Dokumentasi

Pesan PCNU Cilacap Pada Peringatan Harlah NU ke 95

Kesugihan, NU Cilacap Online

Di sela-sela peringatan Harlah NU, beberapa unsur dari PCNU Cilacap memberikan pesan sebagaimana dirangkum dari hasil wawancara tim Redaksi NU Cilacap Official Media, NUCOM, berikut ini;

H. Imam Tobroni mengatakan, ini adalah istighatsah dalam rangka hari lahir NU ke 95 tentu sekaligus mendoakan khusus masyarakat dari berbagai musibah, marabahaya dan fitnah serta agar musibah covid-19 segera sirna dan lenyap. Harlah ini dalam refleksi atas perjalanan NU selama 31 tahun khususnya di Kab. Cilacap.

Menurut H. Imam Tobroni, yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, antara aswaja dan komitmen kebangsaan itu sama sekali tidak bisa dipisahkan. Bagaikan dua mata uang yang saling berkelindan.

“Artinya satu sisi nilai aswaja ahlussunnah wal jamaah, ada tawasul, tasamuh, tawazun dan i’tidal, ini menjadi inspirasi dalam meneguhkan semangat kebangsaan kita. Disisi lain NU itu mulai dari lahir itu juga dalam rangka meneguhkan bangsa kita, bagaimana berdirinya NKRI tidak bisa lepas dari NU dan para ulama lain,” ungkapnya.

Kemudian, bagaimana asas tunggal pancasila, ini juga pertama kali yang mendeklarasikan adalah NU dan membangun segala lini kehidupan, kebangsaan ini mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, kemasyarakatan. Dan NU juga berkontribusi, itulah peneguhan komitmen kebangsaan NU melaui program-program konkret ditingkat lapangan.

Bagi H. Imam Tobroni, harapannya kedepan tentu NU semakin maju, semakin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebangsann dan kehidupan kebangsaan. Dan hal ini membutuhkan perhatian, dan kekompakan bersama antar warga NU dalam satu kesatuan. Kita sudah memasuki era industri 4.0 maka SDM NU khususnya generasi muda harus disiapkan agar mempunyai pemikiran futuristik dan dapat memanfaatkan alat ataupun teknologi digital sebagai kehidupan berdakwahnya dan ini yang perlu disiapkan.

“Disisi lain penguatan kelembagaan NU dari semua lembaga baik badan otonom NU semakin menguatkan jejaring satu dengan yang lain hingga terjalin kolaborasi. InsyaAllah jika itu berjalan, NU semakin dirasakan manfaatnya untuk masyarakat”, pungkasnya

Sementara itu, KH. Ahmad Asif Dahri, Ketua RMI NU Cilacap menegaskan acara istighatsah ini baik sekali apalagi untuk mendoakan bangsa yang sedang terkena musibah, mendorong warga nahdliyyin untuk bersemangat ke NU-an nya. Beliau berharap NU semakin berkembang, dan dapat membawa umat agar selamat dunia akhirat. Semoga NU tambah barokah membawa kesejahteraan dan kenyamanan.

KH Muhadin Syarif Wakil Ketua PCNU Cilacap juga menyampaikan pesan. Beliau mengatakan bahwa acara ini sesuatu yang bagus, di situasi pandemi, PCNU Cilacap mengadakan acara dalam menyambut harlah NU dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yang hadir tidak terlalu banyak, tetapi dapat dipantau pengurus lain di MWCNU.

“Saya setuju dengan pak Imam Tobroni bahwa anak muda sekarang harus sudah bergerak maju, sudah bisa menggantikan generasi muda. Selamat ulang tahun NU ke 95, semoga berkah dan semoga selalau dibimbing oleh Allah SWT,” katanya.

Rangkaian Harlah NU 95

Semarak Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-95, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap menggelar Istighatsah Kubra dan Mujahadah Al Asmaul Husna secara virtual pada sabtu (30/1). Acara tersebut berlangsung pada pukul 20.00-22.00 WIB yang bertempat di gedung Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap dan disiarkan secara live streaming di channel youtube NU Cilacap online.

Dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang NU cilacap diantaranya, KH. Maslahudin, selaku wakil Rais Syuriyah, H. Imam Tobroni, S.Ag, M.M selaku Wakil Ketua tanfidziyah, Khazam Bisri, S.Ag, sekretaris tanfidziyah, KH. Abdul Ghofir , Kyai H. Asifudin Dahri, KH. Mukhlisudin Affandi, para Ketua Lembaga dan Ketua anom NU CIlacap serta dihadiri oleh KH. Imdadurrohman Al-Ubudi, selaku pengasuh PP Al-Ihya Ulumuddin Kesugihan.

Acara dipandu oleh Ahmad Marzuki dengan pembacaan Alfatihah, kemudian pembacaan ayat suci al-quran dan Shalawat nabi oleh KH. Multazam, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon, dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Imam Tobroni S.Ag, M.M, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka menyebarkan Aswaja ini tentu tidak mudah dalam membangun bangsa ini ada kontribusi NU, namun kontribusi perlu ditegaskan kembali bagaimana kita membangun semangat untuk selalu menguatkan.

“Banyak prestasi karena kerjasama antar lembaga dan warga NU, maka dari itu kita harus saling mendukung atas prestasi yang telah diraih. Beliau juga mohon doa untuk kesembuhan Rais Syuriyah yang sedang dalam keadaan sakit,” katanya

Meskipun sedang dalam kondisi pemulihan dari sakit, Rais Syuriyah KH. Syuada Adzkiya memberi pesan secara virtual. Pesan Rais Syuriyah KH Suada Adzkiya bisa dilihat Di SINI

Agenda Tawasul dipimpin oleh KH. Imdadurohman Al-Ubudi pengasuh PP Al-Ihya Ulumuddin kesugihan, dan acara puncak yakni tahlil serta pembacaan al-asmaul husna oleh KH. Maslahudin, terkahir pembacaan doa yang dipimipn oleh Kyai H. Abdul Ghofir, Kyai H. Asifudin, KH. Mukhlisudin Afandi.

Penulis: Novia Nurfadilla (Mahasiswa PPL IAIN Purwokerto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

sixteen + 7 =

Back to top button