dan konsistensi.
Ulama Tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam kitab tafsirnya, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan (atau dikenal sebagai Tafsir As-Sa’di), menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah penyembuh (obat) yang sempurna.
Imam Assa’di menyampaikan Al Qur’an ketika dijadikan obat maka pertama bisa jadi obat penyakit hati, kedua obat jiwa dan ketiga obet penyakit fisik.
Pertama Al Qur’an sebagai syifa’ penyembuh hati seperti iri, dengki, sombong, hasut, syirik, dan lain sebagainya tentunya penyakit hati ini tidak bisa diobati dengan obat medis maka Al Qur’an adalah media pengobatan penyakit hati tersebut, yakni dengan membaca (tilawah), tadabbur (merenungkan), dan mengamalkannya, Insya Allah pehyakit penyakit hati itu Allah akan dihilangkan dari singgasanya.
Kedua, Al Qur’an sebagai syifa’ penyembuh penyakit jiwa, tentunya kehidupan setiap kita alami gundah hulana, gelisah, cemas, was-was bahkan saat shalat pun kita lupa rakaatnya.
Maka guru kami Gus Allama Alauddin Shiddiqi (akrab disapa Gus Amak), yang dikenal sebagai salah satu tokoh sentral atau pemimpin dalam Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA), lembaga ruqyah di bawah naungan Nahdlatul Ulama, mengajarkan ketika anda was-was tempelkan tanganmj ke dada dan bacalah “Alamnasroh” dengan sebanyak-banyaknya dan yakinlah, dengan mohon kepada Allah untuk dihilangkan, Insya Allah Rasa was-was Allah hilangkan dengan atas ijin-Nya.
Ketiga, Allah SWT turunkan Al Qur’an sebagai As Syifa’ penyembuh bagi penyakit fisik.
Dalam hal ini ada kisah dari hadits riwayat Bukhari Muslim -dari Aisyah ketika Rasulullah SAW sakit, beliau selalu merukyah dirinya dengan surat Al Muwafidatain yaitu surah Al Falaq dan Annas, bahkan ketika beliau sakit parah, Aisyah diiminta oleh Rasulullah SAW untuk merukyahnya dengan membacakan Al Falaq dan Annas lalu ditiupkan ke asto/tangan Rasulullah SAW dan kemudian diusapkan ke badan Rasul SAW.
Dari kisah tersebut kita jadi tahu bahwa Al Qur’an luar biasa. Demikian dari satu fungsi saja, yakni Al Qur’an sebagai As Syifa’. Maka kita bisa mengambil simpulan bahwa Al Qur’an jadi obat pertama dan utama bagi mahluk yang sakit.
Maka mulailah saatnya Al Qur’an jadi obat penyembuh sakit yang pertama dan utama. Semoga kita bisa mengamalkannya. Amiin (IHA)





