Kontes Kambing Jawa Randu Kembangkan Ekonomi Sektor Wisata

NU CILACAP ONLINE –  Kontes kambing Jawa Randu tingkat umum dalam rangka menyambut satu abad NU  bakal digelar di Lapangan Mandala Sakti Karangpucung, Cilacap. Kegiatan ini digadang akan menggerakkan ekonomi pada setor wisata edukasi.

Kegiatan perlombaan yang diselenggarakan pada hari Rabu (08/03/2023) besok dalam rangkaian peringatan 1 Abad NU. Acara ini diprakarsai oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangpucung. Adapun peserta umum bahkan diikuti beberapa di antaranya berasal dari Luar Cilacap.

Dalam kontes kambing Jawa Randu ini ada 4 kelas yang dilombakan yakni sebagai berikut;

  1.  Kelas Pejantan Unggul [Usia 12 bulan ke atas]
  2. Kelas induk Unggul [Usia 12 bulan ke atas]
  3. Kelas bakalan jantan [4 bulan sampai 11 bulan]
  4. Kelas bakalan betina [4 bulan sampai 11 bulan]

Sementara untuk kejuaraan adalah Juara 1, 2, dan 3 dari masing masing kelas. Disampaikan oleh panitia penyelenggara, Narto.

“Untuk kontribasi per peserta adalah Rp. 20.000. Untuk Pendaftaran bisa melalui online dengan hubungi nomor kontak panitia +62 812-2545-9050, lalu kirim, dengan isian sebagai berikut:

Artikel Terkait

Form pendaftaran kontes Kambing Jawa Randu

Nama :
Alamat :
Pilih Kelas lomba yg di ikuti : pilih dengan centang (✅)
1. Jantan dewasa
2. Betina deeasa
3. Bakalan jantan
4. Bakalan betina

No HP. : (isi kontak pendaftar)

Baca artikel terkait: Kurban Sendirian Lebih Utama Daripada Kolektif (Patungan)?

Kembangkan Ekonomi Wisata Edukasi

Lebih lanjut, Narto mengatakan bahwa perlombaan ini adalah untuk umum.  Ia juga mengatakan peserta bahkan ada yang datang dari luar Kabupaten Cilacap.

“Jadi lomba ini untuk umum dari wilayah mana pun, dari kelompok peternak maupun perorangan di bolehkan. Bahkan tadi ada beberapa yang mendaftar melalui online berasal dari luar Cilacap, jauh-jauh untuk mengikuti kontes ini,” katanya, Senin (06/03/2023) pagi.

Kontes ini sengaja digelar oleh Aktivis NU Karangpucung untuk mengenalkan Kambing Jawa Randu kepada masyarakat secara luas. Diharapkan kegiatan ini akan membuat harga pasar kambing terkontrol stabil dan meningkat.

“Adanya pagebluk pandemi covid-19 yang sempat menghambat perluasan pasar dari kambing ini. Sehingga dengan adanya kontes ini diharapkan pasar kambing kembali meningkat.”

“Tujuan kami mengadakan ini untuk meningkatkan pangsa pasar, sehingga para peternak bisa kembali bersemangat,” imbuh Narto yang juga Pendamping Desa Pemberdayaan Kemesdesa PDTT RI.

Disampaikan bahwa perlombaan yang sama terakhir diselenggarakan di Cilacap sebelum pandemi covid-19 pada 22 Oktober 2017 lalu. Adapun aspek penilaian kontes ini adalah mulai dari Penotipe, Genetik dan Kesehatan ternak. Semua dinilai oleh dewan juri yang mumpuni baik dari dinas, asosiasi, maupun akademisi.

Kontes Kambing Jawa Randu nanti dilangsungkan di Lapangan Mandala Sakti Karangpucung mulai Jam 7.30 utuk registrasi dan Jam 8.00 pembukaan dilanjut penilaian oleh juri. Pihak kepanitiaan sendiri memfasilitasi penuh kegiatan kontes kambing Jawa Randu. Ini dilakukan sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor peternakan kambing sekaligus wisata edukasi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini banyak wisatawan yang tertarik untuk mengembangkan usaha peternakan kambing Jawa Randu.

Di sisi lain, dengan adanya kontes ini diharapkan juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Karangpucung sebagai sentra kambing. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, perekonomian masyarakat turut bergerak dan meningkat.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini, termasuk pada program pemerintah tentang ketahanan pangan dan konvergensi stunting kami berharap ini bisa menumbuhkan perekonomian di tingkat peternak kambing serta menggerakkan ekonomi di bidang wisata edukasi,” kata Putut, Direktur dan Ketua Lakpesdam MWCNU Karangpucung.

Dengan kesuksesan kegiatan Kontes kambing Jawa Randu ini diharap nantinya bisa untuk saling membantu, bertukar ilmu dan informasi antar kelompok peternak atau perorangan dalam rangka budidaya kambing jawa randu guna memajukan ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat.

“Mari bersama merawat Jagat dan Membangun Peradaban,”pungkasnya. (Imam Hamidi Antassalam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button