Gamelan Batu Salebu, Ngaji Peradaban Tahun Baru

NU Cilacap Online — Gamelan Batu Salebu dari Desa Salebu, Majenang, Cilacap, merupakan temuan artefak arkeologis unik yang baru-baru ini dipentaskan telah berhasil direkonstruksi dan dimainkan laiknya nada gamelan modern. Terbukti puluhan warga desa ini berhasil menampilkan orkestrasi musik gamelan batu ‘Gending Salebu’ kepublik di pendopo Desa Salebu, Majenang, Cilacap pada malam pergantian tahun baru 2026, Rabu malam, (31/12/2025) lalu.
Gamelan Batu Salebu menjadi sebuah ekspresi budaya, dan bukti nyata kontinuitas kearifan, kesinambungan tradisi musik kuno selama berabad-abad. Karenannya Gamelan menjadi relevan untuk media refleksi bersama, dan bahan renungan Ngaji Peradaban di Tahun Baru. Gamelan Batu Salebu ini menunjukkan bagaimana nafas warisan budaya leluhur ini dapat terus hidup dan relevan di dunia modern.
Sehingga kelestarian Gamelan Batu Salebu mencerminkan pentingnya menjaga dan mengadaptasi tradisi untuk masa depan, sekaligus memberikan wawasan berharga tentang identitas budaya dan ketahanan masyarakat
Sorotan Publik
Terhitung sejak ditemukan pada 1 Rajab 1447 H. Sabtu, (20/12/2025), hingga kemudian dimainkan, dipertunjukkan, telah mampu menghasilkan 3 lagu gending Salebu. Pementasan pertama kalinya itu pun berhasil menyedot perhatian, memukau ratusan penonton dan tamu undangan yang hadir pada kesempatan malam istimewa itu.
Instrumen purbakala Gamelan Batu Salebu atau Gending Salebu ini tak pelak menjadi sorotan publik lantaran kemampuannya menghasilkan karakteristik nada pentatonis (lima nada) yang mencakup laras Slendro dan Pelog. Susunan nadanya meliputi ji, ro, lu, mo, nem (1, 2, 3, 5, 6), sehingga dapat digunakan layaknya musik karawitan tradisional.
Ngaji Peradaban Salebu
Malam refleksi pergantian tahun baru 2026 Desa Salebu dihelat dengan kemasan Ngaji Peradaban bersama Kepala Desa Salebu, Camat, Dinas PDK Cilacap Bidang Kebudayaan, beserta para tokoh masyarakat Majenang Cilacap dihadiri oleh Romo Ndaru Kusumo, Sang penemu batu gamelan salebu sekaligus pencipta ‘gending Salebu’.
Romo Ndaru Kusumo mengawali sambutannya dengan menghaturkan beribu terimakasih kepada pak kades beserta seluruh warga Salebu yang selama ini telah menerima kehadirannya.
“Terimakasih terutama dalam memberikan perhatian saat kami dari lapangan, terimakasih kepada warga Salebu yang bersemangat menggali potensi bersama, dan terlebih dalam semangatnya berlatih mencipta musik dari gamelan batu salebu jadi gending Salebu,” tuturnya.
Warisan Peradaban
“Gamelan batu ini merupakan salah satu warisan peradaban dari nenek moyang kita semua, yang mana kalau kita ambil dari nilai edukasinya betapa sungguh luarbiasa nenek moyang kita di jaman pra-batu sudah menghasilkan karya,” bebernya.
Karya yang sangat harmoni. Dan bisa dimainkan menjadi salah satu alat musik.
“Saya sendiri waktu menemukan. Betapa beliau-beliau, leluhur kita, sudah memiliki kemampuan dalam memilih batu. Berarti beilau-beliau sudah mendalami ilmu perbatuan. Padahal di era modern sekarang, ilmu perbatuan membutuhkan waktu yang cukup lama. Seorang arkeolog saja menempuh pendidikan yang cukup lama. Jadi sarjana pun minimal 6 tahun, itupun tahap pemula,” jelasnya.
Romo Ndaru menyampaikan kalau kita renungkan dengan hikmat batu gamelan ini bahwasannya leluhur kita tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain. Bisa jadi leluhur Salebu sudah memiliki knowledge (pengetahuan) yang cukup tinggi.
“Setelah saya renungkan di batu ini ada unsur logam. Berarti leluhur kita sudah mengenal logam. Kemungkinan besar gamelan hari ini yang berupa logam terinspirasi dari gamelan batu. Akhirnya peradaban berlanjut.” Lanjutnya.
“Beliau-beliau mulai mampu memisahkan unsur logam tersendiri, yang akhirnya jadi gamelan logam yang hari ini dinikmati masyarakat semuanya. Termasuk jadi budaya kraton yakni karawitan,” ungkapnya.
Menjadi Ikon, Wisata Edukasi
Romo Ndaru Kusumo berharap besar semoga kedepannya mampu menjadikan ikon, atau karya seni untuk wisata edukasi.
“Semoga kepala desa dan masyarakat Salebu bersinergi, dan memanfaatkan potensi ini, menjadi ikon wisata Desa. Semoga Pemerintah daerah bisa sinergi dengan Desa Salebu, Besar harapan pak Camat Majenang, pak Bupati Cilacap juga ikut perhatian,” harapnya.
“Saya yakin bila mana ini dikemas dengan baik, dan dijalankan dengan sinergitas yang baik, pasti akan mendapatkan hikmah yang baik,” terangnya.
Perluasan Temuan, Menguak Peradaban
Kedepan setelah batu gamelan ditemukan. Tidak menutup kemungkinan akan mendapat perluasan penemuan.
“Jadi, dari satu gamelan artefak ini bisa menembus ke artefak lainnya,” jelasnya.
Dia mencontohkan, penemuan baru, berupa batu luku, dan kapak genggam, menurutnya benda tersebut di duga alat pertanian. Sebagai bagaian dari ciri atau unsur yang akan memperlihatkan peradaban masa lalu,
“Dan besar harapan kami, semoga tanda-tanda peradaban lainnya bisa terangkat. Dan jadi alat bukti peradaban yang lebih sempurna. Maka besar harapan kami, arkeolog maupun geologi bisa hadir di sini.” Pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi berharap adapun temuan, dan pentas gamelan batu ‘Gending Salebu’ bisa memotivasi warga untuk lebih menggali potensi desa. Termasuk adanya peradaban tinggi di Desa Salebu pada masa lampau.
“Gamelan batu ini bisa menguak peradaban masa lampau di Desa Salebu,” harapnya. (IHA)





