Wasekjen PBNU KH Amir Ma’ruf, NU Punya Tiga Karakter

NU CILACAP ONLINE – Wakil Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Amir Ma’ruf menjelaskan bahwa NU memiliki tiga karakter utama. Pertama Jam’iyah (Organisasi). “NU adalah organisasi yang dibangun oleh orang-orang luar biasa dengan cara-cara luar biasa. Unsur pengurus dari tingkat pusat, wilayah, cabang, hingga ranting harus berjalan dengan rapi dan terstruktur,” ujarnya pada kunjungan silaturahmi penguatan kebencanaan di Cilacap (3/11/2025).

Kedua Ijtima’iyah (Kemasyarakatan/Pelayanan). Setelah NU berdiri untuk menjaga dua warisan besar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, NU wajib memikirkan pelayanan kepada umat.

“NU bukan organisasi perayaan, tetapi organisasi pelayanan. Jika kita tidak melayani, maka Nahdliyyin akan dilayani oleh organisasi lain. Dan ketika umat dilayani pihak lain, maka mereka akan diatur pihak lain,” tegasnya pada acara yang dihadiri oleh lima PCNU se Karesidenan Banyumas (Banyumas, Purbalingga, Banjar Negara, Cilacap dan Kebumen) ini.

Karena itu lanjut KH Amir Ma’ruf, menguatkan pelayanan menjadi kunci agar warga NU tidak mudah terpengaruh paham-paham di luar NU.

Ketiga, NU mempunyai karakter diniyah (keagamaan). NU menjaga tradisi, nilai, dan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang telah diwariskan para ulama.

Kebencanaan Satu Komando

Dalam konteks kebencanaan, KH Amir Ma’ruf menekankan perlunya konsolidasi bantuan dan relawan agar bergerak satu pintu, sehingga penanganan menjadi lebih efektif. Baca Himbauan NU Cilacap, Jaga Kiai Fardu Kifayah

Menanggapi situasi nasional, Wakil Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Amir Ma’ruf menekankan perlunya konsolidasi yang kuat dalam penanganan bencana, terutama menyusul kejadian tanah longsor di Cilacap, erupsi Gunung Semeru, banjir di Aceh dan berbagai wilayah di Indonesia.
“Dalam kebencanaan, yang terpenting adalah konsolidasi bantuan dan relawan di lapangan agar bergerak satu pintu,” ujar KH Amir Ma’ruf di hadapan ratusan peserta yang hadir.

NU sejak awal selalu hadir setiap ada bencana. Tapi sayang gerakannya masih terkotak-kotak, belum ada konsolidasi. “Yang diuntungkan organisasi lain. Orang lain datang sibuk foto-foto pamer di media sosial padahal itu bantuan kita yang bawa. Dan orang kita masih capek di lapangan,” ucapnya. Baca juga Ini Pesan Wapres KH Ma’ruf Amin Pada…

Mengingat Sejarah Perjuangan NU

Ia juga menyinggung perjalanan sejarah panjang NU selama 100 tahun berdiri. NU didirikan melalui persiapan yang panjang dan penuh riyadlah.

Beberapa ujian besar yang pernah dihadapi NU antara lain Komite Hijaz, ketika Raja baru Arab Saudi hendak menghancurkan makam Rasulullah. Mbah Wahab Chasbullah membawa misi penolakan mewakili umat Islam, dan hingga kini makam Rasulullah tetap terjaga.

Kemudian Resolusi Jihad, saat Belanda mencoba kembali menguasai Indonesia dua hari setelah kemerdekaan. Dan yang tidak terlupakan pula adalah perlawanan terhadap pemberontakan PKI, yang juga dihadapi dan ditangani dengan baik.

“Berkali-kali NU diuji, dan berkali-kali pula NU mampu melewatinya. Hari ini kita kembali menghadapi ujian baru. Mohon doanya agar jam’iyah ini tetap mampu melewati semua ujian dengan baik,” ujarnya.

KH Amir Ma’ruf menegaskan bahwa NU kini telah berkembang bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

“Tugas kami di PBNU adalah membantu memperkuat kaderisasi di berbagai daerah. Harapannya, para kader ini ada, bergerak, dan memberi manfaat bagi umat,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button