KH Aziz Muslim: Ramadhan Momentum Menjadikan Keluarga Bahagia

NU Cilacap Online — Puasa tidak hanya ritual menahan lapar dan dahaga saja, tapi puasa adalah reparasi kualitas diri dan kualitas keluarga, lantas seperti apa? Inilah tausiyah KH Aziz Muslim: Ramadhan Momentum Menjadikan Keluarga Bahagia.

Pertama, puasa melatih kejujuran dan kepercayaan. Puasa ibadah yang privat yang hanya diketahui oleh dirinya dan Tuhannya Allah SWT. Orang yang betul-betul berpuasa dia mesti menjaga integritas dirinya dari hal yang membatalkan puasa dan karena semata-mata hanya berharap mencari ridha Allah SWT.

Maka sikap kejujuran ini apabila diimplementasikan dalam rumah tangga akan tercapai saling percaya dan terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Kedua, keluarga akan bahagia (sakinah) yakni melalui meja makan. Meja makan menjadi ruang dialog keluarga yang istimewa. Sebab kita umumnya di luar bulan Ramadhan, keluarga sulit untuk berkumpul.

Meja makan menjadi satu-satunya ruang istimewa bertemu, saling menyapa semua anggota keluarga, saat iftor, saat berbuka puasa, maupun saat sahur bersama.

Dalam tausiyah ramadhan kali ini KH Aziz Muslim membeberkan keprihatinannya, dia menyampaikan saat ini munculnya banyak kasus tumbuh kembang anak yang tanpa di dampingi oleh ayah secara fisik maupun psikis. Maka lahirlah anak-anak yang kemudian tidak tumbuh kembang dengan baik. Dia menyebut fenomena ini disebut Vaderles. Dan menurut unicef saat ini Indonesia menempati urutan ke 3 atas fenomena memprihatinkan tersebut.

Maka harapannya melalui momentum ramadhan ini, melalui iftor saat berbuka mauoun sahur, meja makan menjadi istimewa untuk bisa bangun kebersamaan dalam rumah tangga, perekat kesenjangan hubungan antar keluarga terutama kasih sayang bapak kepada anak.

Selanjutnya KH Aziz Muslim menukilkan sebuah hadis, bahwasannya Rasulullah menjelaskan 4 indikator kebahagiaan keluarga seorang muslim.

Apabila 4 indikator kebahagiaan ini ada dalam seseorang niscaya akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah bersabda:

أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ اْلمَرْءِ أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً وَأَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا وَخُلَطَائُهُ صًالِحِيْنَ وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بَلَدِهِ

Artinya: ”Empat macam dari kebahagiaan manusia, yaitu istri yang salehah, anak yang berbakti, teman-temannya adalah orang-orang yang baik, dan mata pencahariannya berada dalam negara atau negerinya sendiri.” (HR Dailami).

Semoga puasa ramadhan kita menjadi keberkahan bagi keharmonisan rumah tangga, dan mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button