Kesbangpol Jawa Tengah; Fatayat NU Pilar Keteladanan

NU CILACAP ONLINE – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ajak anggota Fatayat NU untuk menjadi figur teladan di masyarakat. Mengapresiasi suami, mendidik anak, dan menunjukkan kepedulian sosial disebut sebagai bagian dari ibadah dan kontribusi nyata untuk negara.
“Perempuan harus bisa mencerminkan keteladanan dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekitar,” ujarnya saat mengisi seminar wawasan kebangsaan di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cipari beberapa waktu lalu.
Seminar tersebut berlangsung bersamaan dengan pembukaan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) inisiasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Cipari pada Kamis (10/07/2025).
Kesbangpol mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta menumbuhkan semangat bela negara sesuai dengan peran masing-masing.
Dalam penyampaiannya, perwakilan dari Kesbangpol Jawa Tengah menekankan pentingnya memahami landasan hidup berbangsa dan bernegara seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Meskipun kita hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbeda agama atau latar belakang, kita tetap harus menjaga toleransi, saling menghormati, dan menjaga kerukunan,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Bela Negara Sesuai Peran Masing-Masing
Kesbangpol juga menekankan bahwa bela negara tidak harus dengan mengangkat senjata. Mengikuti kegiatan seperti LKD, menjaga lingkungan, dan mendidik anak-anak dengan nilai-nilai positif juga merupakan bentuk nyata dari bela negara. Baca juga Ratusan Pelajar Adipala Tandatangahi Dekalarasi Anti Bulliying
“Jangan berkecil hati. Kita semua bisa berkontribusi sesuai dengan posisi kita. Menjadi ibu rumah tangga, guru, atau tokoh masyarakat semua bisa jadi bagian dari bela negara,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, perhatian khusus juga diberikan pada ancaman sosial yang kini marak di masyarakat, seperti narkoba dan balap liar. Baca juga Fatayat NU Cilacap Inisiasi Pendidikan Pencegahan Stunting
“Narkoba kini sangat merajalela. Kita harus jaga anak-anak dan keluarga kita dengan iman dan perhatian. Begitu pula dengan balap liar yang membahayakan. Awasi anak-anak kita agar tidak terlibat,” tegasnya.
Lawan Bullying dan Cegah Stunting
Selain itu, masalah bullying dan stunting juga menjadi sorotan. Bullying disebut sebagai tindakan yang membekas dalam pikiran anak dan dapat merusak masa depan mereka. Baca juga Al-Qur’an Sebagai Pembela, Apa Maksud dan Pengertiannya?
“Kenapa harus membully? Mari kita bimbing, peluk, dan damping anak-anak kita agar tumbuh dalam kasih sayang dan rasa aman,” ujarnya penuh haru.
Mengenai stunting, Kesbangpol menyampaikan bahwa hal tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, namun juga karena kurangnya perhatian terhadap nutrisi dan pola asuh yang tepat.
“Ayo kita perhatikan pola makan anak. Stunting bisa dicegah jika kita peduli dan paham akan pentingnya nutrisi dan pengasuhan.”
Kegiatan ditutup dengan apresiasi terhadap masyarakat yang turut menjaga stabilitas dan ketertiban pasca pemilu.
“Alhamdulillah, pasca pemilu situasi tetap aman dan kondusif. Ini semua berkat kontribusi kita bersama dalam menjaga lingkungan yang damai,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi refleksi nyata bahwa bela negara bisa dilakukan dari lingkungan terkecil, mulai dari keluarga, dan dapat diwujudkan dengan kepedulian terhadap sesama serta semangat menjaga keutuhan NKRI. (Naeli R)





