KH Khazam Bisri: Tips Produktif di Bulan Ramadhan

NU Cilacap Onlne – Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Alhamdulillahirabbil ‘alamin, yang pada hari ini telah memberikan nikmat kesehatan sehingga kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan khusyuk.
Semoga melalui ibadah puasa ini, kita semua dijadikan hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Para pemirsa dan pembaca yang dimuliakan Allah SWT. Ibadah puasa adalah ibadah yang sangat unik. Mengapa demikian? Karena puasa adalah ibadah yang hanya diketahui oleh orang yang melakukannya dan Allah SWT.
Berbeda dengan salat yang gerakannya terlihat, zakat yang diketahui penerimanya, atau haji yang diketahui tetangga sekampung.
Ibadah puasa mengajarkan dan mendidik kita tentang kejujuran. Puasa menguji apakah kita benar-benar beribadah atau tidak, karena hanya Allah-lah saksi utamanya.
Keutamaan di Bulan Ramadhan
Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kejujuran dalam diri seorang muslim.
Saat berpuasa, seseorang bisa saja makan atau minum secara sembunyi-sembunyi ketika tidak ada orang yang melihat. Namun seorang yang benar-benar beriman tidak akan melakukannya, karena ia sadar bahwa Allah SWT selalu melihatnya. Di sinilah puasa menjadi latihan kejujuran yang sangat mendalam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
Artinya“Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna perisai di sini bukan hanya melindungi dari dosa, tetapi juga melatih pengendalian diri dan kejujuran hati. Seorang yang berpuasa belajar untuk jujur kepada Allah, jujur kepada dirinya sendiri, dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Keunikan lain dari Ramadhan adalah nilai ibadahnya yang berlipat ganda. Rasulullah SAW pernah mengungkapnya bahwa hal-hal yang bersifat mubah (biasa) pun bisa bernilai ibadah di bulan ini. Contohnya:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ
Artinya: “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.”
Jika di luar bulan puasa tidur hanyalah aktivitas biasa, di bulan Ramadhan ia memiliki nilai spiritual.
Apalagi aktivitas yang memang sudah bernilai ibadah, seperti shalat sunah rawatib, shalat tarawih dan ibadah wajib maka pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Meneladani Produktivitas Rasulullah
Ramadhan bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik (Uswatun Hasanah) dalam hal produktivitas selama Ramadhan. Beliau menjadi orang yang paling dermawan dan paling giat membantu fakir miskin di bulan ini. Pembaca, hadirin hadirat rahimakumullah. Sejarah Islam mencatat banyak peristiwa besar dan produktif yang terjadi di bulan Ramadhan:
- Perang Badar: Kemenangan besar umat Islam terjadi saat sedang berpuasa.
- Fathul Makkah: Pembebasan kota Mekah terjadi di bulan Ramadhan.
- Masuknya Islam ke Andalusia: Kejayaan peradaban Islam juga dimulai pada bulan suci ini.
Semua ini membuktikan bahwa Ramadhan tidak boleh menjadi alasan untuk tidak produktif. Sebaliknya, bulan ini harus menjadi pemicu semangat untuk melahirkan karya dan aktivitas nyata.
Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini lebih produktif dibandingkan bulan-bulan lainnya. Jangan sampai kita terkena penyakit “mager” (malas gerak). Justru di bulan ini kita harus lebih semangat:
Semoga di bulan ramadhan ini bagi yang jarang membaca Al-Qur’an, mulailah rutin tadarus. Yang jarang berinfak, bahkan belum suka berinfak di bulan ramadhan melakukan sedekah (Infak).
Bagi Sebagian orang pada hari hari biasa jarang ke masjid, mushalla pas waktu bulan ramadhan alhamdulillah mau melaksanakan shalat jama’ah
Semoga aktivitas ibadah dan kegiatan sosial kita di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT dan mengantarkan kita menjadi golongan orang-orang yang bertakwa.
Penulis: Khayaturrohman





