Pondok Pesantren

Satgas NU Peduli Covid: Vaksin Mobile Pesantren Untuk Kiai Dan Santri

Satgas NU Peduli Covid Vaksinasi di Pesantren untuk Kiai Dan Santri melalui Program Vaksin Mobile Pesantren Kita Jaga Kiai akan mulai dihelat tahap pertama yang dengan target sasaran ke 48 titik pesantren dengan jumlah estimasi untuk 53.241 orang.

Merebaknya virus Corona (COVID-19), Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Organisasi Masyarakat Keislaman terbesar di Indonesia, terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 di kalangan masyarakat. Termasuk mendekatkan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat melalui Satgas NU Peduli Covid.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Satgas NU Peduli COVID Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Surotul Ilmiyah, melalui keterangan tertulisnya. Senin, 23/8 siang.

Disampaikan Satgas NU Peduli COVID yang dibentuk sejak 2 Maret 2020 lalu telah melakukan sejumlah langkah upaya pencegahan, penanganan hingga pemulihannya.

“Sejumlah langkah telah dilakukan meliputi promotif, preventif, kuratif dan jejaring ekonomi rentan, termasuk dalam membantu program vaksinasi COVID-19 di masyarakat.” Terangnya.

Jaga Kiai dan Santri

Disampaikan untuk membantu percepatan program vaksinasi pemerintah, Satgas NU Peduli COVID terus berupaya mendekatkan layanan vaksin kepada masyarakat kali ini melalui program mobile vaksin pesantren.

“Melalui program mobile vaksin Pesantren NU Peduli COVID kali ini bertajuk Kita Jaga Kiai dan Santri.” Sebutnya.

Dia menjelaskan Program Vaksin Mobile Pesantren Kita Jaga Kiai akan mulai dihelat tahap pertama yang dengan target sasaran ke 48 titik pesantren dengan jumlah estimasi untuk 53.241 orang.

“3 titik pesantren di Provinsi Jawa Barat, 15 titik di Provinsi Banten, 14 titik untuk pesantren di Jawa Tengah, 5 titik untuk pesantren Daerah Istimewa Yogyakarta, 1 titik pesantren di DKI Jakarta dan 10 titik pesantren di Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Jaga Kiai

Dijelaskan dalam surat keterangan tertulisnya, yang juga mencantumkan rencana jadwal, alamat lokasi tempat pelaksanaan, sekaligus tenaga kesehatan atau tim vaksinator dari Rumah Sakit maupun Klinik NU yang siap diberdayakan.

Pesantren El Bayan Majenang Cilacap

“Pesantren El Bayan Majenang Cilacap merupakan salah satu titik yang dipilih dalam pelaksanaan giat Vaksinasi di Wilayah Jawa Tengah, Rencana pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan 2 hari, mulai besok Selasa, tanggal 24 Agustus Untuk Kiai Santri, Sementara untuk warga NU dan masyarakat umum lainnya dijadwalkan pada hari Kamis 26 Agustus 2021,”tambahnya.

Atas nama pengasuh pesantren El Bayan sekaligus Kepala Madrasah Aliyah El Bayan Majenang, Nyai Hj. Faiqoh Subkhy Najmuddin mengemukakan, menyambut baik atas penyelenggaraan vaksinasi tersebut dan berterimakasih sekali atas kepercayaan yang diberikan Satgas NU Peduli Covid melalui program Kita Jaga Kiai-mobile Vaksin Pesantren tersebut.

“Semoga dengan adanya vaksinasi besok, yang sesungguhnya sudah lama kita nantikan, kita mendapat dan segera secepatnya bisa mencapai kekebalan imunitas dan segera kembali ke kehidupan normal.” Ujar putri KH Imam Subkhy Najmuddin yang juga Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Majenang, Cilacap.

Perlu diketahui Program Kita Jaga Kiai ini lahir untuk melindungi para kiai dan santri di pesantren dari penularan Covid-19.

Program yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama RI (Kemenag). Mengutip laman resmi Baznas, baznas.go.id, Kamis, 5 Agustus 2021, data Kemenag menujukkan sejak awal pandemi hingga 7 Juli 2021, tercatat 605 pengasuh pesantren wafat akibat Covid-19. Santri pun dilaporkan banyak yang tertular penyakit ini karena hidup di lingkungan yang sama.

Program Kita Jaga Kiai berupaya menekan laju penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren. Implementasinya dengan berkarya mendukung upaya vaksinasi, memberikan paket imunitas, paket higienitas, medical check-up, serta dukungan isolasi mandiri (isoman). Agenda ini menargetkan seluruh warga pesantren dan santri agar lebih berdaya tanpa terkecuali, mulai dari para santri, pengurus pondok pesantren, hingga kiai dan ulama.

“Para kiai adalah garda terdepan yang paling banyak berhadapan dengan umat. Dengan mobilitasnya yang tinggi, para kiai tentu sangat mungkin menjadi pihak yang sangat riskan terdampak wabah Covid-19,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

sixteen − 4 =

Back to top button