Ranting NU

Koin NU Karangrena, Sisi Menarik “Receh” Kemanusiaan

Gerakan Koin NU Karangrena memunculkan sisi menarik yang sangat bernilai untuk kemanusiaan; sungguhpun ia dibangun dari kumpulan uang receh.

Hadits, yang harus terus diingat oleh seorang muslim sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang hidupnya bermanfaat bagi orang lain.

Menjadi sebuah dinamika baru dalam cerita hidup bahwa sesuatu yang bergerak dan mungkin jika akan terus digerakan, tetap akan berdampak dari sesuatu kecil “nantinya” menjadi sebuah dampak yang lebih besar.

Meminjam istilah tersebut; ungkapan dari sesuatu yang kecil lalu menjadi besar. Tentu ada relevansinya dengan gerakan Koin NU sebagai sebuah program sedekah yang berbasis uang receh.

Uang receh yang dipandang sebelah mata nilai dan jumlahnya. Tetapi bila itu dikumpulkan oleh banyak orang akan memberi suatu nilai keuangan yang lebih besar.

Memang, jika dilihat dari bagaimana sejarah sedekah koin itu sendiri. Mungkin telah menjadi suatu merk program yang popular dari bentuk sedekah yang ada selama ini.

Mengapa sedekah koin itu sangat popular, tentu karena banyak kaleng-kaleng sumbangan sebelumnya yang juga sudah ada menghiasi warung makan dan toko-toko kelontong yang memungkinkan menyasar seluruh segmen masyarakat untuk bersedekah.

Biasanya sedekah koin-koin dalam kaleng tersebut di warung-warung selama ini untuk program sedekah keuangan para anak yatim maupun pembangunan masjid.

Maka dari itu, bagaimanakah dengan sedekah Koin NU yang selama ini programnya menyasar rumah-rumah warga NU untuk bersedekah? Untuk apakah Koin NU tersebut digunakan oleh PLPK atau Petugas Lapangan Penarik Koin NU?

Program Unggulan Koin NU Karangrena

Sebagai desa yang menggerakan sedekah Koin bagi warga NU, PRNU atau Pengurus Ranting NU Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap memang ingin keberadaan sedekah koin tersebut untuk meringankan beban warga masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

Mohamad Wahyudi, ketua pelaksana tugas pentasarufan Koin NU Ranting Karangrena mengatakan bahwa sedekah koin sebagai sarana untuk saling membantu antar sesama masyarakat dari dan untuk masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai program unggulan dari pentasarufan Koin NU tersebut, PRNU Karangrena membelanjakan hasil dari koin tersebut untuk memberikan paket sembako; kemudian dibagikan setiap bulannya kepada warga masyarakat yang kurang mampu khususnya yang ada di Desa Karangrena.

Setidaknya setiap bulan ada puluhan paket semabako yang dibagikan pada warga kurang mampu yang ada di Karangrena dan mekanisme pembagiannya setiap bulan dibagikan berdasarkan jumlah Rukun Warga di Desa Karangrena yang berjumlah enam dan terus berputar mencari warga yang secara ekonomi kurang mampu.

Salah satu penerima paket sembako Jumaat (15/10) Nasikem (67) memberikan sambutan positif mengenai adanya program Koin NU. Dirinya mengungkapkan ditengah usia yang semakin menua masih ada kelompok-kelompok masyarakat yang peduli dengan dirinya.

Selain itu Nasikem yang juga akrab dipanggil Sikem juga mengungkapkan supaya program-program Koin NU terus berlanjut. Karena dari program Koin NU orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi seperti dirinya dapat terbantu.

Receh untuk Kemanusiaan

Oleh sebab itu menarik bila di renungi secara mendalam bahwa Koin NU, seperti di Karangena Maos Cilacap, di mana metode sedekahnya menjaring uang receh, yang mungkin nilainya tidak seberapa tetapi dalam praktiknya dapat mendasar membantu masyarakat yang kurang mampu.

Maka berkaca dari program Koin NU, sesuatu yang sedikit dan tidak terasa nilanya seperti uang receh ketika itu dilakukan pengumpulan secara kolektif dapat menjadi besar nilainya. Bila digunakan untuk misi kemanusiaan, manfaat yang dihasilkan pun juga sangat besar.

Dalam pentasarufan Koin NU Karangrena selain untuk program berbagi sembako pada warga kurang mampu yang ada di Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.

Member atau anggoata warga NU yang di rumahnya terdapat Koin NU dan teribat aktif bersedekah melalui Koin NU juga mendapatkan umpan balik berupa asuransi kesehatan yang terintegrasi dengan Klinik NU Maos, di mana donator sedekah Koin NU juga mendapat keringanan biaya  sebesar 50% bila dirawat di Klinik NU Maos.

Penulis: Toto Priyono
Editor: Munawar A.M.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

19 + four =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button