Innalillahi, Ketua PBNU 2010 – 2021, Tokoh Multikultural, KH Imam Aziz Wafat

NU Cilacap Online – Ketua PBNU 2010-2021 yang dikenal tokoh multikultural, KH Imam Aziz dikabarkan wafat di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, pada Sabtu dini hari, (12/7/2025). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Informasi duka wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta tersebut dikabarkan oleh Achmad Munjid yang mendampingi almarhum di rumah sakit.
“Betul, beliau mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 00.45 WIB tadi, Sabtu, (12/07/2025).” katanya dengan nada suara seperti menahan tangis ketika dihubungi NU Cilacap Online melalui telpon.
“Telah wafat senior, guru, dan teman baik yang luar biasa, KH Imam Aziz Mbah Dukuh di RS Sarjito Jam 00.45 WIB. Mohon doanya. Lahul Fatihah.” Tulis postingan Achmad Munjid di akun facebooknya dengan rasa sedih.
Riwayat Kelahiran
KH Imam Aziz yang bernama lengkap Muhammad Imam Aziz lahir di Pati, Jawa Tengah pada 29 Maret 1962. Ayahnya bernama KH Abdul Aziz Yasin, santri KH Ali Maksum Krapyak Yogyakarta (Rais Aam PBNU 1981-1984). Sementara ibunya Hj. Fathimah.
Pendidikan dan Dedikasi
Semasa kuliah di Institut Agama Islam Negeri (sekarang Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta, ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Lembaga Pers Mahasiswa Arena.
KH Imam Aziz menjadi tokoh penting dalam gerakan kaum muda NU yang pernah melakukan Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU di Cirebon tahun 2004 untuk mengawal Khittah NU; Nahdliyin Crisis Center pada Muktamar NU di Boyolali.
Ia juga dikenal dalam Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat (Syarikat) yang berbicara soal rekonsiliasi nasional dari kalangan santri pesantren.
Tokoh Multikultural
Beliau dinobatkan sebagai tokoh multikultural oleh organiasi bernama Islamic Fair of Indonesia (IFI) pada tahun 2011, di Jakarta.
Penganugerahan award itu merupakan keberhasilannya dalam mendirikan dan mengembangkan Lembaga Kajian Islam (LKiS) di Yogyakarta.
Dalam mengembangkan wacana keislaman yang transformatif dan toleran, khususnya melalui penerbitan ribuan judul buku yang konsisten dengan visi keislaman yang transformatif dan toleran.
Sebagai ketua PBNU, ia merupakan salah seorang yang mendukung dalam penerbitan Ensiklopedia NU (2014) serta berperan besar pada penyelenggaraan dua perhelatan akbar NU, yakni sebagai Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU yang berlangsung di empat pesantren di Jombang pada 2015 dan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 2021.
Almarhum yang wafat dalam usia 63 tahun meninggalkan seorang Istri bernama Hj. Ning Rindah Farihah, berasal dari Jombang. Dikaruniai 3 anak. Sang istri merupakan santri aktivis perempuan dan pernah menjadi ketua Mitra Wacana dan aktif di Fatayat dan Muslimat NU DIY.
Redaksi dan kerabat kerja NU Cilacap Online (NUCOM) turut belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Tokoh Multikultural dan ketua PBNU 2010-2021, KH M. Imam Aziz Bin KH Abdul Aziz Yasin. Semoga Allah memendarkan kesabaran seperti beliau, ketulusan dalam berkhidmah dan Semoga senantiasa mendapat kasih sayang Allah SWT.
Sugeng tindak KH Imam Aziz. Selamat berkumpul dengan para kekasih Allah.
Lahu Alfatihah… (IHA)





