Lembaga NU

Terima Kunjungan Dari Kudus, NU Care Cilacap Bagikan Kiat Sukses

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodaqoh Nahdlatu Ulama (LAZISNU)  Cilacap menerima kunjungan PC  LAZISNU Kudus dalam rangka study banding pengelolaan Koin NU. Tak tanggung-tanggung LAZISNU Kudus datang dengan membawa serombongan tim dengan menggunakan bus ke Kantor NU Care LAZSINU Cilacap, Rabu (24/03/21).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua NU Care LAZISNU Kudus H M Ihdi Fahmi memimpin rombongan yang terdiri dari pengurus Unit Pengumpul Zakat Infak dan Sodaqoh (UPZIS) dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se- Kabupaten Kudus.

Ia menyampaikan bahwa maksud kunjungan mereka adalah berangkat dari keinginan mempelajari system pengelolaan koin NU di Cilacap. Menurutnya  ada  banyak hal yang bisa dipelajari dari Kabupaten Cilacap, baik itu mengenai teknis pencarian nasabah, kepegawaiannya, pembagian tasharufnya dan sebagainya.

“Dari sini kita akan banyak belajar dan diterapkan untuk memperkuat kinerja yang ada di Kabupaten Kudus,” tuturnya.

Kunjungan Lazisnu Kudus
Dalam kunjungannya ke Cilacap, LAZISNU Kudus membawa serta pengurus UPZIS MWCNU se Kabupaten Kudus

Ketua NU Care LAZISNU Kabupaten Cilacap, H  Wasbah Samudra Fawaid, menyambut baik kunjungan LAZISNU Kudus untuk saling belajar. Ia juga memperkenalkan beberapa jajaran tim inti yang ada di NU Care LAZISNU Kabupaten Cilacap.

“Kita di sini sifatnya silaturrahim, belajar bersama, karena pastinya masing-masing daerah memiliki keunggulan yang berbeda,” katanya.

Kunci Sukses Koin NU Cilacap

Pada kesempatan itu, H Wasbah menyebutkan beberapa kunci sukses membangun sistem NU Care LAZISNU Cilacap. Salah satunya yaitu menekankan pentingnya berjamiyyah, secara struktural mulai dari tingkat ranting, MWC sampai Cabang.

“Ego sektoral harus benar-benar disingkirkan, meskipun sulit, tapi itu wajib ada kalau mau membangun kemandirian umat melalui NU,” tuturnya.

Baca juga : Tingkatkan Mutu Layanan, LAZISNU Batang Kunjungi LAZISNU Cilacap

Ia juga menceritakan sulitnya memberi pemahaman kepada MWC dan Ranting dalam  mengikuti Standar Operasional Program (SOP) yang dikeluarkan NU Care-LAZISNU Cilacap. Termasuk usaha tanpa lelah memberikan berbagai pelatihan kepada pegawai, mulai dari tingkat ranting hingga cabang.

“Kita adakan bimtek, motivasi, konseling, tausiyah, sambung rasa, administrasi, game dan doorprize,” ujar dia.

Dikatakannya, memang harus ada pengawalan dan ketegasan. Jika ada ranting atau MWC yang tidak mematuhi regulasi, kita adakan mediasi. Penguatan kelembagaan ini dilakukan untuk membangun trust (kepercayaan) masyarakat.

“Pada intinya, persoalan itu harus selesai di internal pengurus sendiri. Kalau sudah klop, masyarakat itu manut (mengikuti, red),” ujarnya.

Terpisah, Ketua Divisi Program NU Care LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi mengaminkan pernyataan H Wasbah Samudra. Ia juga menyampaikan bahwa berkat  manajemen di LAZISNU Cilacap yang baik, telah mengantar meraih beberapa prestasi.

“Di antara prestasi yang diraih oleh LAZISNU Cilacap adalah dinobatkan sebagai Amil Zakat Progesif oleh Kemenag Cilacap. LAZISNU juga menjadi Lembaga Amil zakat dengan perolehan fantastis, yakni 1 milyar lebih setiap bulan. Ini juga yang menjadi sorotan bagi LAZISNU dari  kabupaten lain sehingga banyak yang datang ke Cilacap untuk belajar”, jelas Fauzi.

Fauzi menuturkan bahwa sebelumya sudah ada beberapa LAZISNU dari kabupaten lain yang belajar dari LAZISNU Cilacap. Di antaranya LAZISNU Kebumen, Pangandaran, Depok, Jakarta, dan Batang. Mereka ada yang langsung datang berkunjung ke Cilacap tapi ada juga yang berkomunikasi secara virtual seperti LAZISNU Depok dan Jakarta. Selain karena faktor jarak yang jauh, juga karena mempertimbangkan situasi pandemic.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 − 8 =

Back to top button