Islam Aswaja

7 Butir Deklarasi Aswaja dan Perkembangan Sosial Budaya

7 Butir Deklarasi Aswaja dan Perkembangan Sosial Budaya dicetuskan para Ulama NU di Muktamar NU tahun 1999 di Kediri. Salah satu keputusan Muktamar NU Kediri 1999 tersebut adalah Deklarasi Aswaja dan Perkembangan Sosial Budaya, yang menegaskan soal Aswaja sebagai manhaj

Dalam Khittah NU, manhaj Aswaja diakui sebagai pandangan dalam soal kemasyarakatan dan keagamaan, meskipun belum diuraikan secara detail Aswaja sebagai manhaj akhirnya dieksplisitkan oleh NU dalam Muktamar NU di Kediri tahun 1999, jauh setelah Khittah NU dirumuskan tahun 1984.

Apa saja 7 Butir Deklarasi Aswaja dan Perkembangan Sosial Budaya? Berikut butir-butir rinciannya;

1. Manusia adalah ciptaan Allah Swt. yang sempurna, diberi akal dan hati nurani, untuk mengembangkan fungsi kekhalifahan di bumi.

2. Peradaban yang dihasilkan manusia beraneka ragam, untuk memenuhi tuntutan hidupnya, mengalami perubahan, dan pertemuan antara peradaban merupakan kenyataan dan dialektika yang saling mempengaruhi

3. Aswaja adalah salah satu penentu dalam membangun peradaban di kalangan Islam. Aswaja sebagai manhaj al-fikr adalah metode komprehensif yang memadukan antara akal dan wahyu yang mencakup seluruh kehidupan dengan prinsip-prinsip. di antaranya adalah tawdsuth (moderat), tawdzun (menjaga keseimbangan), dan tasamuh (toleransi).

4. Aswaja mengaktualisasikan dirinya untuk mendorong perubahan yang konstruktif dan mencegah perubahan yang destruktif, dengan dasar yang harus dipegang untuk mencipta kan hak-hak dasar manusia yang lima: hifdzu ad-din, hifdzu al ‘aql, hifdzu an-nasal, hifdzu nafs, dan hifdzu al-mál.

Baca Artikel Terkait

5. Aswaja bermaksud menyebarkan rahmatan lil ‘alamin, dan memandang realitas kehidupan secara inklusif-substantif. Tidak mau terjebak dalam klaim kebenaran dalam dirinya secara mutlak, dimana perbedaan dan paham golongan dipandang untuk saling ta’aruf.

6. Aswaja sebagai manhaj al-fikr dalam praktik wacana keagamaan masih terdapat banyak khilafiyah dan distorsi oleh penganutnya maupun orang luar

7. Prinsip Aswaja dalam mengembangkan kebudayan dan perubahan sosial adalah berpegang pada prinsip al-muhafazkak ‘ala al-qadim ash-shalih wa al-akhdzu bi al jadid al-ashlah.

Butir-butir tersebut menjelaskan sangat gamblang bahwa mereka yang menganut Aswaja adalah orang-orang yang harus memegang prinsip-prinsip hidup moderat, toleran, dan persaudaraan. Dalam perubahan sosial, harus memelihara hal lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

7 butir Deklarasi Aswaja hubungannya dengan perkembangan sosial dan budaya merupakan ijtihad ulama Aswaja di Organisasi NU. 7 butir deklarasi aswaja tersebut memperkokoh 14 Ciri Khas Aswaja Al Nahdliyyah. dan memperkuat NU sebagai Benteng Ahlussunnah Wal Jamaah.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × four =

Back to top button