Buka Porsadin Kesugihan, Ini Pesan Kemenag Cilacap H Aziz Muslim

NU CILACAP ONLINE – Dewan Perwakilan Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Kesugihan sukses menggelar Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) Tahun 2026 hari ini, Ahad (26/07/2026). Berpusat di Balai Desa Bulupayung, ajang bergengsi tingkat kecamatan ini diikuti oleh sekitar 500 santriwan dan santriwati yang berkompetisi dalam 16 cabang lomba olahraga serta seni.
Hadir di tengah-tengah acara, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Cilacap, H Aziz Muslim, dalam pengarahannya mengapresiasi antusiasme para santri dan pengurus Diniyah yang hadir memadati lokasi acara. Aziz menegaskan bahwa Porsadin menjadi pemantik (trigger) bagi tumbuhnya daya juang, sportifitas, kerja sama, dan mental juara para calon pemimpin bangsa.
Menurut H Aziz Muslim, terdapat tiga fondasi utama yang harus terus dikembangkan pada diri para santri, yaitu jasmaniyah, fikriyah, dan ruhiyah.
“Untuk menjadi generasi emas yang unggul, fisik dan jasmani santri harus kuat melalui olahraga, sesuai prinsip al-aqlus salim fil jismis salim akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. Tidak hanya badannya yang sehat, tetapi otaknya juga cerdas dan ruhiyahnya tergembleng dengan akhlakul karimah,” jelasnya memotivasi para peserta.
Rangkaian pembukaan Porsadin 2026 Kecamatan Kesugihan ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan, dihadiri jajaran Forkopimcam, para kiai, asatidz-asatidzah, serta kepala Madrasah Diniyah se-Kecamatan Kesugihan. Baca juga Porsadin VI FKDT Kesugihan Diikuti 50 Lembaga
Semangat Gotong Royong dan Penjurian yang Objektif
Ketua Panitia Pelaksana, Kiai Tobroni Ustman, menyampaikan bahwa Porsadin tahun ini mengusung semangat gotong royong antarlembaga Madrasah Diniyah se-Kecamatan Kesugihan. Penjurian dilakukan secara ketat dan objektif demi menjaring bibit-bibit santri berprestasi yang siap mewakili Kesugihan ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Baca juga Waspada Generasi Stroberi, ini Sikap Kakan Kemenag Cilacap
“Melalui perlombaan ini, kami berharap mendapatkan kandidat peserta terbaik. Pesan kami untuk para santri, ikutilah perlombaan ini dengan penuh kebahagiaan. Jika meraih prestasi, jangan menjadi jumawa,” ujar Kiai Tobroni. Dia juga menutup sambutannya dengan bait pantun bernuansa khas lokal:
Dari Kesugihan ke Jeruklegi,
Untuk mengaji kitab Safinah.
Selamat adik-adik berkompetisi,
Kalaupun ada yang menang dan kalah, tetap istiqamah.
Gembleng Mentalitas Santri
Dukungan penuh juga disampaikan oleh jajaran Forkopimcam Kesugihan. Camat Kesugihan, Wawan, menekankan agar para peserta menjadikan Porsadin sebagai ajang menguji kemampuan sekaligus menggembleng mentalitas.
“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, jaga adab, dan junjung tinggi sopan santun. Dalam sebuah perlombaan, yang terpenting bukanlah sekadar hasil akhir, melainkan proses, keberanian untuk tampil, serta pengalaman berharga yang didapatkan. Kami berharap seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan tertib,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Cilacap, Nur Faiqqoh, menggarisbawahi pentingnya Porsadin sebagai ruang wujud kesetaraan pendidikan Diniyah dengan pendidikan formal. Porsadin bukan sekadar kompetisi melaga menang dan kalah, melainkan media silaturahmi serta penguat ukhuwah antara guru dan para santri.
Dirinya pun mendoakan agar kontingen Cilacap kembali mengukir prestasi hingga menjadi juara umum di tingkat provinsi dan nasional.
“Selamat dan sukses atas penyelenggaraan Porsadin Kecamatan Kesugihan yang mengusung tema ‘Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti dan Diniyah yang Berprestasi’. Semoga memberi dampak positif bagi perkembangan Madrasah Diniyah di daerah kita,” ungkap Nur Faiqqoh. (Naeli Rokhmah)
.





