Jejak Ulama

11 Ramadhan Haul Ummul Mu’minin Sayyidah Khadijah Al Kubro

Tanggal 11 Ramadhan ada peristiwa penting bagi umat Islam; Wafat sekaligus diperingatinya Haul Ummul Mu’minin Sayyidah Khadijah Al Kubro. “Manaqib” Sayyidah Khadijah Al Kubro berikut ini diambil dari Kitab Al Busyro, Karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani Rahimahullah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ،

Sayyidah Khadijah Wafat

Sayyidah Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah; wafat dalam usia 65 tahun.

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW, “Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai isterimu belum berbakti kepadamu.”

“Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah meyokong dakwah Islam sepenuhnya”, jawab Rasulullah.

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik: “Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang ku takutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku”,

Mendengar itu Rasulullah berkata; “Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga,”

Ummul Mu’minin, Sayyidah Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri beliau itu dengan perasaan pilu yg teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yg ada di situ.

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya; “Untuk siapa kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?. JIbril menjawab; “Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dipenggal dan gugur syahid tanpa kafan dan tak dimandikan,” sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah: Wahai Khadijah isteriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan isteri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau infaqkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya.

Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. “Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?”

Baca Juga : Pernikahan Agung Nabi Muhammad SAW Dengan Sayyidah Khadijah Al Kubro

Cinta Pertama dan Cinta Sejati Rasulullah ﷺ

Selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali kecintaan sejati.
Dan selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali perhatian.
Dan selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali Ketulusan.
Dan selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali Dukungan.
Dan selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali Kerinduan.
Dan selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali Keanggunan.
Dan selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali Keindahan.
Dan selama 25 tahun Rasulullah ﷺ tidak pernah melihat darinya kecuali kemuliaan.
Ibu dari anak-anaknya. Nenek bagi Al Hasan wal Husain dan saudara-saudara mereka

Ketika semua mendustai Rasulullah ﷺ dialah yang senantiasa mempercayainya. Ketika semua kikir dengan hartanya untuk perjuangan Rasulullah ﷺ dialah yang senantiasa mengorbankan segala harta bendanya untuk kekasihnya.

Sehebat apapun wanita di alam semesta ini, namun tidak akan pernah mampu melebihi Sayyidah Khadijah Al kubra kekasih sejati Rasulullah SAW ﷺ.

Tidak pernah Rasulullah ﷺ mencintai seorang wanita melebihi kecintaannya kepada Sayyidah Khadijah Al Kubra. Jauh setelah wafat sang isteri tercinta. Kenangan manis dan kesetiaan di hati Rasulullah ﷺ tidak pernah pudar.

Dimakamkan di Hajuun

Setiap kali Rasulullah ﷺ masuk ke kota Makkah setelah beliau hijrah ke madinah, baik pada saat umrah Al Qodho, maupun Fath Makkah beliau selalu meminta kepada sahabatnya untuk didirikan baginya kemah di Hajuun.

Rumah Bani Hasyim terbuka lebar untuk Rasulullah ﷺ tinggal di Makkah. Namun beliau lebih memilih kemah yang sederhana di Hajuun. ADA APA GERANGAN DENGAN “HAJUUN”? Di Tanah suci Hajuun disemayamkan ISTERI TERCINTA SAYYIDAH KHADIJAH AL KUBRO

Sayyidah Khadijah Radhiyallahu Anha adalah istri yang paling di cintai oleh Rasulullah ﷺ, Sayyidah Khadijah adalah ibu nya orang-orang beriman. Tanggal 11 Ramadhan wafat nya, tiru lah akhlaq beliau, semoga kita semua mendapatkan keberkahan dunia akhirat dari Allah, di melalui daripada perantara beliau Radhiyallahu Anha, Allahumma shalli wa sallim ala zawjihal amiin.

Manaqib Sayyidah Khadijah

Faedah membaca Manaqib Sayyidah Khadijah Al Kubro menurut Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani Rahimahullah;

  • 1. Barangsiapa melazimkan membaca manaqib Sayyidah Khadijah pada ketika Haulnya tanggal 11 Ramadhan atau pada setiap tanggal 11 bulan Hijriyyah, niscaya Allah luaskan rezekinya yg halal dan diberikan kekayaan yg tidak diperkirakannya.
  • 2. Apabila ia seorang pedagang, maka Allah akan berikan keuntungan yang banyak juga halal, serta dimudahkan segala urusannya.
  • 3. Kemudian Apabila ia seorang yang berpangkat/ mempunyai jabatan baik dunia atau akhirat, maka Allah akan naikkan pangkatnya.
  • 4. Apabila ia seorang penuntut ilmu, maka Allah akan berikan ilmu laduni dari Allah SWT.
  • 5. Dan apabila seseorang mempunyai kesusahan seperti banyak hutang, maka bacalah manaqib Sayyidah Khadijah, dan jikalau ia mampu untuk menyembelih kambing, dan dagingnya dibagikan. serta pahalanya dihadiahkan kepada Sayyidah Khadijah, insya Allah Allah akan luaskan rezekinya yang Halal dan akan terbayar hutangnya dan disampaikan segala hajatnya dunia dan akhirat. (MUJARAB).

Baca Juga >> Manaqib Sayyidah Fathimah Az Zahra Radhiyallahu ‘Anha

Sumber: Sayid Machmud BSA

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button