Ibadah / Amaliyah

Raih Kemuliaan Bulan Rajab, Tingkatkan Kualitas Diri

Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan Alloh. Kemuliaan Bulan Rajab terangkum dalam artikel yang berjudul “Raih Kemuliaan Bulan Rajab, Tingkatkan Kualitas Diri” karya Zulia Adzkia, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.

Tak terasa 1 Rajab 1442 H telah masuk pada 13 Februari 2021 lalu, banyak waktu yang telah dilewati, namun sudahkah kita memanfaatkannya dengan baik ? setelah melewati bulan Rajab nantinya kita akan memasuki bulan Sya’ban lalu Ramadhan, bulan yang juga sangat dinanti-nanti umat islam.

Zulia Adzkia
Zulia Adzkia, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Purwokerto

“Rajab” merupakan akar dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Rajab juga biasa disebut dengan “Al-Ashabb” (الأصب) berarti “yang mengucur” atau “menetes”. Mendapat julukan tersebut dikarenakan derasnya kucuran atau tetesan kebaikan pada bulan Rajab. Hal ini dijelaskan dalam kitab I‘anatut Thalibin.

Bulan Rajab merupakan bulan yang istimewa. Banyak keutamaan ibadah bisa diraih di bulan Rajab ini. Keistimewaan bulan Rajab di antaranya perintah melaksanakan shalat lima waktu yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad saw pada saat terjadi peristiwa Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW.

Dalam  peristiwa Isra’ dan Mi’raj  yang terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M), sebuah momentum perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian menuju Sidratul Muntaha yang ditempuh hanya dalam waktu semalam. Sungguh agung dan istimewa peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini sehingga diperingati setiap tahunnya oleh kaum muslimin di berbagai belahan dunia.

Di bulan istimewa ini umat Islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah seperti shalat, puasa, shalawat, dan istighfar. Semua ibadah yang dilakukan tersebut harus diniatkan karena mengharapkan ridha Allah swt,  dengan penuh keimanan dan keyakinan. Namun jangan terpaku beribadah hanya meraih keutamaan saja, niatlah beribadah imanan wa ihtisaban, karena iman dan mengharap ridho Allah swt. Agar  keutamaan tersebut tidak hilang melainkan akan datang sendirinya dan dapat diraih oleh kita.

Bulan Rajab Bulan Haram

 

Allah memasukkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram yang berarti bulan yang dimuliakan. Bulan haram merupakan empat bulan mulia di luar bulan Ramadhan. Dalam Islam terdapat empat bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Disebut sebagai bulan haram (الأشهر الحرم) merujuk pada sejarah umat Islam dilarang mengadakan peperangan pada bulan-bulan tersebut.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram.”

(QS. At-Taubah : 36)

Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam sebagian hadits riwayat ad-Dailami menyebutkan bahwa Rajab adalah bulannya Allah (syahrullâh). Dalam Kitab Duratun Nasihin terdapat hadits Nabi saw.,

رجب شهرالله وشعبان شهري ورمضان شهر امتي

Yang bermakna Rajab adalah bulannya Allah Swt, sedangkan Sya’ban adalah bulanKu (Rasulullah), dan Ramadhan merupakan bulannya umatKu (Muhammad saw.).

 

Dikisahkan, Ketika  Rasulullah melihat hilal Bulan Rajab beliau melafalkan doa,

وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ  اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ

Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadhânâ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.” (HR Ahmad, al-Muttaqi al-Hindi dan lainnya).

Dalam bulan Rajab juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnat ba’da Maghrib 20 raka’at 10 salaman yang memiliki keutamaan akan dijaga oleh Allah dari kesulitan di dunia dan akhirat.

Banyak kemuliaan di bulan Rajab maka dari itu janganlah menyianyiakan bulan yang agung ini. Mari jadikan bulan Rajab sebuah momentum untuk meningkatkan kualitas diri, baik tentang kedekatan kita kepada Allah (taqarrub ilallâh) maupun perbuatan baik (‘amal shâlih) kita kepada sesama manusia. Belum tentu di tahun selanjutnya kita dapat menjumpai kesempatan merasakan bulan Rajab kembali. Sekarang saatnya kita sisihkan sebagian waktu kita untuk berfokus mengerjakan ibadah dan amalan bulan Rajab di tengah kesibukan duniawi dengan niat mengharap ridho Allah swt.

Penulis : Zulia Adzkiat

Penyunting : Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 − 3 =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button