MWCNU

Susunan Pengurus MWCNU Dayeuhluhur Masa Hidmah 2018-2023

MWCNU Dayeuhluhur. MWCNU Dayeuhluhur (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) merupakan salah satu Struktur Organisasi NU di tingkat Kecamatan. MWCNU Dayeuhluhur membawahi struktur organisasi Ranting NU sejumlah 14 (empat belas) Ranting NU.

Berikut ini Susunan lengkap Pengurus MWCNU Dayeuhluhur Masa Hidmah 2018-2023, sesuai dengan SURAT KEPUTUSAN PCNU Cilacap Nomor: 342/PC/A.II/11.34/IV/18`

MUSTASYAR
KH. Moh. Udin Bachrudin
H. Nono Carsono, S.Ag.
H. Mujarob

SYURIYAH
Rais:KH. Rasan
Wakil Rais:K. Aceng Khoeruman
Katib:K. Ahmad Suja’i
Wakil Katib:Khusaeri Haqqi
A’wan
H. Uus Abdul Rokhim
K. Abdul Ghofur
K. Wahud
Rojikin

Baca Juga : Diklatsar Banser Dayeuhluhur Wujud Komitmen Kebangsaan Ansor

TANFIDZIYAH
Ketua:Herwali
Wakil Ketua:Drs. Ahmad Syaripudin
Wakil Ketua:Lukman
Sekretaris:Dudung Abdulloh
Wakil Sekretaris:Sardi Abdul Rokhim
Bendahara:Drs. Wartam, S.Kp.
Wakil Bendahara :Muhaemin

Pengurus MWCNU Dayeuhluhur dilengkapi dengan komponen Badan Otonom dalam melaksanakan tugas penghidmahannya. Sedangkan di Dayeuhluhur sendiri, terdapat 14 Pengurus Ranting NU, masing-masing Kutaagung, Cijeruk, Cilumping, Sumpinghayu, Bolang, Datar, Bingkeng, Hanum, Dayeuhluhur, Matenggeng, Ciwalen, Panulisan Barat, Panulisan Timur dan Panulisan.

Dayeuhluhur adalah salah satu kecamatan yang ada di Cilacap yang mengamalkan budaya Sunda. Sampai sekarang belum didapat keterangan yang pasti sejak kapan Kec. Dayeuhluhur ini didominasi oleh masyarakat Sunda.

Kuatnya tradisi Sunda di Kecamatan Dayeuluhur juga mempengaruhi komunikasi dan kordinasi organisasi NU dengan wilayah lain di lingkungan NU Cilacap. Hal itu ditandai dengan bahasa daerah yang digunakan sehari-hari yatu bahasa Sunda dan karena seringnya interakasi dengan warga yang ada di Jawa Barat.

Untuk masalah interaksi dengan daerah di luar Dayeuhluhur, warga kebanyakan berinteraksi dengan warga Jawa Barat, hal ini dikarenakan masalah ekonomi. Warga Dayeuhluhur memiliki ketergantungan terhadap Kota Banjar dalam masalah pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Sebagai contoh, apabila warga menjual hasil bumi seperti padi, kelapa, pisang, buah-buahan, dll. 95% akan dijual ke Jawa Barat. Hal ini dipermudah dengan dekatnya akses dari Dayeuhluhur ke Kota Banjar yang cukup ditempuh 15 menit (dari Panulisan) dibandingkan jarak Dayeuhluhur ke Majenang yang bisa memakan waktu sekitar 1 jam.

Sedangkan jarak tempuh dari MWCNU Dayeuhluhur ke PCNU Cilacap, bisa memakan waktu lebih dari 3 jam perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

14 − ten =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button