Islam Aswaja

Aswaja NU Center Akan Menjadi Lembaga Resmi PBNU ?

Apa itu Aswaja NU Center atau Pusat Kajian Aswaja Nahdlatul Ulama? Aswaja NU Center akan diusulkan menjadi lembaga resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-34 NU di Lampung. Kesimpulan tersebut muncul dari forum Silaturahmi Nasional (Silatnas) Aswaja NU Center

Ketua Panitia Silatnas 2021, KH Usamah mengatakan, seluruh peserta Silaturahim Nasional (Silatnas) yang digelar  sepakat untuk mengajukan Aswaja NU Center sebagai lembaga resmi Pengurusan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Usulan ini akan disampaikan dalam kegiatan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada Desember 2022 mendatang. Usulan tersebut akan disampaikan langsung kepada Ketua Muktamar ke-34 NU dan Ketua Komisi Organisasi,” katanya dikutip Situs Aswaja dan media berita Nahdlatul Ulama NU Cilacap Online dari Republika (18/11)

Sementara itu, Ketua Aswaja NU Center KH Misbahul Munir mengungkapkan pentingnya Aswaja NU Center untuk mempunyai posisi yang jelas di tubuh organisasi NU. Karena, menurut dia, saat ini legallisasi dari pengurus wilayah dan cabang masih beragam.

“Aswaja NU Center fokus sebagai benteng dan menyebarkan paham Ahlussunnah wal jamaah. Saat ini, legal dari pengurus Aswaja ada yang dari Lembaga Dakwah; ada yang dari Pengurus Wilayah NU seperti Jawa Timur. Ada juga yang mendapat SK dari LBM (Lembaga Bahstul Masail) seperti Jawa Tengah,” jelas Kiai Misbah.

Acara Silatnas  digelar secara Hybrid pada Senin (15/22) dalam rangka mengambil kesepakatan dari seluruh pengurus untuk diajukan dalam Muktamar NU ke-34 di Lampung. Silatnas ini dihadiri 20 pengurus wilayah dan 40 pengurus cabang.

Hadir dalam Silatnas ini secara offline Ketua PBNU KH Misbahul Munir, KH Khoerul Ansori ((DKI ). Sedangkan peserta yang hadir secara online diantaranya adalah KH Ma’ruf Khozin (PWNU Jawa Timur). KH Fahrurrozi (Kalimantan Timur) dan 40 pengurus dari beberapa PCNU.

Apa itu Aswaja NU Center ?

Salah satu Aswaja NU Center yang paling menonjol adalah Jawa Timur; yang berawal dari sebuah kajian Islam yang memfokuskan materi pada bidang keaswajaan. Kajian tersebut dikenal dengan kajian Islam Ahlussunnah Wal Jamaah atau disingkat KISWAH yang diprakarsai oleh para tokoh NU di PWNU Jatim, mulai dari Rais Syuriyah hingga Katib Syuriyah.

Pada awalnya KISWAH dilaksanakan pada bulan Ramadhan tahun 2010,. Dan sesuai dengan hasil rapat harian, KISWAH dilaksanakan setiap hari ahad mulai pagi hingga siang hari di bulan Ramadhan. Dan yang menjadi pemateri pada saat itu adalah dari Syuriyah PWNU Jatim.

Setelah bulan Ramadhan berakhir para dewan Syuriyah sangat menyayangkan jika KISWAH juga ikut berakhir. Selain itu karena dianggap sangat penting di dalam menanggulangi derasnya arus paham lain maka KISWAH harus tetap dilaksanakan. KISWAH itu sendiri dilaksanakan setiap sebulan sekali oleh Lembaga dan Banom yang bersangkutan (dikutip dari laman AswajaNUCenterJawa Timur, 18/11). Gambar @aswajacnternu

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button