Taushiyah

KH Nasrulloh: Bahagia Di Bulan Ramadhan Menyambut 5 Kenikmatan

Bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan kemuliaan selalu disambut bahagia oleh umat Islam; karena selain penuh dengan kemuliaan, di bulan Ramadhan ada 5 kenikmatan yang menambah kebahagiaan umat Islam saat menyambut bulan Ramadhan. Kenikmatan ini khusus dikaruniakan untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap KH Nasrulloh Muchson dalam Taushiyah menyambut bulan Ramadhan 1443 H; yang dipublikasikan dalam video di kanal YouTube NU Cilacap Online.

“5 (Lima ) kenikmatan ini diberikan kepada umat Islam di mana saja. Tidak pandang di Arab, di luar Arab, di mana saja pokoknya umat Islam, umat Nabi Muhammad SAW,” kata Gus Nas sapaan beliau.

5 (lima) kenikmatan umat Islam di bulan Ramadhan ini disebut dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW.

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌ قَبْلِي: أَمَّا وَاحِدَةٌ، فَإِنَّهُ اِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ الرحمة، وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا. وَأَمَّا الثَّانِيَةُ: فَإِنَّ خُلُوْفَ أَفْوَاهِهِمْ حِيْنَ يَمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ. وَأَمَّا الثَّالِثَةُ: فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ. وَأَمَّا الرَّابِعَةُ: فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا اِسْتَعِدِّيْ وَتَزَيِّنِي لِعِبَادِيْ أَوْشَكَ أَنْ يَسْتَرِحُوْا مِنْ تَعْبِ الدُّنْيَا إِلَى دَارِيْ وَكَرَامَتِي. وَأَمَّا الخَامِسَةُ: فَإِذَا كاَنَ آخِرُ لَيْلَةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُمْ جَمِيْعًا. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: هِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ يَا رَسُوْلَ الله؟ قَالَ: «لَا، أَلَمْ تَرَ إِلَى الْعُمَّالِ إِذَا فَرَغُوْا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَفُّوُا أُجُوْرَهُمْ

Artinya, “Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan, lima pemberian yang belum pernah diberikan kepada nabi sebelumku yaitu: pertama, pada awal bulan Ramadhan, Allah subhanahu wata’ala melihat umatku. Siapa yang dilihat oleh Allah, maka dia tidak akan disiksa untuk selama-lamanya. Kedua, bau mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah lebih baik dari bau minyak misik (kasturi). Ketiga, para Malaikat memohon ampunan untuk umatku siang dan malam. Keempat, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan (penjaga) surga-Nya, Allah berkata kepadanya ‘Bersiap-siaplah dan berhiaslah kamu untuk hamba-hamba-Ku, mereka akan beristirahat dari kesulitan hidup di dunia menuju tempat-Ku dan kemuliaan-Ku’. Kelima, pada akhir malam bulan Ramadhan Allah mengampuni dosa-dosa mereka semuanya.”

Gus Nas yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Alghazali (UNUGHA) lantas menguraikan hadist tersebut.

“5 kenikmatan umat Islam yang pertama yaitu ketika kita diberi takdir bertemu bulan Ramadhan, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memandang dengan penuh kasih sayang. Barang siapa yang dipandang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan rohmah (kasih sayang) maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menyiksa selamanya,” katanya.

“Nikmat yang kedua yaitu, bau mulutnya orang yang berpuasa jauh lebih harum, jauh lebih berharga dari minyak kasturi. Karena bau mulutnya adalah ujud keikhlasan. Bau mulutnya adalah sebuah ketekadan yang sangat kuat untuk mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” lanjutnya.

“Nikmat ketiga, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memerintahkan kepada malaikat untuk memohonkan ampun kepada mereka. Mereka adalah malaikat yang khusus membacakan istighfar,” terang Gus Nas.

“Yang keempat, Allah SWTmemerintahkan kepada syurga untuk berhias saat tiba bulan Ramadhan. Bayangkan, syurga adalah tempat yang paling indah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala masih, memerintahkan untuk berhias. Apa tujuannya? Untuk menyambut para hamba Allah SWT yang berpuasa.,” terangnya lagi.

“Yang kelima, Nabi mengatakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti mengampuni seluruh umat islam yang berpuasa, semuanya. Yaitu orang yang berpuasa, yang bergembira ria, dan bangga melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tandasnya.

Di akhir, Gus Nas menutup dengan ucapan selamat kepada umat Islam atas masuknya bulan Ramadhan.

“Semoga di tahun ini kita diberi kesempatan untuk mengabdi yang terbaik, berpuasa sebagai wujud mengabdi kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang nantinya untuk kehidupan kita Bersama, semoga pada tahun ini akan menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (Naeli Rokhmah)

Baca Juga >> Ramadhan Bulan Kebahagiaan Keluarga, Ini Rahasianya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button