KH Aziz Muslim: Empat Ciri Keluarga Sakinah Menurut Rasulullah SAW

NU Cilacap Online — Rasulullah menjelaskan Empat Ciri kebahagiaan keluarga seorang muslim. Apa saja? Inilah Tausiyah KH Aziz Muslim: Empat Ciri Keluarga Sakinah Menurut Rasulullah SAW

Dijelaskan apabila 4 indikator kebahagiaan ini ada dalam keluarga seseorang niscaya akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah bersabda:

أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ اْلمَرْءِ أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً وَأَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا وَخُلَطَائُهُ صًالِحِيْنَ وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بَلَدِهِ

Artinya: ”Empat macam dari kebahagiaan manusia, yaitu istri yang salehah, anak yang berbakti, teman-temannya adalah orang-orang yang baik, dan mata pencahariannya berada dalam negara atau negerinya sendiri.” (HR Dailami).

Dari hadis ini menjadi jelas bahwasanya ada 4 indikator kebahagiaan keluarga.

Pertama, أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً jelas memiliki istri yang salehah atau mempunyai suami yang saleh. Kenapa kesalehan menjadi indikator pertama? Karena tentu dengan kesalehan, kecil kemungkinan seseorang akan menyakiti pasangannya baik dengan ucapan maupun perbuatannya. Orang saleh atau salehah jelas memahami esensi agama dengan baik. Tentu dengannya kebahagiaan akan mudah diraih.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهل

“Yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah yang terbaik dalam memperlakukan istri dan anak-anakku).”

Kedua, أَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا memiliki anak yang berbakti dan berbudi pekerti luhur. Anak ini jelas menjadi kebahagiaan. Anak adalah penerus kita, investasi yang tak ternilai harganya bagi keluarga, masa deoan agama, bangaa dan negara.

Dengan anak pula, kelak pahala kita akan mengalir setalah mati karena doa anak-anak.

Ketiga, وَخُلَطَائُهُ صًالِحِيْنَ memiliki lingkungan pergaulan (teman) yang baik. Salah satu indikator kebahagiaan seseorang jelas memiliki circle atau lingkaranan pertemanan yang baik. Baik itu di lingkungan tempat tinggal maupun dilingkungan tempat kerja.

Pergaulan memiliki dampak penting bagi keluarga, maka keluarga yang dibingkai dengan kejujuran dan kepercayaan rumah tangga kuat dan utuh.

Adapun keretakan keluarga karena tidak bisa menjaga lisannya, tidak bisa mengendalikan emosinya, harapannya dengan puasa adalah perisai dengan kata “ini soimun” (saya sedang berpuasa).

Maka pergaulan yang baik akan menghindarkan dari perilaku toxic yang membuat hati gelisah.

Keempat وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بَلَدِهِ bekerja di daerahnya sendiri. Tentu ini yang dekat dengan tempat tinggalnya. Rezekinya dalam negerinya.

Coba bayangkan jika suami atau istri bekerja di luar secara berjauhan, hal ini berpotensi menimbulkan persoalan paling tidak su’udzon. Apalagi yang sampai bertahun-tahun harus meninggalkan keluarga. Tentu kebahagiaanya akan berkurang.

Maka idealnya Rezekinya dalam negeri, sehingga bosa berkominikasi, makskmal pemantauan keluarga, yerutama bagi pemimpin rjmah tangga untuk memberikan tauladan bagi anak-anaknya.
Maka puasa memberikan pengajaran yang luarbiasa yakni Mistaqon Gholidho “memegang janji yang kokoh” untuk saling Asah. Asih. Dan Asuh dalam keluarga meeaih bahagia.

Demikianlah 4 ciri sebagai indikator kebahagiaan keluarga sesuai menurut hadis Rasulullah SAW.

Semoga 4 indikator tersebut akan Allah kumpulkan dalam keluarga kita, dan Semoga puasaramadhan kita menjadi keberkahan bagi keharmonisan rumah tangga, dan mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button