Esai Opini Wawasan

Maulana Rumi: Manusia Adalah Kombinasi Malaikat dan Binatang

“Manusia Adalah Kombinasi Malaikat dan Binatang”, bagaimana sisi malaikat dan binatang menjadi dua esensi yang tak terpisahkan di dalam diri manusia? Berikut uraian dalam artikel yang ditulis oleh Anas Mubarok.

Maulana Jalaludin Rumi berkata “Tetapi disini ada sesuatu yang berbeda.dalam pikiranmu terlintas satu pandangan bahwa perilaku semacam ini (tamak, nafsu, dengki, dendam, dan lain lain) sungguh jahat dan benar benar menjijikkan”.

Mata hatimu telah melihat sesuatu yang agung yang menunjukan bahwa perilaku perilaku itu adalah buruk dan keji. Air asin menunjukan keasinannya kepada orang yang sudah meneguk air manis, dan “segala sesuatu akan menjadi lebih jelas lewat kebaikan kebaikannya.” Oleh karena itu, Allah SWT menanamkan cahaya keimanan dalam jiwa jiwa kalian sehingga kalian bisa melihat perbuatan perbuatan tersebut sebagai sesuatu yang tercela.

Allah SWT akan menganugerahkan apa yang kamu minta. Sejauhmana semangatmu, sejauh itulah kamu akan mendapatkan apa yang kamu minta, “Burung terbang dengan kedua sayapnya, dan orang mukmin terbang dengan semangat yang dimilikinya.”

Makhluk Allah SWT terbagi ke dalam tiga jenis: Pertama, adalah Malaikat. Mereka hanya memfokuskan diri secara murni pada ibadah. Ketaatan, ibadah, dan dzikir adalah sifat dan makanan mereka. Mereka makan dan hidup dengan semua esensi itu. Seperti ikan yang hidup di dalam air, alas dan bantal mereka adalah air.

Malaikat tidak memiliki nafsu karena mereka tidak karuniai syahwat sehingga mereka suci darinya. Lantas apa yang mereka peroleh diri tidak memiliki nafsu di dalam jiwa? Karena mereka suci dari nafsu, maka tentu saja tidak ada usaha bagi mereka untuk melepaskan diri dari hawa nafsu.

Baca juga

Jenis yang Kedua, adalah binatang yang mana di dalam dirinya hanya ada nafsu belaka. Mereka tidak memiliki akal yang dapat mencegah mereka dari hawa nafsunya. Mereka juga tidak dibebani tanggungjawab apapun.

Adapun jenis yang Ketiga adalah manusia yang lemah. Mereka memiliki akal dan juga hawa nafsu. Setengah dari dirinya adalah malaikat, dan setengahnya lang lain adalah binatang. “Setengah ikan dan setengah ular.” Menurut orang Persia. Ikan menarik dirinya ke lautan, sementara ular menarik dirinya ke daratan. Mereka selalu berada dalam pergulatan dan peperangan.

Barang siapa yang akalnya mengalahkan hawa nafsunya, maka ia lebih mulia dari malaikat, dan baranag siapa yang hawa nafsunya mengalahkan akalnya, maka ia lebih rendah dari pada binatang”.

Malaikat selamat karena pengetahuannya, binatang selamat karena ketidaktahuannya. Dan anak cucu adam akan selalu bersengketa tentang dua hal itu.

Oleh karena itu anak adam lebih memilih untuk mengikuti akalnya ketimbang hawa nafsunya sehingga mereka sampai pada tingkat malaikat dan cahaya murni. Mereka ini adalah para nabi dan wali. Mereka telah terbebas dari kungkungna rasa takut dan harapan. Karena itulah, “Maka tidak ada kekehawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka sedih hati. (QS. Al Baqarah 38).

Allah SWT Menyusun manusia dari dua pertikel yakni kemanusiaan dan kehewanan “Segala sesuatu akan menjadi jelas dengan kebalikan kebalikannya.”

Adalah mustahil bagi kita untuk mengetahui sesuatu tanpa mau mengetahui kebalikannya. Tetapi Allah tidak memiliki kebalikan, maka Allah berfirman “Aku adalah Gudang yang tersembunyi, Aku ingin diketahui”.

Untuk itulah maka Allah menciptakan dunia ini dari kegelapan agar menampakkan cahayanya. Demikian juga dia nabi dan wali sambari berkata pada mereka semua, “Pergilah dengan samua sifatKu kepada semua makhlukKu!” mereka adalah penunjuk kepada cahaya tuhan.

Seperti kata seorang penyair:
Bulan menampakan cahayanya, sementara anjing menggonggong.
Apa kesalahan bulan, jika memang kebiasaan anjing begitu?
Dari bulan itu, cahaya menerangi tiap sudut langit
Apa yang dilakukan anjing itu dalam keheningan di bumi?
Wallahu a’lamu bisshowab

Artikel Manusia Adalah Kombinasi Malaikat dan Binatang ditulis Anas Mubarok, kontributor aktif NU Cilacap Online.

Editor : Naeli Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button