Gamelan Batu Salebu, Visi Pemajuan Kebudayaan Desa Nusantara

NU Cilacap Online — Sekelompok warga Desa Salebu Majenang berencana membentuk kelompok Seni Gamelan Batu Salebu, dan banyak kalangan menilai hal itu merupakan upaya inovatif untuk melestarikan Gending Salebu, sebuah warisan budaya unik yang mengeksplorasi resonansi musik batuan purba dengan paduan instrumen modern. Gamelan Batu Salebu, Visi Pemajuan Kebudayaan Desa Nusantara
Latarbelakang, Tujuan Bentuk Kelompok Seni
Diketahui berlatar belakang dari sejumlah kalangan menilai dan mengapresiasi kesuksesan atas keberhasilan mereka tampil memukau dalam pementasan perdana di depan publik pada pertunjukan orkestrasi musik Gamelan Batu Salebu di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap dalam acara Ngaji Peradaban, refleksi malam pergantian tahun baru 2026. Rabu, (31/12/2025) lalu.
Upaya sekelompok warga Desa Salebu membentuk kelompok seni tersebut menekankan pada pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan aset budaya lokal. Menanggapi potensi besar kesenian ini, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi menyambut positif atas inisiatif warganya dalam rencana pembentukan organisasi seni budaya yang memiliki visi pemajuan kebudayaan desa tersebut.
“Atas nama Pemerintah Desa Salebu, Saya sepenuhnya mendukung pembentukan kelompok seni budaya desa, apalagi berkaitan dengan warisan budaya, ini” akunya.
Desa Agendakan, Sepekan Dua Pertemuan
Bahkan pihaknya mengaku telah melakukan pembahasan dan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti halnya tokoh masyarakat, pemuda hingga pemerhati seni budaya, termasuk PKK desa.
“Sementara ini kita agendakan sepekan dua kali untuk pertemuannya, hari Senin dan Kamis malam guna pelatihan khusus peningkatan sumber daya manusia (SDM) seni budaya ini,”
“Jadi sembari latihan bersama itu berjalan, secara mengalir nantinya akan ketemu, akan terbentuk konsistensi tim, kelompok seni sebagai organisasi akan terbentuk, yang nantinya mewadahi keberlangsungan kesenian gamelan batu Salebu ini,” lanjutnya.
Ke depannya, lanjut Kades Salebu Agus Fauzi, dalam upaya pengembangan tersebut, pihaknya juga akan terus melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten, dan semua pihak yang terkait.
Dorongan Pemerintah
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Cilacap, Ahmad Fathoni mengaku akan terus mendorong semangat warga Desa Salebu untuk segera membentuk kelompok kesenian gamelan batu, lengkap dengan kepengurusannya, untuk kemudian diajukan ke dinas terkait guna keperluan registrasi.
Menurutnya, batu yang dapat dimainkan sebagai alat musik merupakan temuan langka dan memiliki potensi budaya yang tinggi.
“Selain aspek pelestarian, potensi besar kesenian ini, aspek pemajuan kebudayaan akan terorganisir dengan baik, sehingga dapat dikembangkan menjadi potensi wisata budaya yang mampu meningkatkan ekonomi kreatif warga Desa Salebu,” ujarnya.
Perlindungan Hukum
Dia mengaku dalam kesempatan melakukan identifikasi dan penelitian awal atas gamelan batu Salebu, Selasa, (6/1). Pihaknya telah berdiskusi bersama pemerintah desa, pemerhati budaya, hingga tokoh masyarakat setempat.
Salah satu poin penting diskusi, adalah untuk mengungkap jejak sejarah di balik temuan batuan tersebut guna memberikan status perlindungan hukum yang tepat.
“Diskusi menghasilkan kesepakan bersama, mengarah pada pengembangan dan pemanfataan nilai dari warisan budaya yakni bidang kesenian terlebih dulu. Adapun kajian ini merupakan tahap awal penilaian atas gamelan batu Salebu,” terangnya.
Kajian Lanjutan
Dia juga merencanakan akan ada kajian akademik lanjutan, termasuk kemungkinan pembuatan replika gamelan batu.
Menurutnya, replika tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi, pameran, dan pelestarian budaya, tanpa mengganggu keberadaan benda asli.
Dalam jangka panjang, dia berharap, kajian ini mampu memperkuat identitas Desa Salebu serta mendorong pengembangannya sebagai desa wisata dengan kesenian khas yang membedakannya dari daerah lain.
Menyusul kesepakatan itu, adapun batu gamelan Salebu sebagai Objek yang diduga Benda Cagar Budaya (OBCB) hingga kini masih dalam tahap kajian lanjutan, identifikasi mendalam, dan perlunya penelitian lebih lanjut oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap. (IHA)





